Esai Prestasi
Mata Kuliah Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu Dr. Arundati Shinta, M. A
Andarini Sulistiawati
NIM. 24310410201
Kelas A
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Sebagai mahasiswa psikologi di
Yogyakarta, saya belajar bahwa empati bukan hanya teori, tapi aksi nyata.
Pengalaman sukarelawan saya membuktikannya. Saya menjadi sukarelawan aksi
galang dana untuk korban banjir Padang di perempatan lampu merah, dan
sosialisasi kesehatan mental di UKM kampus. Dua kegiatan ini mengajarkan saya
kekuatan pengabdian masyarakat.
Awal November lalu, banjir dahsyat
melanda Padang. Saya dan beberapa teman dari himpunan mahasiswa turun langsung
ke jalan untuk menggalang dana. Dengan kurang lebih 30 mahasiswa dibagi menjadi
dua tim, Tim 1 ke perempatan jalan bawah jembatan layang Janti. Tim 2, di mana
saya berada, berada di perempatan Jl. Ring Road Utara Sebelum gedung UPN kampus
1. Di bawah terik matahari Yogyakarta, mengenakan korsa himpunan mahasiswa
psikologi kami angkat spanduk dan kardus sumbangan. Setiap lampu merah, kami
dekati mobil yang lewat, dengan senyum lebar. Kami melihat antusiasme pengendara
sasngat luar biasa. Ada yang memberikan Rp1000.00 hingga Rp100.000.00 Hingga hanya
dalam waktu 2 jam Rp1.816.700.00. Kaki pegal, kulit terbakar panas, dan rasa khawatir
tertabrak, tapi hati penuh rasa senang karena setiap rupiah memberi harapan
bagi ribuan korban.
Tak berhenti di situ, minggu berikutnya
saya pimpin sosialisasi kesehatan mental di UKM Taekwondo di kampus. Di aula
kecil, 20 mahasiswa beserta siswa taekwondo duduk penuh antusias. Saya bagikan
materi sederhana tentang kesehatan mental. Saya menjelaskan materi dasar
tentang apa itu kesehatan mental dan bagaimana kita menjaga kesehatan mental
itu. Karena menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan
fisik.
Setelah materi selesai saya sampaikan,
saya memberikan kesempatan untuk para pendengar bertanya. Mereka mulai
mengacungkan tangan dan bertanya satu per-satu dengan sangat antusisas. Saya
dibantu teman-teman yang lain untuk menjawab pertanyaan mereka. Kami berharap
melalui sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya
menjaga kesehatan mental.
Kedua pengalaman ini mengubah saya.
Galang dana mengajarkan resiliensi sosial, di mana kita perlu bangkit dari
keterpurukan yang kita hadapi. Sosialisasi perkuat keyakinan saya pada
pencegahan mental health, selaras teori Bandura tentang self-efficacy.
Kini, saya lebih proaktif di organisasi. Pengabdian bukan hanya tugas, tapi
panggilan jiwa untuk bangun masyarakat lebih kuat, satu aksi demi satu.











0 komentar:
Posting Komentar