Kamis, 08 Januari 2026

Belajar Pengelolaan Sampah Di TPST

 

Belajar Di TPST Randu Alas


Esai 7 Belajar Di TPST

Mata Kuliah Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu Dr. Arundati Shinta, M. A
Andarini Sulistiawati
NIM. 24310410201
Kelas A
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Psikologi Lingkungan adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari bagaimana proses mental dan perilaku manusia ketika mereka berinteraksi dengan lingkungan, baik buatan maupun alami. Begitu banyak masalah yang terjadi di sekitar kita. Lingkungan hidup dan sosial yang semakin memburuk, banyak bencana terjadi mengakibatkan hidup tidak aman dan tidak nyaman. Oleh karena itu, psikologi lingkungan penting untuk dipelajari guna mengetahui letak permasalahan sehingga dapat mencegah permasalahan terjadi hingga lebih buruk. Serta dapat mengupayakan untuk mengatasi masalah yang disebabkan oleh manusia hingga berakibat pada kerusakan alam dan lingkungan sekitar.

Pada mata kuliah psikologi lingkungan yang saya pelajari di Universitas Proklamasi 45 ini berfokus pada masalah sampah. Seperti yang saya ketahui, sampah masih menjadi salah satu sumber masalah yang menyebabkan banyak bencana dan kerugian. Untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan, kita perlu mengetahui cara yang tempat untuk mengelola sampah yang kita hasilkan. Pelajaran pengelolaan sampah dapat kita peroleh dari tempat-tempat yang bersinggungan langsung dengan banyak sampah. Salah satunya yaitu TPST atau Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu.

Pada 18 Oktober 2025, kami melakukan kunjungan ke TPST Randu Alas yang berada di Candi Karang, Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. TPST ini dikelola oleh bapak Tujono dan beberapa warga sekitar. Dahulu TPST adalah tempat pembuangan sampah. Semakin lama semakin menumpuk dan tidak terurus. Aroma menyengat yang menyebar membuat warga daerah sekitar tidak nyaman. Akhirnya pak Tujono dan beberapa warga sekitar memutuskan untuk mengelola sampah-sampah tersebut dan menjadikan lokasi pembuangan menjadi TPST.

Pada saat kunjungan, kami mendapatkan banyak pembelajaran. Sampah yang dikumpulkan oleh TPST Randu Alas berasal dari warga sekitar, yang secara rutin membayar lalu sampahnya diangkut oleh pengelola TPST. Terkumpul banyak sekali sampah dari berbagai jenis. Sampah organik dapat dikembangkan lagi menjadi pupuk kompos, eco enzim, dan pakan magot. Sedangkan sampah anorganik lebih banyak yang dicacah kemudian dibakar untuk memungurangi penumpukan sampah. Beberapa sampah anorganik yang dipilah dikembalikan lagi ke pabrik tempat produk berasal.

Keberhasilan pengelolaan sampah juga bergantung pada kepekaan warga dalam memilah sampah. Pak Tujono menyampaikan bahwa masih terdapat permasalahan di TPST yaitu asap sisa pembakaran yang dianggap masih mengganggu warga sekitar. Kemudian beliau menyampaikan apabila dari teman-teman mahasiswa memiliki inovasi untuk mengurangi permasalahan tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar