Esai ke_7 TPST Randu alas
Dosen Pengampu Dr. Arundati Shinta, M. A
Baiq Muthia Syafitri(24310410011)
Kelas A
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
TPST Randu Alas
pada hari sabtu , tanggal 18 oktober 2025 , saya pergi ke TPST Randu alas ,Pengalaman saya di TPST Randu Alas benar-benar mengubah cara pandang soal
pengelolaan sampah harian. Saat tiba di Kaliurang kemarin, sinar matahari
sangat panas sekali hingga kulit terasa terbakar, meski di lereng pegunungan
Merapi. Seperti terlihat di foto saya berdiri di depan tumpukan sampah
anorganik warna-warni,plastik, kain, botol dibawah atap seng panas dengan
asap tipis mengepul. Saya hanya mengamati dari pinggir, disambut senyum tim
pengelola warga Sardonoharjo yang tetap semangat meski keringat membanjiri
wajah mereka.
Di bawah sengatan matahari ekstrem itu, proses 3R tetap jalan dinamis.
Sampah organik dituang ke kolam fermentasi luas, diaduk hingga jadi kompos
gembur untuk pupuk petani lokal. Sampah anorganik seperti di foto kardus,
kaleng, plastik dipisah teliti, digiling
mesin pencacah jadi serpihan siap dijual ke industri daur ulang. Tiap hari
mereka olah 400-500 kg dari 1.500 rumah tangga, efisiensi 70%, lengkap dengan
papan 3R dan area edukasi untuk sekolah pramuka.
Terik matahari ganas justru soroti masalah nyata. Debu beterbangan iritasi
mata, genangan lindi menguap bau menyengat makin parah di panas, lalat
berkerumun di tumpukan sementara seperti di belakang saya foto itu. Pengelola
hadapi harga daur ulang naik-turun, dana minim untuk servis alat, serta warga
kurang pilah di sumber apalagi wisatawan Kaliurang bikin sampah melonjak.
Pengamatan di panas membara ini membuka mata lebar-lebar. TPST Randu Alas
bukti nyata inisiatif masyarakat mandiri sejak 2010, ubah limbah jadi peluang
ekonomi. Meski tantangan cuaca ekstrem, fasilitas terbatas, dan partisipasi
warga jadi hambatan, modelnya inspiratif nasional. Kini saya termotivasi ajak
komunitas Depok-Yogyakarta pilah sampah rumah, workshop 3R remaja, dan dorong
UMKM daur ulang. Lingkungan lestari dimulai dari kesadaran seperti pengalaman
kemarin.






0 komentar:
Posting Komentar