Partisipasi Lomba
Psikologi Lingkungan Esai 9
Jessica Maria 24310420063
Dosen Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta M.A.
Desember 2025
Pada 21 November saya mengumpulkan karya ilustrasi untuk lomba ilustrasi yang diselenggarakan oleh. Kategori yang dilombakan yaitu ilustrasi proses pembuatan tempe, makanan dari tempe, dan . Saya memilih untuk mengikuti kategori proses pembuatan tempe. Alasannya, karena proses pembuatannya lebih mudah diilustrasikan dibanding makanan dari tempe. Ilustrasi itu saya gambar dengan tangan, dan tidak menggunakan software editor tertentu. Sebelum mulai menggambar, saya mencari artikel atau jurnal tentang proses pembuatan tempe. Setelah terkumpul saya buat dalam sebuah ilustrasi yang memiliki tujuh tahap pembuatan tempe. Saya membuat karakter biji kedelai sebagai karakter hidup yang menunjukkan prosesnya tiap tahap. Hidup maksudnya, memiliki mata, mulut, kaki dan tangan. Tahapnya meliputi pencucian, pengupasan, perendaman, perebusan, penirisan; pendinginan dan pengeringan, penambahan ragi, dan inkubasi. Saya membuat ilustrasi berdasarkan tahap seperti di pencucian saya ilustrasikan dengan biji kedelai yang dicuci di bawah keran mengalir. Pengupasan diilustrasikan dengan biji kedelai yang dikupas kulit arinya. Perendaman saya ilustrasikan biji kedelai yang direndam dalam wadah. Perebusan diilustrasikan dengan biji kedelai yang berada dalam panci yang menyala. Ilustrasi penirisan dengan gambar biji kedelai di atas saringan, dan pengeringan dengan gambar biji kedelai yang mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Penambahan ragi diilustrasikan dengan ragi yang ditaburkan di atas biji kedelai dari alat yg mirip penyiram tanaman. Inkubasi saya ilustrasikan dengan karakter yang sudah jadi tempe dan berdiri di atas podium. Ilustrasi ini saya gambar di kertas A3 dan diwarnai dengan cat gouache. Kemudian kertas saya itu di scan untuk dikumpulkan dalam format pdf ke link pengumpulan. Awalnya, saya ingin scan di tempat printing dekat rumah namun ternyata tidak dapat scan ukuran A3, terlalu besar. Jadi, saya scan menggunakan aplikasi di handphone, hasilnya tidak sebagus kalau di tempat printing tetapi tetap saya kumpulkan. Hasilnya dapat dilihat di https://www.instagram.com/p/DRUQ7HaE-4T/?igsh=ajhxZmZjejM4NTY0
Lomba lain yang saya ikuti adalah membuat resep cemilan baru dari biskuit Goriorio dan diselenggarakan oleh Goriorio dan PT. Siantar Top. Kami dibebaskan membuat cemilan apa saja asalkan bahan utamanya adalah biskuit Goriorio. Saya memutuskan untuk membuat truffle, terinspirasi dari truffle coklat. Permen coklat yang kenyal dan dilapisi dengan bubuk cocoa. Resep yang saya buat sedikit berbeda, yaitu menggunakan 12 bungkus biskuit goriorio mini yang saya haluskan dengan food processor dan dicampur dengan dua sendok makan susu bubuk vanila, tiga sendok makan kental manis vanila, dan tiga sendok makan air. Saya campur sampai adonannya menggumpal dan dapat dibulatkan dengan tangan. Adonan harus didiamkan di lemari es sebelum dibulatkan. Setelah dibulatkan adonan saya balur dengan susu coklat bubuk coklat dan vanila. Sebenarnya coklat truffle ini umumnya dibuat dengan coklat dan cream, atau creamcheese jadi rasanya tidak akan terlalu manis. Tetapi, karena harga bahan itu mahal jadi saya cari alternatif yang lebih murah. Saya mengumpulkan kreasi cemilan itu dengan mengunggah di instagram yang mencakup foto saya dengan cemilan dan resepnya di caption. Saya unggah pada 6 Desember 2025. Hasilnya dapat dilihat di https://www.instagram.com/p/DR7Nos3k1IO/?igsh=MW1tajI2NW1ydGxqNw==. Setelah saya mencoba mengikuti kedua lomba ini saya tersadar kalau berpartisipasi dalam lomba membutuhkan keinginan untuk berproses dan memberikan usaha yang terbaik.








0 komentar:
Posting Komentar