Selasa, 06 Januari 2026

Esai 8 Psikologi Lingkungan Nasabah Bank Sampah Jessica Maria

Nasabah Bank Sampah

Psikologi Lingkungan Esai 8

Dosen Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta M.A.

Jessica Maria 243210420063

Yogyakarta 2025





Pada 31 Oktober 2025 jam 09.00 WIB saya sampai di bank sampah makmur sejahtera mandiri di daerah Kauman RW 11. Saya membawa sampah anorganik yang sudah dipilah dalam satu tas plastik panjang, untuk mencapai bank sampah itu saya menaiki bus trans Jogja dari Bantul dan turun di halte Malioboro 3. Lalu, saya menyeberang dan berjalan kaki sampai bank sampah tersebut, jaraknya tidak jauh hanya sekitar 300 m. Sesampainya di sana, saya bertemu dengan para petugas bank itu dan ibu Lili, membantu membuat buku tabungan dan memeriksa sampah anorganik apa saja yang saya bawa. Sambil memeriksa, sampah anorganik yang sudah saya pilah seperti botol plastik, stiker-nya, dan tutup botol ditimbang secara terpisah oleh salah satu petugasnya. 

Lalu, sampah kardus juga ditimbang secara terpisah. Gelas plastik bekas kemasan es teh juga saya setor ke bank sampah. Namun, ada beberapa jenis sampah yang tidak dapat diterima oleh bank sampah, karena tidak diinginkan pengepul, jadi tidak memiliki nilai jual lagi. Sampah yang tidak lagi diterima adalah bungkus mie instan, es krim, biskuit, dan plastik mika. Petugas disana bercerita, sebelumnya bungkus dari produk-produk tersebut dapat diterima, tapi karena pengepul sudah tidak mengambil sampah jenis itu, jadi harus menyesuaikan permintaan pengepul. Ada sampah keresek bening yang belum banyak terkumpul dan disarankan oleh petugasnya untuk dikumpulkan saja terlebih dahulu sampai banyak, baru dibawa kembali ke bank sampah. 

Setelah selesai ditimbang semua sampah anorganik tersebut, saya mendapatkan sebanyak 1,41 kg dan tabungan pertama yang berjumlah Rp 1.678. Saya cukup terkejut saat melihat berat sampahnya, karena ternyata saya menghasilkan banyak sampah. Sampah sebanyak itu belum termasuk yang sudah saya bawa dan tidak diterima serta sampah yang masih ada dirumah. Berdasarkan pengalaman perdana menabung di bank sampah, saya memutuskan untuk datang 2 sampai 3 minggu sekali. Alasannya, agar sampah yang saya kumpulkan cukup banyak sehingga dapat diterima langsung oleh bank. Jadi, setelah cukup lama mengumpulkan sampah anorganik dan memilahnya, saya mengunjungi bank sampah tersebut untuk kedua kalinya pada tanggal 5 Desember 2025 pukul 9.00 WIB. Jenis sampah anorganik yang saya bawa pada kunjungan tersebut yaitu botol bersih sebanyak 0,60 kg, dupleks sebanyak 0,69 kg, gelas AQUA sebanyak 0,07 kg, gelas warna 0,06 kg, dan dus tebal sebanyak 1,04 kg. Ada satu jenis sampah baru yang saya bawa pada kunjungan tersebut, yaitu karton kemasan rokok, karena om saya perokok dan setiap hari merokok jadi saya kumpulkan sampahnya.

buku tabungan bank sampah


Sampah dus tebal banyak saya miliki karena cukup banyak acara baik di kampus atau di rumah yang menggunakan karton atau dus untuk menyimpan konsumsi. Selain itu, juga karena sering memesan barang secara online yang menggunakan kardus sebagai kemasan pelindung untuk produknya. Jadi banyak kardus berbagai ukuran yang saya kumpulkan. Berat total sampah tersebut yaitu 2,26 kg dan tabungannya sejumlah Rp 2,184, jadi sejauh ini totalnya adalah Rp 3,863. Saya senang dengan kegiatan ini, karena jadi belajar memilah sampah sekaligus mendapatkan uang. Kegiatan ini akan terus saya lakukan, walaupun tidak tiap seminggu sekali.


0 komentar:

Posting Komentar