Selasa, 06 Januari 2026

Psi Lingkungan Esai- 7 Belajar di TPST

                                                       oleh: Chevani Irvine ( 25310420010)

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A


TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) Randu Alas  yang berlokasi di Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Dinamakan TPST ‘’Randu Alas” karena terdapat pohon randu yang tumbuh di dekat Lokasi TPST tersebut. TPST ini adalah contoh paradigma pengelolaan sampah yang bukan hanya sekedar tempat pembuangan sampah tetapi menjadi pusat pemberdayaan dan ekonomi sirkular.

Pada tanggal 18 Oktober 2025 kami para mahasiswa Psikologi Universitas Proklamasi 45 melakukan kuliah lapangan ke TPST Randu Alas untuk belajar pengelolaan sampah. Setelah penutupan TPA Piyungan TPST Randu Alas beroperasi pada prinsipnya 3R( Reduce, Reuse,Recycle). Dengan mengelola semua jenis sampah organik seperti daun, sisa makana, maupun  organik yaitu plastic dan kaleng.

Kunjungan belajar ini di bombing oleh Dosen pembimbing yaitu ibu Dr Arundati Shinta, dan pengelola TPST Rnadu Alas Bapak Joko Tri Waluyo. Kunjungan ini meningkatkan akan pentingnya kita dalam pengelolaan sampah. Dan dampak sampah yang tidak di Kelola dengan tepat yang akan mempengaruhi lingkungan serta Kesehatan Masyarakat. Hasil atau produk  di peroleh dalam pengelolaan di TPST Randu Alas yaitu seperti pupuk cair, pupuk kompos, dan biogas yang berasal dari kotoran hewan.

TPST Randu Alas sendiri memiliki struktur organisasi yang jelas yang beranggotan 7 orang pekerja yang berasal dari warga sekitar. Dana yang di peroleh untuk TPST Randu Alas bersifat mandiri, berasal dari iuran pelanggan dan iuran rumah tangga serta usaha. TPST ini terus mengedukasi waega dan Masyarakat untuk bisa memilah sampah yang dimilikinya sejak ada di rumah, dan bisa mengelola serta bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna contoh menjadi pupuk.

Dan dengan adanya kuliah di TPST Randu Alas ini membuat saya lebih paham dalam mengelola sampah yang pasti hampir setiap hari kami hasilkan. Untuk bisa mengelola nya menjadi lebih baik sesuai dengan jenis nya. TPST membuktikan bahwa solusi itu ada, tetapi ia membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat. Setiap Tindakan kecil seperti memilah sampah dari rumah, meghindari penggunaan plastic sekali pakai akan berkontrinbusi pada siklus berkelanjutan yang dihidupkan oleh TPST.

 

Damanhuri, E., & Padmi, T. (2010). "Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu". Jurnal Teknik Lingkungan.

Putra, H. P., & Yuriandala, Y. (2010). "Studi Efektivitas Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat". Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan.

 

0 komentar:

Posting Komentar