Belajar Di TPST Randu Alas
Esai 7 Belajar Di TPST
Mata Kuliah Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu Dr. Arundati Shinta, M. A
Andarini Sulistiawati
NIM. 24310410201
Kelas A
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Psikologi Lingkungan adalah cabang ilmu
psikologi yang mempelajari bagaimana proses mental dan perilaku manusia ketika
mereka berinteraksi dengan lingkungan, baik buatan maupun alami. Begitu banyak
masalah yang terjadi di sekitar kita. Lingkungan hidup dan sosial yang semakin
memburuk, banyak bencana terjadi mengakibatkan hidup tidak aman dan tidak
nyaman. Oleh karena itu, psikologi lingkungan penting untuk dipelajari guna
mengetahui letak permasalahan sehingga dapat mencegah permasalahan terjadi
hingga lebih buruk. Serta dapat mengupayakan untuk mengatasi masalah yang
disebabkan oleh manusia hingga berakibat pada kerusakan alam dan lingkungan
sekitar.
Pada mata kuliah psikologi lingkungan
yang saya pelajari di Universitas Proklamasi 45 ini berfokus pada masalah
sampah. Seperti yang saya ketahui, sampah masih menjadi salah satu sumber
masalah yang menyebabkan banyak bencana dan kerugian. Untuk mengurangi dampak
buruk yang ditimbulkan, kita perlu mengetahui cara yang tempat untuk mengelola
sampah yang kita hasilkan. Pelajaran pengelolaan sampah dapat kita peroleh dari
tempat-tempat yang bersinggungan langsung dengan banyak sampah. Salah satunya
yaitu TPST atau Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu.
Pada 18 Oktober 2025, kami melakukan
kunjungan ke TPST Randu Alas yang berada di Candi Karang, Sardonoharjo, Kapanewon
Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. TPST ini dikelola oleh bapak
Tujono dan beberapa warga sekitar. Dahulu TPST adalah tempat pembuangan sampah.
Semakin lama semakin menumpuk dan tidak terurus. Aroma menyengat yang menyebar
membuat warga daerah sekitar tidak nyaman. Akhirnya pak Tujono dan beberapa
warga sekitar memutuskan untuk mengelola sampah-sampah tersebut dan menjadikan
lokasi pembuangan menjadi TPST.
Pada saat kunjungan, kami mendapatkan banyak
pembelajaran. Sampah yang dikumpulkan oleh TPST Randu Alas berasal dari warga
sekitar, yang secara rutin membayar lalu sampahnya diangkut oleh pengelola
TPST. Terkumpul banyak sekali sampah dari berbagai jenis. Sampah organik dapat
dikembangkan lagi menjadi pupuk kompos, eco enzim, dan pakan magot. Sedangkan
sampah anorganik lebih banyak yang dicacah kemudian dibakar untuk memungurangi
penumpukan sampah. Beberapa sampah anorganik yang dipilah dikembalikan lagi ke
pabrik tempat produk berasal.
Keberhasilan pengelolaan sampah juga bergantung pada kepekaan warga dalam memilah sampah. Pak Tujono menyampaikan bahwa masih terdapat permasalahan di TPST yaitu asap sisa pembakaran yang dianggap masih mengganggu warga sekitar. Kemudian beliau menyampaikan apabila dari teman-teman mahasiswa memiliki inovasi untuk mengurangi permasalahan tersebut.







0 komentar:
Posting Komentar