Rabu, 07 Januari 2026

Belajar di TPST Randu Alas

 Esai 7 - Belajar di TPST

Muhammad Saifulah Hidayah

24310410010

Reguler A

Psikologi Lingkungan

Dr. Arundati Shinta, M.A


Pengelolaan sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang hingga kini masih menjadi tantangan utama di berbagai wilayah perkotaan maupun pedesaan terkhusus daerah sekitaran jogja. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). TPST Randu Alas menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah dapat dilakukan secara terstruktur dan melibatkan peran aktif masyarakat setempat.

TPST Randu Alas berfungsi sebagai fasilitas pengolahan sampah sebelum residu akhir dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Sistem manajemen yang diterapkan di TPST ini dimulai dari proses pemilahan sampah, baik organik maupun anorganik. Sampah organik diolah menjadi kompos melalui proses penguraian yang terkontrol, sedangkan sampah anorganik dipilah kembali untuk didaur ulang atau memiliki nilai ekonomis. Dengan sistem tersebut, volume sampah yang harus dibuang ke TPA dapat dikurangi secara signifikan.

Dari sudut pandang manajemen, TPST Randu Alas menerapkan prinsip perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan dilakukan melalui penentuan alur pengolahan sampah dan pembagian tugas bagi para petugas. Pengorganisasian terlihat dari adanya struktur kerja yang jelas antara pengelola, petugas lapangan, dan masyarakat sekitar. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, sementara pengawasan bertujuan untuk memastikan proses pengolahan berjalan sesuai standar kebersihan dan keselamatan kerja.

Selain aspek teknis, TPST Randu Alas juga memiliki peran edukatif bagi masyarakat. Keberadaan TPST ini mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap pemilahan sampah dari sumbernya. Edukasi ini menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah jangka panjang, karena pengurangan sampah tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada kesadaran kolektif setiap individu.

Melalui pembelajaran langsung di TPST Randu Alas, saya sebagai mahasiswa dapat memahami bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar aktivitas teknis, melainkan bagian dari manajemen lingkungan yang terintegrasi dengan aspek sosial dan ekonomi. TPST Randu Alas membuktikan bahwa dengan manajemen yang baik dan partisipasi masyarakat, permasalahan sampah dapat dikelola secara lebih efektif dan berkelanjutan. Pengalaman ini menjadi pembelajaran nyata yang relevan untuk diterapkan dalam konteks pengelolaan lingkungan di masa depan yang akan datang.

Kamis, 8 Januari 2026.


0 komentar:

Posting Komentar