Menabung Sampah Menuai Kepedulian
oleh: Chevani Irvine ( 25310420010)
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.
Sampah
dianggap sebagai akhir dari sebuah nilai, yaitu sesuatu yang kotor dan harus
segera di singkirkan dari pandangan. Tetapi, Keputusan untuk menjadi nasabah
bank sampah telah mengubah cara pandang saya yaitu bahwa sampah bukanlah akhir melainkan
awal dari sebuah siklus ekonomi.
Menjadi
nasabah bank sampah mengubah cara pandang, bukan hanya sekedar menyetorkan
barang bekas, tetapi Latihan kedisiplinan. Di mana saya dilatih harus memilah sampah dari sumbernya yaitu dari
rumah sendiri dan memilah bedasarkan jenisnya, seperti palstik PET, kertas,
hingga kaleng yang memerlukan ketelatenan.
Sampah
yang saya kumpulkan yaitu beberapa sampah plastic hasil dari plogging dan juga
sampah rumah tangga. Sampah yang saya kumpulkan setelahnya saya setorkan ke
bank sampah Makmur Sejahtera Mandiri yang berlokasi di Kauman, Kelurahan
Ngupasan Yogyakarta.
Hari pertama
jenis sampah botol plastik yang saya bawa ke bank sampah dengan berat kurang
dari 1kg, saya bertemu dengan bu Lili selaku pengurus bank sampah mesem jogja. Beliau
dengan sangat detail dan ramah menjelaskan syarat untuk menjadi nasabah di bank
ini seperti jenis sampah yang bisa di setorkan, contoh seperti botol plastic yang
sudah di pisahkan antara tutup botol, dan stikernya.
Dari proses
memilah sampah ini yang membuat saya secara langsung menumbuhkan rasa tanggung
jawab dan mawas diri terhadap konsumsi harian sehingga menimbulkan betapa
banyak jejak sampah yang saya tinggalkan. Salah satu yang menarik dari bank
sampah yaitu system Tabungan, setiap sampah yang di setorkan akan di timbang
dan di konversi menjadi saldo rupiah.
Menjadi nasabah
bank sampah adalah Keputusan kecil tetapi berdampak besar. Yang mengajarkan
saya tentang kepedulian terhadap lingkungan, menuju gaya hidup berkelanjutan
yang memanusiakan alam sekaligus memberdayakan ekonomi Masyarakat. Dengan memilah
sampah, saya memastikan bahwa material yang masih bisa di daur ulang masuk Kembali
ke industry pengelohan. Bank sampah membuktikan bahwa menyelamatkan bumi, tidak
selalu butuh aksi heroic yang besar. Terkadang hanya perlu memilah sampah yang kita
miliki dan mecatatnya dalam sebuah buku Tabungan.






.jpeg)

0 komentar:
Posting Komentar