Esai 9 - Nasabah Bank Sampah
Muhammad Saifulah Hidayah
24310410010
Reguler A
Psikologi Lingkungan
Dr. Arundati Shinta, M.A
Pengelolaan sampah anorganik masih menjadi persoalan lingkungan yang krusial, khususnya di kawasan perkotaan. Salah satu upaya konkret yang dapat dilakukan masyarakat untuk berkontribusi dalam pengurangan sampah adalah melalui bank sampah. Bank Sampah Mesem yang berlokasi di sekitar Alun-Alun Utara Yogyakarta menjadi salah satu contoh lembaga pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga yang tidak hanya berorientasi pada lingkungan, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan ekonomis.
Sebagai bentuk keterlibatan langsung, saya mendaftarkan diri sebagai nasabah Bank Sampah Mesem dan telah melakukan kegiatan menabung sampah sebanyak tiga kali, yaitu pada tanggal 26 Desember 2025, 2 Januari 2026, dan 9 Januari 2026. Selain itu, saya juga berencana untuk kembali menabung sampah pada tanggal 16 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi pengalaman nyata dalam memahami berbagai sampah yang di produksi, khususnya sampah anorganik, memiliki nilai guna apabila dikelola dengan tepat.
Jenis sampah yang saya tabung meliputi kardus, botol plastik, kaleng, serta tutup atau kap minuman seperti es teh dan minuman kemasan lainnya. Berat sampah yang saya setorkan setiap kali menabung berada pada kisaran 0,650 kg hingga 1 kg. Dari hasil penimbangan dan pencatatan oleh petugas bank sampah, nilai uang yang saya peroleh mencapai nominal cukup ttinggi sebesar Rp900. Meskipun secara nominal jumlah tersebut tidak besar, pengalaman ini memberikan pemahaman saya bahwa sampah bukan semata-mata limbah, melainkan sumber daya yang bernilai.
Pengalaman menarik terjadi pada kunjungan ketiga saya ke Bank Sampah Mesem, ketika saya mendapatkan sabun serbaguna, yaitu produk olahan hasil daur ulang yang diproduksi oleh pihak bank sampah. Produk tersebut tidak hanya memiliki fungsi praktis, tetapi juga menjadi simbol nyata dari proses pengolahan sampah yang berkelanjutan. Hal ini memperkuat kesadaran saya bahwa bank sampah tidak hanya berperan sebagai tempat menabung sampah, tetapi juga sebagai ruang edukasi lingkungan.
Melalui keterlibatan sebagai nasabah Bank Sampah Mesem, saya sebagai mahasiswa merasakan adanya pembentukan perilaku bertanggung jawab terhadap sampah. Kegiatan menabung sampah secara rutin mendorong perubahan pola pikir dari membuang menjadi mengelola. Dengan demikian, bank sampah dapat dipahami sebagai sarana strategis dalam menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus membangun sikap menghargai sampah sebagai bagian dari solusi lingkungan.
Kamis, 8 Januari 2026.








0 komentar:
Posting Komentar