Selasa, 06 Januari 2026

Psi Lingkungan Esai- 8 Nasabah Bank Sampah

 Menabung Sampah Menuai Kepedulian 

oleh: Chevani Irvine ( 25310420010)

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.


Sampah dianggap sebagai akhir dari sebuah nilai, yaitu sesuatu yang kotor dan harus segera di singkirkan dari pandangan. Tetapi, Keputusan untuk menjadi nasabah bank sampah telah mengubah cara pandang saya yaitu bahwa sampah bukanlah akhir melainkan awal dari sebuah siklus ekonomi.

Menjadi nasabah bank sampah mengubah cara pandang, bukan hanya sekedar menyetorkan barang bekas, tetapi Latihan kedisiplinan. Di mana saya dilatih  harus memilah sampah dari sumbernya yaitu dari rumah sendiri dan memilah bedasarkan jenisnya, seperti palstik PET, kertas, hingga kaleng yang memerlukan ketelatenan.

Sampah yang saya kumpulkan yaitu beberapa sampah plastic hasil dari plogging dan juga sampah rumah tangga. Sampah yang saya kumpulkan setelahnya saya setorkan ke bank sampah Makmur Sejahtera Mandiri yang berlokasi di Kauman, Kelurahan Ngupasan Yogyakarta.

Hari pertama jenis sampah botol plastik yang saya bawa ke bank sampah dengan berat kurang dari 1kg, saya bertemu dengan bu Lili selaku pengurus bank sampah mesem jogja. Beliau dengan sangat detail dan ramah menjelaskan syarat untuk menjadi nasabah di bank ini seperti jenis sampah yang bisa di setorkan, contoh seperti botol plastic yang sudah di pisahkan antara tutup botol, dan stikernya.

Dari proses memilah sampah ini yang membuat saya secara langsung menumbuhkan rasa tanggung jawab dan mawas diri terhadap konsumsi harian sehingga menimbulkan betapa banyak jejak sampah yang saya tinggalkan. Salah satu yang menarik dari bank sampah yaitu system Tabungan, setiap sampah yang di setorkan akan di timbang dan di konversi menjadi saldo rupiah.

Menjadi nasabah bank sampah adalah Keputusan kecil tetapi berdampak besar. Yang mengajarkan saya tentang kepedulian terhadap lingkungan, menuju gaya hidup berkelanjutan yang memanusiakan alam sekaligus memberdayakan ekonomi Masyarakat. Dengan memilah sampah, saya memastikan bahwa material yang masih bisa di daur ulang masuk Kembali ke industry pengelohan. Bank sampah membuktikan bahwa menyelamatkan bumi, tidak selalu butuh aksi heroic yang besar. Terkadang hanya perlu memilah sampah yang kita miliki dan mecatatnya dalam sebuah buku Tabungan. 




0 komentar:

Posting Komentar