Sabtu, 10 Januari 2026

Psikologi Lingkungan _Jawaban UAS_Dosen Pembimbing Dr. Arundati Shinta,MA


Persepsi dan Perilaku Masyarakat Terhadap Sampah di Situasi Pengungsian


                                 Nama : Kenty Lukisanita| NIM : 24310410028| Kelas : SPSJ 

                                               
     Lingkungan pasca bencana Sumatera  mengalami kerusakan yang signifikan sehingga menyebabkan penumpukan sampah,kerusakan infrastruktur, dan pencemaran air dan kondisi ini dapat memperburuk kesehatan masyarakat dan meningkatkan risiko penyakit sehingga untuk mengatasi permasalahan ini, perlu dilakukan intervensi persepsi melalui edukasi singkat berbasis kondisi darurat, pembagian peran pengelolaan sampah, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah juga perlu meningkatkan fasilitas pengelolaan sampah dan menyediakan dukungan psikologis bagi masyarakat yang terkena dampak bencana .

     Masyarakat mungkin merasa bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab pemerintah, bukan masyarakat. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat tidak peduli dengan kebersihan lingkungan dan tidak mengambil tindakan untuk mengelola sampah sehingga tidak menyadari dampak negatif dari sampah yang menumpuk, seperti penyakit dan pencemaran lingkungan. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat tidak peduli dengan kebersihan lingkungan dan  Masyarakat mungkin memiliki perilaku yang tidak berkelanjutan dalam mengelola sampah, seperti membuang sampah sembarangan. Hal ini dapat menyebabkan sampah menumpuk dan memperburuk kondisi lingkungan. Perilaku masyarakat sebelum dan sesudah bencana tetap menelantarkan sampah, hal ini disebabkan karena sudah terbiasa mengandalkan pemerintah dan didukung oleh undang-undang, pasal 5 UU Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008, yaitu pemerintahan menjamin pengelolaan sampah yang baik bagi masyarakat. Lalu, di pasal 12, yaitu masyarakat cukup mengelola sampahnya dengan membayar pada petugas sampah resmi dari Dinas Lingkungan Hidup. Oleh karena sudah terbiasa diurus oleh pemerintah walaupun dalam keadaan tidak nyaman, hidup di pengungsian, pengelolaan sampah di sana juga akan menunggu dari pemerintah.  

      Permasalahan yang dihadapi masyarakat di situasi pengungsian bencana saat ini terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, adalah kebiasaan dan perilaku mereka dalam mengelola sampah yang tidak baik dan masyarakat cenderung menelantarkan sampah di sembarang tempat, sehingga menimbulkan masalah lingkungan dan Situasi pengungsian yang serba darurat dan tidak terkendali dapat mempengaruhi persepsi masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah dan Pengalaman masyarakat dalam mengelola sampah sebelum bencana dapat mempengaruhi persepsi mereka tentang pentingnya mengelola sampah di pengungsian.
 
    Situasi banjir di Sumatera dapat disebabkan oleh beberapa faktor dan  Paul A. Bell menekankan pentingnya memahami hubungan antara manusia, lingkungan dan dalam kasus banjir di Sumatera, penting untuk memahami bagaimana aktivitas manusia dan kurangnya kesadaran lingkungan dapat mempengaruhi risiko banjir dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat, kita dapat mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan mengurangi risiko banjir.

Solusi untuk mengatasi permasalahan ini diantaranya :
  • Meningkatkan fasilitas pengelolaan sampah: Pemerintah dan organisasi perlu meningkatkan fasilitas pengelolaan sampah di pengungsian, seperti tempat pembuangan sampah yang memadai dan sistem pengumpulan sampah yang efektif.
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat: Masyarakat penting untuk dilibatkan dalam proses pengelolaan sampah di pengungsian sehingga mereka merasa memiliki tanggung jawab dan peran dalam menjaga kebersihan lingkungan.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat: Pemerintah maupun organisasi perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah dengan baik terutama di situasi saat ini di pengungsian.
  • Perlu dilakukan intervensi persepsi dan edukasi dalam kondisi darurat sehingga dapat dilakukan pembagian peran pengelolaan sampah dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sehingga pemerintah juga perlu meningkatkan fasilitas pengelolaan sampah dan menyediakan dukungan psikologis bagi masyarakat yang terkena dampak bencana.




DAFTAR PUSTAKA

- Bell, P.A., Greene, T.C., Fisher, J.D. & Baum, A. (2001) - Environmental psychology. 5th Ed. Harcourt College Publishers.
- Patimah, A.S., Shinta, A. & Al-Adib, A. (2024). Persepsi terhadap lingkungan. Jurnal Psikologi. 20(1), Maret, 23-29.
- Sarwono, S. W. (1995). Psikologi lingkungan. Jakarta: Grasindo & Program Pascasarjana Prodi Psikologi UI.
- Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.

0 komentar:

Posting Komentar