Kamis, 08 Januari 2026

Jejak Sukarelawan dan Pengabdian Masyarakat

 Esai Prestasi



Mata Kuliah Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu Dr. Arundati Shinta, M. A
Andarini Sulistiawati
NIM. 24310410201
Kelas A
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Sebagai mahasiswa psikologi di Yogyakarta, saya belajar bahwa empati bukan hanya teori, tapi aksi nyata. Pengalaman sukarelawan saya membuktikannya. Saya menjadi sukarelawan aksi galang dana untuk korban banjir Padang di perempatan lampu merah, dan sosialisasi kesehatan mental di UKM kampus. Dua kegiatan ini mengajarkan saya kekuatan pengabdian masyarakat.

Awal November lalu, banjir dahsyat melanda Padang. Saya dan beberapa teman dari himpunan mahasiswa turun langsung ke jalan untuk menggalang dana. Dengan kurang lebih 30 mahasiswa dibagi menjadi dua tim, Tim 1 ke perempatan jalan bawah jembatan layang Janti. Tim 2, di mana saya berada, berada di perempatan Jl. Ring Road Utara Sebelum gedung UPN kampus 1. Di bawah terik matahari Yogyakarta, mengenakan korsa himpunan mahasiswa psikologi kami angkat spanduk dan kardus sumbangan. Setiap lampu merah, kami dekati mobil yang lewat, dengan senyum lebar. Kami melihat antusiasme pengendara sasngat luar biasa. Ada yang memberikan Rp1000.00 hingga Rp100.000.00 Hingga hanya dalam waktu 2 jam Rp1.816.700.00. Kaki pegal, kulit terbakar panas, dan rasa khawatir tertabrak, tapi hati penuh rasa senang karena setiap rupiah memberi harapan bagi ribuan korban.

Tak berhenti di situ, minggu berikutnya saya pimpin sosialisasi kesehatan mental di UKM Taekwondo di kampus. Di aula kecil, 20 mahasiswa beserta siswa taekwondo duduk penuh antusias. Saya bagikan materi sederhana tentang kesehatan mental. Saya menjelaskan materi dasar tentang apa itu kesehatan mental dan bagaimana kita menjaga kesehatan mental itu. Karena menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Setelah materi selesai saya sampaikan, saya memberikan kesempatan untuk para pendengar bertanya. Mereka mulai mengacungkan tangan dan bertanya satu per-satu dengan sangat antusisas. Saya dibantu teman-teman yang lain untuk menjawab pertanyaan mereka. Kami berharap melalui sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mental.

Kedua pengalaman ini mengubah saya. Galang dana mengajarkan resiliensi sosial, di mana kita perlu bangkit dari keterpurukan yang kita hadapi. Sosialisasi perkuat keyakinan saya pada pencegahan mental health, selaras teori Bandura tentang self-efficacy. Kini, saya lebih proaktif di organisasi. Pengabdian bukan hanya tugas, tapi panggilan jiwa untuk bangun masyarakat lebih kuat, satu aksi demi satu.


Dokumentasi:
Galang Dana

Sosialisasi
 







0 komentar:

Posting Komentar