Essai Prestasi
Dosen Pengampu Dr. Arundati Shinta, M. A
Erika Fadhilah Umi
24310410203
Kelas A
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Setelah selesai kegiatan yang dijelaskan oleh Bapak Tujono. Saya merapikan tempat duduk dan menyusunnya menjadi satu. Membersihkan dan merapikan tempat yang habis dipakai, termasuk menata kursi, adalah bagian penting dari tanggung jawab bersama. Tindakan sederhana ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang nyaman dan bersih, tetapi juga mencerminkan sikap peduli dan menghargai orang lain.
Menata kursi setelah digunakan memiliki banyak manfaat. Pertama, hal ini mencegah terjadinya kecelakaan. Kursi yang berserakan dapat menjadi penghalang dan menyebabkan orang tersandung atau terjatuh. Kedua, menata kursi membuat ruangan terlihat lebih rapi dan teratur. Ruangan yang rapi akan memberikan kesan positif dan meningkatkan kenyamanan bagi semua orang. Ketiga, menata kursi dapat memperpanjang umur kursi itu sendiri. Dengan ditata dengan baik, kursi akan terhindar dari kerusakan akibat terinjak atau tertimpa benda lain.
Namun, seringkali kita merasa enggan untuk menata kursi setelah digunakan. Kita merasa lelah atau malas, dan menganggap bahwa hal itu adalah tugas orang lain. Padahal, menata kursi adalah tanggung jawab kita bersama. Setiap orang yang menggunakan tempat tersebut memiliki kewajiban untuk ikut serta menjaga kebersihan dan kerapiannya.
Oleh karena itu, mari kita mulai membiasakan diri untuk selalu menata kursi setelah digunakan. Ajaklah teman-teman dan keluarga untuk melakukan hal yang sama. Dengan begitu, kita dapat menciptakan lingkungan yang nyaman, bersih, dan aman bagi semua orang. Ingatlah, tindakan kecil yang kita lakukan dapat memberikan dampak yang besar bagi lingkungan sekitar.
Selain itu, menata kursi juga dapat menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab. Dengan membiasakan diri untuk menata kursi, kita belajar untuk menghargai orang lain dan menjaga lingkungan sekitar. Hal ini akan berdampak positif pada kehidupan kita sehari-hari.
Mari bersama-sama menjadikan kebersihan dan kerapian sebagai bagian dari budaya kita. Mulailah dari hal-hal kecil, seperti menata kursi setelah digunakan. Dengan begitu, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Pada 17 Desember 2025, Saya ikut dalam penggalangan dana untuk korban banjir. Di depan UPN tempatnya dilampu merah. Bencana alam yang melanda Sumatera telah menimbulkan dampak yang sangat besar. Ribuan orang kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan orang-orang terkasih. Mereka membutuhkan uluran tangan kita untuk bangkit kembali dan memulai kehidupan yang baru. Aksi penggalangan dana di lampu merah UPN ini adalah salah satu cara untuk memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan tersebut.
Saya disini membantu membawa banner dan bergantian untuk muter untuk mengambil uang yang mau didonasikan. Ini pengalaman pertama saya terjun langsung ke lampu merah. Saya capek dan melelahkan tapi sangat seru dengan begini saya bisa membantu korban banjir. Tidak membantu secara nominal tapi setidaknya dengan tenaga.
Aksi penggalangan dana di lampu merah UPN ini adalah contoh nyata dari bagaimana kita dapat membantu sesama yang membutuhkan, meskipun hanya dengan cara yang sederhana. Setiap sumbangan yang diberikan, sekecil apapun, akan memberikan harapan baru bagi para korban bencana di Sumatera. Mari kita terus mengulurkan tangan dan menunjukkan bahwa kita peduli.












0 komentar:
Posting Komentar