Kamis, 08 Januari 2026

Peduli Lingkungan: Mengubah Sampah Menjadi Kompos Kaya Manfaat

 Eksperimen Pembuatan Kompos 

Esai 6 Eksperimen Tentang Sampah

Mata Kuliah Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu Dr. Arundati Shinta, M. A
Andarini Sulistiawati
NIM. 24310410201
Kelas A
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Pada 04 November 2025, saya bersama teman-teman melakukan eksperimen di rumah dosen, Ibu Arundati Shinta. Terdapat beberapa eksperimen yang kita lakukan, di antaranya membuat sabun, membuat kompos, dan belajar membuat gantungan kunci. Eksperimen ini dilakukan agar bisa membantu mengurangi sampah dengan pengelolaan sampah yang tepat. Ekperimen pembuatan sabun agar bisa menghasilkan produk yang ramah lingkungan atau pro lingkungan hidup. Sedangkan, pembuatan gantungan kunci mengajarkan untuk lebih kreatif dan bisa mengurangi rasa malas.

Kompos adalah pupuk organik alami yang dihasilkan dari proses dekomposisi atau pelapukan bahan-bahan sisa organik yang diurai oleh mikroorganisme menjadi materi kaya humus yang menyuburkan tanah dan memperbaiki struktur tanah, menjadikannya lebih gembur, mampu menahan air, dan kaya nutrisi bagi tanaman. Kompos berkualitas baik berwarna gelap (seperti tanah) dan tidak berbau busuk menyengat, serta aman untuk meningkatkan kesehatan tanah dalam jangka panjang. 

Saat itu, saya fokus pada pembuatan kompos bersama sebagian teman-teman yang lain. Saya tertarik pada pembuatan kompos, karena pengomposan membantu mengurangi volume sampah rumah tangga yang berakhir di TPA, sekaligus menghasilkan pupuk organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Saya berfikir bisa menerapkannya di rumah guna mengurangi sampah organik dari limbah rumah tangga.

Bahan-bahan yang kita perlukan, yaitu; Sampah daun, sampah buah, arang/abu sisa pembakaran, daun sirih, EM4 dan gamping. Sedangkan alat-alatnya yaitu ember atau wadah berlubang (atau pot/bak kompos), alat potong/pencacah, alat pengaduk, sarung tangan, tutup ember atau plastik penutup.

Ketika saya datang, proses pembuatan kompos sudah setengah berjalan. Dikarenakan mengalami kendala di jalan, saya dan beberapa teman saya datang terlambat. Oleh karena itu, kami tidak mengikuti proses eksperimen dari awal. Saya membantu menumbuk arang agar lebih halus. Memotong sampah daun. Memetik daun sirih lalu memotong halus. Kemudian mencampurkan semua bahan ke dalam wadah besar, ditambah EM4 dan gamping sesuai takaran. Setelah semua tercampur rata, bahan kompos didiamkan beberapa hari sebelum siap digunakan.

Jika proses berjalan baik, kompos matang berwarna cokelat gelap, berbau seperti tanah hutan, dan bertekstur remah tanpa meneteskan air bila digenggam.​ Kompos dapat digunakan sebagai media tanam (dicampur tanah dengan perbandingan sekitar 1:3 atau 1:4), sebagai pupuk dasar di lahan, atau sebagai mulsa di sekitar tanaman untuk menjaga kelembapan dan menekan gulma.

Eksperimen membuat kompos di rumah dosen ini menjadi pengalaman pertama saya dalam pembuatan kompos. Pengalaman ini menjadi pelajaran penting untuk kemudian diterapkan sendiri atau kembali diajarkan kepada orang lain. Eksperimen ini juga menjadi sarana pembelajaran metode ilmiah dan perubahan perilaku lingkungan pada mahasiswa.

Setelah proses pembuatan kompos selesai, saya berganti tempat untuk bergabung dalam membuat gantungan kunci. Awalnya saya melihat teman-teman yang sibuk melilitkan tali dan meronce manik-manik. Kemudian saya tertarik untuk mencoba. Proses awalnya adalah menyiapkan dua utas tali sepanjang 15cm. Kemudian, mengaitkan tali tersebut pada bahan gantung, lalu mengikatnya dengan simpul jangkar. Setelah dua kali diikat dengan simpul jangkar, kemudian ditaruh manik-manik. Setelahnya diikat dengan dua kali simpul jangkar lagi dan prosessnya berulang hingga kurang lebih ada 5 manik-manik. Setelah selesai lalu diikat dengan tali berwarna coklat untuk mengunci ikatan pada tali. Pembuatan gantungan kunci selesai. Setelah memperhatikan dan mencoba, ternyata asyik dan menyenangkan, karena tidak sulit untuk dilakukan.

Setelah semua kegiatan selesai, dosen memberikan hadiah untuk kami. Yakni satu buah paper bag berisikan 1 botol kompos yang siap digunakan, 1 botol sabun cuci piring, dan 2 gantungan kunci hasil karya yang tadi dibuat. Barang – barang itu sangat berguna, dan tentunya saya gunakan sebagaimana mestinya. 

Daftar pustaka:

Lampung. Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura. (2021). Mengelola Sampah Menjadi Kompos.  https://share.google/lOA4z9IzacDB4KRrS


0 komentar:

Posting Komentar