Esai 8 - Nasabah Bank Sampah
Dosen Pengampu Dr. Arundati Shinta, M. A
Erika Fadhilah Umi
24310410203
Kelas A
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Pada hari Jumat 12 Desember 2025, Saya pergi ke Bank sampah yang didekat alun-alun Yogyakarta. Saya minta ke teman-teman kos saya kalau punya sampah suruh ditaruh didepan kamar saya tapi hanya botol saja. Lalu saya bawa ke Bank sampah disana terjual 800 perak. Saya baru pertama kali ini ke Bank sampah dan saya baru tahu kalau dibank sampah itu kita kaya menabung.
Bank sampah adalah sistem pengelolaan sampah yang mengadopsi prinsip perbankan. Masyarakat dapat menyetorkan sampah yang telah dipilah ke bank sampah, yang kemudian akan diolah dan dijual kembali. Hasil penjualan ini akan dikembalikan kepada penyetor dalam bentuk uang atau barang kebutuhan lainnya. Dengan demikian, bank sampah tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga memberikan insentif ekonomi bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah.
Namun, tantangan masih ada. Salah satunya adalah kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah sampah. Banyak masyarakat yang masih mencampur sampah organik dan anorganik, sehingga menyulitkan proses pengolahan di bank sampah. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan upaya yang lebih intensif dari semua pihak. Pemerintahan daerah perlu meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah. Selain itu, dukungan finansial dan teknis juga perlu ditingkatkan untuk membantu bank sampah dalam mengembangkan usahanya. Masyarkat juga perlu lebih aktif berpartisipasi dalam program bank sampah dengan memilah sampah dari rumah dan menyetorkannya secara rutin.
Bank sampah adalah solusi inovatif yang menjanjikan untuk menciptakan Yogyakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dengan dukungan dari semua pihak, bank sampah dapat menjadi model pengelolaan sampah yang efektif dan dapat direplikasi didaerah lain. Mari bersama-sama menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang bersih, sehat dan lestari.








0 komentar:
Posting Komentar