Kamis, 08 Januari 2026

Menyulap Tali Sampah Menjadi Gantungan Kunci: Perjalanan Upcycling Saya

 

Esai 5 Melakukan Upcycling Sampah Anorganik &
Merintis sebagai Pengusaha Ekonomi Sirkuler

Mata Kuliah Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu Dr. Arundati Shinta, M. A
Andarini Sulistiawati
NIM. 24310410201
Kelas A
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

Esai ini saya buat sebagai refleksi pribadi dari pengalaman eksperimen di rumah dosen. Pada saat itu saya dan beberapa teman yang lain membuat gantungan kunco dari tali. Di rumah saya memiliki beberapa tali yang sudah tidak terpakai, dan berpikir bahwa saya bisa mengubahnya menjadi barang yang bernilai. Saya mengubahnya menjadi gantungan kunci melalui upcycling, sebuah proses yang tidak hanya mengurangi limbah tapi juga mengajarkan saya nilai kreativitas dalam psikologi lingkungan, bagaimana perilaku kecil bisa mengubah pola pikir berkelanjutan.

Suatu hari, ketika saya bersih-bersih rumah, saya menemukan beberapa tali yang sudah tidak terpakai. Tali-tali itu kusut, kotor, dan tampak tak berguna, tapi pikiran saya melayang ke konsep upcycling: mengubah limbah menjadi barang bernilai lebih tinggi, bukan sekadar daur ulang. Saya memutuskan untuk membuat gantungan kunci darinya, terinspirasi eksperimen yang saya lakukan di rumah dosen.

Upcycling ini dimulai dari pengumpulan bahan. Saya kumpulkan tali bekas (sepanjang 20-30 cm per potong, diameter 3-5 mm). Alat dan bahan yang saya gunakan sederhana, mudah didapat di rumah atau toko kerajinan: gunting tajam, korek api atau pemantik untuk melelehkan ujung tali (agar tak mengurai), ring gantungan kunci logam (ukuran 2-3 cm), serta manik-manik.

Cara pembuatannya pun tidak rumit, tapi memerlukan kesabaran seperti meditasi yang menenangkan pikiran saya setelah kuliah panjang. Pertama, potong tali menjadi panjang 20 cm, lalu lelehkan kedua ujungnya dengan korek api secara hati-hati agar membentuk bola kecil yang kokoh. Selanjutnya, masukkan tali ke ring gantungan dengan mengikat menggunakan simpul jangkar. Kemudian bentuk pola anyaman sederhana. Panaskan ujung tali lagi untuk menyatukannya. Gantungan kunci unik siap menghiasi tas atau kunci motor.

Proses ini bukan hanya kerajinan; bagiku adalah terapi lingkungan. Saat anyam tali, tangan saya sibuk tapi pikiran tenang, menghasilkan kebahagiaan. Gantungan kunci itu kemudian saya coba pasarkan di media sosial. Ini sebagai langkah awal untuk merintis menjadi pengusaha. Saya tidak berharap besar barang itu akan terjual, namun dengan keberanian untuk mencoba memulai, sudah menjadi pencapaian besar bagi saya.

Upcycling tali sampah ini mengajarkan saya bahwa perubahan dimulai dari hal kecil. Di tengah hiruk-pikuk kegiatan perkulliahan, proyek ini jadi jembatan antara psikologi lingkungan dan aksi nyata mengubah "sampah" menjadi "seni" yang berguna. Membuktikan bahwa psikologi memiliki pembelajaran yang aplikatif dan bermanfaat untuk lingkungan.

Link promosi media sosial:

 https://www.instagram.com/p/DTPz7WzEscXMTjImuSK39hQxcVS3haFTToWQNw0/?igsh=eGltZGQ1cmhmYmYx

0 komentar:

Posting Komentar