Esai 5 Melakukan Upcycling Sampah Anorganik &
Merintis sebagai Pengusaha Ekonomi Sirkuler
Mata Kuliah Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu Dr. Arundati Shinta, M. A
Andarini Sulistiawati
NIM. 24310410201
Kelas A
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Esai ini saya buat sebagai refleksi
pribadi dari pengalaman eksperimen di rumah dosen. Pada saat itu saya dan
beberapa teman yang lain membuat gantungan kunco dari tali. Di rumah saya
memiliki beberapa tali yang sudah tidak terpakai, dan berpikir bahwa saya bisa
mengubahnya menjadi barang yang bernilai. Saya mengubahnya menjadi gantungan
kunci melalui upcycling, sebuah proses yang tidak hanya mengurangi limbah tapi
juga mengajarkan saya nilai kreativitas dalam psikologi lingkungan, bagaimana
perilaku kecil bisa mengubah pola pikir berkelanjutan.
Suatu hari, ketika saya bersih-bersih
rumah, saya menemukan beberapa tali yang sudah tidak terpakai. Tali-tali itu
kusut, kotor, dan tampak tak berguna, tapi pikiran saya melayang ke konsep
upcycling: mengubah limbah menjadi barang bernilai lebih tinggi, bukan sekadar
daur ulang. Saya memutuskan untuk membuat gantungan kunci darinya, terinspirasi
eksperimen yang saya lakukan di rumah dosen.
Upcycling ini dimulai dari pengumpulan
bahan. Saya kumpulkan tali bekas (sepanjang 20-30 cm per potong,
diameter 3-5 mm). Alat dan bahan yang saya gunakan sederhana, mudah didapat di
rumah atau toko kerajinan: gunting tajam, korek api atau pemantik untuk
melelehkan ujung tali (agar tak mengurai), ring gantungan kunci logam (ukuran
2-3 cm), serta manik-manik.
Cara pembuatannya pun tidak rumit, tapi
memerlukan kesabaran seperti meditasi yang menenangkan pikiran saya setelah
kuliah panjang. Pertama, potong tali menjadi panjang 20 cm, lalu lelehkan kedua
ujungnya dengan korek api secara hati-hati agar membentuk bola kecil yang
kokoh. Selanjutnya, masukkan tali ke ring gantungan dengan mengikat menggunakan
simpul jangkar. Kemudian bentuk pola anyaman sederhana. Panaskan ujung tali
lagi untuk menyatukannya. Gantungan kunci unik siap menghiasi tas atau kunci
motor.
Proses ini bukan hanya kerajinan; bagiku
adalah terapi lingkungan. Saat anyam tali, tangan saya sibuk tapi pikiran
tenang, menghasilkan kebahagiaan. Gantungan kunci itu kemudian saya coba
pasarkan di media sosial. Ini sebagai langkah awal untuk merintis menjadi pengusaha.
Saya tidak berharap besar barang itu akan terjual, namun dengan keberanian
untuk mencoba memulai, sudah menjadi pencapaian besar bagi saya.
Upcycling tali sampah ini mengajarkan
saya bahwa perubahan dimulai dari hal kecil. Di tengah hiruk-pikuk kegiatan
perkulliahan, proyek ini jadi jembatan antara psikologi lingkungan dan aksi
nyata mengubah "sampah" menjadi "seni" yang berguna.
Membuktikan bahwa psikologi memiliki pembelajaran yang aplikatif dan bermanfaat
untuk lingkungan.
Link promosi media sosial:
https://www.instagram.com/p/DTPz7WzEscXMTjImuSK39hQxcVS3haFTToWQNw0/?igsh=eGltZGQ1cmhmYmYx







0 komentar:
Posting Komentar