Esai-7 Belajar di TPST
Dosen Pengampu Dr. Arundati Shinta, M. A
Erika Fadhilah Umi
24310410203
Kelas A
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025, kami mahasiswa psikologi Universitas Proklamasi 45, berkunjung ke TPST Randu Alas. TPST ini terletak ri kelurahan Sardonoharjo dan menjadi pusat perhatian kami untuk memahami lebih dalam tentang pengolahaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Kegiatan ini dirancang untuk untuk memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana sampah ditangani, sesuatu yang sering kali terabaikan oleh masyarakat luas.
Setibanya di TPST Randu Alas, kami diberi tahu oleh bapak Tujino salah seorang pengelola sampah di TPST Randu Alas ini, belia menjelaskan bahwa pengambilan sampah dirumah warga itu setiap 2 minggu sekali dengan menggunakan kendaraan roda 3. Tapi tidak semua warga itu berlangganan di TPST Randu Alas, yang bekerja mengambil sampah dirumah warga hanya yang berlangganan saja. Setelah tiba di TPST sampah dipilah menjadi 2 yaitu organik dan anorganik. Dampah anorganik disortir kembali, dibersihkan dan dicacah menggunakan mesin sebelum diproses lebih lanjuy dalam tahap daur ulang.
Namun, kami juga menyadari bahwa tidak semua smalah dapat diolah dengan mudah. Beberapa jenis sampah terpaksa dibakar karena keterbatasan teknologi yang ada. Bapak tujino, menjelaskan bahwa pembakaran ini adalah pilihan terkahir yang diambil karena belum ada solusi lsin yang lebih efektif untuk mengatasi masalah sampah yang belum teratasi, tetapi pihak TPST memiliki rencana inovatif untuk memanfaatkan abu sisa pembakaran sebagai bahan baku pembuatan batako, sehingga memiliki nilai guna.
Disisi lain, sampah organik dikelola dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Sampah organik diolah menjadi kompos, pupuk cair. Proses ini tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang, tetapi juga menghasilkan produk-produk yang bermanfaat bagi pertanian dan energi terbarukan. Kami melihat bagaimana TPST Randu Alas berupaya memaksimalkan potensi dari setiap jenis sampah, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Kunjungan ini memberikan kami wawasan yang berharga tentang kompleksitas pengelolaan sampah dan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap isu ini. Kami belajar bahwa pengelolaan sampah yang efektif membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pengelola TPST, hingga masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang proses pengelolaan sampah, kami berharap dapat berkontribusi dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Kami juga menyadari bahwa inovasi teknologi dan pendekatan yang berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk mengatasi tantangan pengelolaan sampah di masa depan.








0 komentar:
Posting Komentar