Rabu, 07 Januari 2026

Menjadi Nasabah Bank Sampah



 Esai Ke-8 Menjadi Nasabah Bank Sampah 

Mutiara Ramadani Putri 

24310410061 

Psikologi Reguler 

Dr., Dra. Arundati Shinta M.A. 



Hari jumat 12 Desember 2025 pukul 08.30 WIB saya pergi ke bank sampah Alun-Alun utara tepatnya di dekat gedung PDHI, saya mengumpulkan botol bekas yang berada di rumah dan di sekitar rumah saya. Kebetulan di tempat kerja orang tua saya juga banyak botol plastik yang sudah tidak terpakai, orang tua saya sering mengumpulkan botol tersebut dan dibawa pulang untuk diberikan ke bank sampah. Biasanya jika botol tersebut sudah terkumpul banyak saya dan ibu saya memilah botol tersebut, botol yang masih ada stikernya saya lepas kemudian di masukan kedalam plastik kresek. Jika ada botol yang kotor saya cuci terlebih dahulu, tetapi biasanya kebanyakan botol tersebut bersih jadi saya tidak perlu mencuci botol-botol tersebut. Jika ada botol yang masih ada airnya saya buang airnya dan saya keringkan botolnya sampai benar-benar kering lalu saya pipihkan agar tidak terlalu banyak memakan tempat. Kemudian saya pisahkan juga tutup botolnya. 

 

Ketika sampai di bank sampah langsung di sambut oleh ibu-ibu pengurus bank sampah, saya di arahkan dan diberitahu cara penimbangan sampah. Sampah yang saya bawa beratnya 1,39 jika di rupiahkan Rp. 2008 yang berisi botol dan tutup botol yang sudah saya pisahkan, tetapi stiker botol yang saya pisahkan tidak laku di bank sampah, yang laku jika berwarna putih/bening. Dan ternyata sampah bersih dan kotor itu harganya berbeda kebetulan sampah yang saya bawa itu bersih jadi harganya lumayan mahal dari pada sampah kotor. Dikampung saya juga ada bank sampah tetapi penimbangannya dilakukan 1 bulan sekali biasanya hari minggu di minggu ke-3. Saya dan orangtua saya juga berencana ingin melanjutkan menjadi nasabah bank sampah Alun-Alun, karena jika menunggu bank sampah yang ada di kampung saya itu cukup lama harus menunggu 1 bulan kadang sampah sudah sampai menumpuk dan menuhin tempat. Jadi jika sampah 1 minggu sudah lumayan banyak bisa saya timbang di bank sampah Alun-Alun dan sampah yang minggu selanjutnya bisa di timbang di bank sampah kampung saya.


Dengan menjadi nasabah bank sampah kita dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan mengurangi dampak lingkungan yang negatif. Bank sampah juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Dan juga dapat menghasilkan pendapatan melalui penjualan sampah yang telah dikumpulkan dan pilah. 




0 komentar:

Posting Komentar