Selasa, 06 Januari 2026

esai ke 7 TPST Randu alas

 

Esai ke_7 TPST Randu alas


Dosen Pengampu Dr. Arundati Shinta, M. A

Baiq Muthia Syafitri
(24310410011)

Kelas A
Fakultas Psikologi 
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


TPST Randu Alas

 pada hari sabtu , tanggal 18 oktober 2025 , saya pergi ke TPST Randu alas ,Pengalaman saya di TPST Randu Alas benar-benar mengubah cara pandang soal pengelolaan sampah harian. Saat tiba di Kaliurang kemarin, sinar matahari sangat panas sekali hingga kulit terasa terbakar, meski di lereng pegunungan Merapi. Seperti terlihat di foto saya berdiri di depan tumpukan sampah anorganik warna-warni,plastik, kain, botol dibawah atap seng panas dengan asap tipis mengepul. Saya hanya mengamati dari pinggir, disambut senyum tim pengelola warga Sardonoharjo yang tetap semangat meski keringat membanjiri wajah mereka.

Di bawah sengatan matahari ekstrem itu, proses 3R tetap jalan dinamis. Sampah organik dituang ke kolam fermentasi luas, diaduk hingga jadi kompos gembur untuk pupuk petani lokal. Sampah anorganik seperti di foto kardus, kaleng, plastik  dipisah teliti, digiling mesin pencacah jadi serpihan siap dijual ke industri daur ulang. Tiap hari mereka olah 400-500 kg dari 1.500 rumah tangga, efisiensi 70%, lengkap dengan papan 3R dan area edukasi untuk sekolah pramuka.

Terik matahari ganas justru soroti masalah nyata. Debu beterbangan iritasi mata, genangan lindi menguap bau menyengat makin parah di panas, lalat berkerumun di tumpukan sementara seperti di belakang saya foto itu. Pengelola hadapi harga daur ulang naik-turun, dana minim untuk servis alat, serta warga kurang pilah di sumber apalagi wisatawan Kaliurang bikin sampah melonjak.

Pengamatan di panas membara ini membuka mata lebar-lebar. TPST Randu Alas bukti nyata inisiatif masyarakat mandiri sejak 2010, ubah limbah jadi peluang ekonomi. Meski tantangan cuaca ekstrem, fasilitas terbatas, dan partisipasi warga jadi hambatan, modelnya inspiratif nasional. Kini saya termotivasi ajak komunitas Depok-Yogyakarta pilah sampah rumah, workshop 3R remaja, dan dorong UMKM daur ulang. Lingkungan lestari dimulai dari kesadaran seperti pengalaman kemarin.

 

0 komentar:

Posting Komentar