Eksperimen Pembuatan Kompos
Esai 6 Eksperimen Tentang Sampah
Mata Kuliah Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu Dr. Arundati Shinta, M. A
Andarini Sulistiawati
NIM. 24310410201
Kelas A
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Pada 04 November 2025, saya bersama
teman-teman melakukan eksperimen di rumah dosen, Ibu Arundati Shinta. Terdapat
beberapa eksperimen yang kita lakukan, di antaranya membuat sabun, membuat
kompos, dan belajar membuat gantungan kunci. Eksperimen ini dilakukan agar bisa
membantu mengurangi sampah dengan pengelolaan sampah yang tepat. Ekperimen
pembuatan sabun agar bisa menghasilkan produk yang ramah lingkungan atau pro
lingkungan hidup. Sedangkan, pembuatan gantungan kunci mengajarkan untuk lebih
kreatif dan bisa mengurangi rasa malas.
Kompos adalah pupuk organik alami
yang dihasilkan dari proses dekomposisi atau pelapukan bahan-bahan sisa organik
yang diurai oleh mikroorganisme menjadi materi kaya humus yang menyuburkan
tanah dan memperbaiki struktur tanah, menjadikannya lebih gembur, mampu menahan
air, dan kaya nutrisi bagi tanaman. Kompos berkualitas baik berwarna gelap
(seperti tanah) dan tidak berbau busuk menyengat, serta aman untuk meningkatkan
kesehatan tanah dalam jangka panjang.
Saat itu, saya fokus pada pembuatan
kompos bersama sebagian teman-teman yang lain. Saya tertarik pada pembuatan
kompos, karena pengomposan membantu mengurangi volume sampah rumah tangga yang
berakhir di TPA, sekaligus menghasilkan pupuk organik yang dapat meningkatkan
kesuburan tanah. Saya berfikir bisa menerapkannya di rumah guna mengurangi
sampah organik dari limbah rumah tangga.
Bahan-bahan yang kita perlukan, yaitu;
Sampah daun, sampah buah, arang/abu sisa pembakaran, daun sirih, EM4 dan
gamping. Sedangkan alat-alatnya yaitu ember atau wadah berlubang (atau pot/bak
kompos), alat potong/pencacah, alat pengaduk, sarung tangan, tutup ember atau
plastik penutup.
Ketika saya datang, proses pembuatan
kompos sudah setengah berjalan. Dikarenakan mengalami kendala di jalan, saya
dan beberapa teman saya datang terlambat. Oleh karena itu, kami tidak mengikuti
proses eksperimen dari awal. Saya membantu menumbuk arang agar lebih halus.
Memotong sampah daun. Memetik daun sirih lalu memotong halus. Kemudian
mencampurkan semua bahan ke dalam wadah besar, ditambah EM4 dan gamping sesuai
takaran. Setelah semua tercampur rata, bahan kompos didiamkan beberapa hari
sebelum siap digunakan.
Jika proses berjalan baik, kompos matang
berwarna cokelat gelap, berbau seperti tanah hutan, dan bertekstur remah tanpa
meneteskan air bila digenggam. Kompos dapat digunakan sebagai media tanam
(dicampur tanah dengan perbandingan sekitar 1:3 atau 1:4), sebagai pupuk dasar
di lahan, atau sebagai mulsa di sekitar tanaman untuk menjaga kelembapan dan
menekan gulma.
Eksperimen membuat kompos di rumah dosen
ini menjadi pengalaman pertama saya dalam pembuatan kompos. Pengalaman ini
menjadi pelajaran penting untuk kemudian diterapkan sendiri atau kembali
diajarkan kepada orang lain. Eksperimen ini juga menjadi sarana pembelajaran
metode ilmiah dan perubahan perilaku lingkungan pada mahasiswa.
Setelah proses pembuatan kompos selesai,
saya berganti tempat untuk bergabung dalam membuat gantungan kunci. Awalnya
saya melihat teman-teman yang sibuk melilitkan tali dan meronce manik-manik.
Kemudian saya tertarik untuk mencoba. Proses awalnya adalah menyiapkan dua utas
tali sepanjang 15cm. Kemudian, mengaitkan tali tersebut pada bahan gantung,
lalu mengikatnya dengan simpul jangkar. Setelah dua kali diikat dengan simpul
jangkar, kemudian ditaruh manik-manik. Setelahnya diikat dengan dua kali simpul
jangkar lagi dan prosessnya berulang hingga kurang lebih ada 5 manik-manik.
Setelah selesai lalu diikat dengan tali berwarna coklat untuk mengunci ikatan
pada tali. Pembuatan gantungan kunci selesai. Setelah memperhatikan dan
mencoba, ternyata asyik dan menyenangkan, karena tidak sulit untuk dilakukan.
Setelah semua kegiatan selesai, dosen
memberikan hadiah untuk kami. Yakni satu buah paper bag berisikan 1
botol kompos yang siap digunakan, 1 botol sabun cuci piring, dan 2 gantungan
kunci hasil karya yang tadi dibuat. Barang – barang itu sangat berguna, dan
tentunya saya gunakan sebagaimana mestinya.
Daftar pustaka:
Lampung. Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman
Pangan dan Hortikultura. (2021). Mengelola Sampah Menjadi Kompos. https://share.google/lOA4z9IzacDB4KRrS







0 komentar:
Posting Komentar