Eksperimen tentang Sampah
Psikologi Lingkungan Esai 6
Jessica Maria 24310420063
Dosen Pengampu: Arundati Shinta
November 2025
Pada 4 November 2025 pukul 09.00 WIB saya dan teman mahasiswa reguler dari kelas psikologi lingkungan berkesempatan untuk secara nyata belajar mengolah sampah dari dosen pengampu mata kuliah tersebut, Ibu Arundati Shinta. Tetapi beberapa teman kami terlambat, jadi eksperimen tetap dimulai walaupun kehadiran mahasiswa belum lengkap. Berlokasi di rumah Ibu Shinta, kami diajak bereksperimen mengolah sampah. Ada lima topik eksperimen yang kami pelajari, dimulai dengan bertanggung jawab atas sampah pribadi, memanen dan membuat kompos dan eco enzyme, membuat sabun cair eco enzyme, dan produk ekonomi sirkuler. Lalu, kami diberikan jajanan pasar oleh beliau kemudian diajarkan untuk bertanggung jawab atas sampah kemasan itu. Kemasannya ada yang berjenis anorganik dan organik seperti daun pisang dan kulit pisang, sebelum diolah keduanya harus dipisah. Kemasan plastik di kumpulkan ke dalam ember berisi air sabun dan dibersihkan. Sedangkan daun pisang dan kulit pisang dikumpulkan dan dicacah menggunakan pisau.
Setelah itu, beliau membagi kami untuk bereksperimen tentang empat topik lain tentang pengolahan sampah. Pada awalnya saya bertugas untuk memanen dan membuat eco enzyme, tetapi berubah ditengah jalan, menjadi pembuatan produk ekonomi sirkuler, yaitu gantungan kunci. Terbuat dari manik-manik dan tali makrame. Ibu Shinta mendemonstrasikan cara menjalin tali makrame dengan manik-manik bundar berbagai warna pada bagian tengah gantungan itu. Saya berhasil mengikuti setelah beberapa kali kebingungan dan gagal menjalin tali dengan benar.
Ketika semakin banyak mahasiswa yang berdatangan, mereka berpencar ke berbagai macam eksperimen. Ketika beberapa mahasiswa mendatangi tempat eksperimen produk ekonomi sirkuler, saya mengajarkan lagi kepada mereka cara membuatnya. Persis seperti yang sudah diajarkan oleh bu Shinta, dibantu teman lain yang juga sudah mahir menjalin tali makrame dan manik bundar. Sayangnya, karena saya hanya fokus membuat gantungan kunci, eksperimen lain tidak sempat dipelajari secara langsung. Hanya dapat didengarkan, walaupun tidak terlalu jelas dan lengkap saya berusaha tetap mengikuti penjelasan di eksperimen yang lain.
Eksperimen yang pertama yaitu pembuatan kompos dengan metode karung atau wadah. Bahan yang diperlukan adalah daun kering dan larutan EM4, daun kering dikumpulkan dalam jumlah banyak dan dicincang menjadi lebih kecil, agar proses penguraian terjadi lebih cepat. Larutan EM4 (Effective Microorganism 4) dan gula atau molase (tetes tebu) yang dilarutkan dalam air berperan sebagai aktivator. Daun kering yang sudah disebarkan di tanah, disiram secara perlahan dengan larutan aktivator sampai lembab, tidak becek, teraduk rata. Kemudian dimasukkan ke dalam karung atau wadah yang tertutup rapat. Penyimpanannya harus di tempat teduh, gelap, dan tidak terkena hujan.
Eksperimen kedua yaitu pembuatan eco enzyme, diperlukan gula (molase/gula merah) dan sampah organik seperti kulit buah dan sayuran. Diperlukan juga wadah plastik yang bersih tidak ada sisa sabun atau bahan kimia. Wadah diisi air bersih, maksimal 60% dari volume total wadah. Kemudian dalam wadah, sebanyak satu bagian gula dilarutkan ke dalam 10 bagian air hingga tercampur rata. Sampah organik perlu dicuci bersih dan dipotong sampai kecil (tiga bagian), lalu ditiris agar tidak kebanyakan air.
Sebagai pertanggungjawaban atas sampah pribadi kami diajarkan untuk mengolah, memilah, dan memastikan sampah anorganik sudah bersih dan kering sebelum dibawa ke bank sampah. Kalau sampah organik dapat dikubur atau dibuat kompos dalam pot bunga. Sampah organik dapat berupa daun kering, kulit buah, ranting pohon, kulit telur, dan grajen. Sampah anorganik, yaitu duplex (kertas hvs berwarna), kertas semen, kardus, plastik bening putih dan berwarna, kertas, kerasan (jelly), tutup botol, botol plastik, styrofoam, sticker, besi potongan, bungkus mie, paku, botol beling/kaca/marjan, dan pecahan piring. B3, kaleng, tekstil, kerajinan, bungkus kopi, dan payung.
Pertanggungjawaban atas sampah pribadi yang dipelajari dengan berbagai eksperimen, memang prosesnya tidak singkat atau mudah tetapi memberikan pelajaran untuk mengatasi rasa malas demi menjaga kebersihan lingkungan.







0 komentar:
Posting Komentar