Esai 6 - Eksperimen tentang sampah Ke rumah Ibu Shinta
Dosen Pengampu Dr. Arundati Shinta, M. A
Erika Fadhilah Umi
24310410203
Kelas A
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Pada Hari Selasa, 4 November 2025 kami mahasiswa Psikologi Universitas Proklamasi 45, berkesempatan mengunjungi rumah Ibu Shinta, sebuah pengalaman yang sangat berkesan dan penuh inspirasi karena jarang-jarang mahasiswa itu berkunjung ke rumah seorang dosen. Dan disana tidak cuma datang terus duduk tidak ngapa-ngapain , tetapi juga sebuah perjalanan untuk memahami bagaimana sampah dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat.
Sebelum kunjungan, kita diberitahu sama Ibu Shinta untuk yang punya cangkang telur dan pisau. Dirumah Ibu Shinta diajarkan berbagai tahapan cara pembuatan kompos, membuat eco enzym, membuat sabun cair ramah lingkungan dan membuat gantungan kunci. Semua kegiatan ini menunjukan betapa kreatif dan inovatifnya Ibu Shinta dalam memanfaatkan sampah menjadi produk yang berguna dan memiliki nilai ekonomi.
Dirumah Ibu Shinta kami banyak diajari cara membuat dari olahan sampah seperti pupuk kompos, sabun cair, gantungan kunci. Saya membantu membuat pupuk kompos.
1.Cara Membuat Pupuk Kompos:
1. Siapkan Bahan:
- Sampah dapur dipotong kecil atau diblender.
- Tambahkan potongan daun sirih dan garam.
2. Campurkan Bahan Kering:
- Campurkan daun kering, sampah dapur, dedak, serbuk gergaji, kapur dolomit, dan arang ke dalam bak kompos.
3. Proses Pengomposan:
- Masukan sampah dapur yang sudah diblender, aduk rata.
- Pastikan kelembaban terjaga dan tidak terlalu basah.
4. Penyelesaian:
- Kompos diaduk 2 hari sekali.
- Setelah 14 hari, kompos siap digunakan.
- Tambahkan arang sekam, dan kompos siap ditebar saat panen.
2.Cara membuat eco enzym:
Eco-Enzyme dibuat dengan perbandingan berat yang baku, yaitu:
1 Bagian Gula (Molase/Gula Merah)
2 Bagian Sampah Organik (Kulit Buah/Sayuran)
Persiapan Bahan:
Wadah: Bersihkan wadah plastik. Pastikan tidak ada sisa bahan kimia atau sabun.
Air: Masukkan air bersih ke dalam wadah (maksimal 60% dari volume total wadah).
Gula: Larutkan gula (1 bagian) ke dalam air (10 bagian) di dalam wadah. Aduk hingga rata.
Sampah Organik: Cuci bersih sampah organik dan potong kecil-kecil (3 bagian). Tiriskan agar tidak terlalu banyak air tambahan.
3. Cara membuat gantung kunci:
Alat dan Bahan:
- Tali Makrame:
Tali katun (cotton rope) atau tali nilon tebal. Warna putih gading seperti di gambar cocok.
Ketebalan sekitar 2mm - 4mm.
- Manik-manik (Beads):
Manik-manik kayu atau plastik dengan lubang yang cukup besar agar bisa dimasukkan tali.
Pilih warna sesuai selera (seperti toska/biru muda dan merah muda/pink di gambar).
Pengait/Gesper:
Pengait kunci atau klip plastik seperti yang ada di gambar.
- Aksesoris Tambahan:
Benang rami/jute tipis (untuk melilit bagian ujung).
Alat Bantu:
Gunting.
Meteran/penggaris.
Selotip atau penjepit (untuk menahan saat menyimpul).
- Langkah-Langkah Pembuatan (Simpul Makrame)
Gantungan kunci ini dibuat menggunakan kombinasi Simpul Kepala (Larks Head Knot) di awal dan Simpul Kotak/Simpul Persegi (Square Knot) untuk bagian utama.
1. Persiapan Tali
Potong tali makrame menjadi dua jenis:
Tali Penahan (Core Cord): 1 helai, sepanjang sekitar 30 cm. Ini adalah tali yang akan menahan manik-manik dan simpul.
Tali Penyimpul (Working Cord): 2 helai, masing-masing sepanjang sekitar 80 cm hingga 100 cm (Simpul kotak membutuhkan tali penyimpul yang lebih panjang).Pasang Tali ke Pengait: Ambil Tali Penahan (Core Cord). Lipat menjadi dua dan masukkan ujung yang melingkar ke lubang pengait, lalu tarik kedua ujung tali melalui lingkaran tersebut (ini adalah Larks Head Knot).
2. Membuat Simpul Awal dan Badan Gantungan
Pasang Tali Penyimpul: Ambil kedua helai Tali Penyimpul. Lipat menjadi dua dan pasang di bawah Tali Penahan, di dekat pengait, menggunakan Larks Head Knot. Sekarang Anda memiliki 4 ujung tali yang menggantung (2 dari Tali Penahan di tengah, 2 dari Tali Penyimpul di sisi luar).
Simpul Kotak Awal: Buat 1 atau 2 Simpul Kotak (Square Knot) untuk mengunci bagian atas:
Simpul Setengah: Buat angka "4" terbalik dengan tali kanan (di atas tali tengah). Masukkan tali kiri di atas ekor "4" terbalik, lalu masukkan tali kiri ke bawah Tali Penahan dan keluar dari lubang "4" terbalik. Tarik kencang.
Simpul Setengah Kedua: Ulangi langkah di atas, tapi kali ini mulailah dari sisi kiri (buat angka "4" biasa). Tarik kencang. (Kombinasi 2 simpul setengah ini adalah 1 Simpul Kotak).
Masukkan Manik-manik: Setelah simpul kotak, masukkan manik-manik pertama (misalnya yang toska) ke Tali Penahan (yang ada di tengah). Geser ke atas, rapat dengan simpul kotak terakhir.
Simpul Kotak Manikin: Buat 1 Simpul Kotak lagi tepat di bawah manik-manik untuk menahan manik-manik tersebut di tempatnya.
Ulangi: Ulangi langkah 3 dan 4 secara bergantian (manik-manik → Simpul Kotak) hingga panjang gantungan yang diinginkan tercapai, dengan mengikuti pola warna (toska, pink, toska, pink, dst.).
3. Finishing (Bagian Ekor)
Setelah simpul kotak terakhir, Anda akan memiliki 4 helai tali.
Gabungkan Ujung: Ikat semua 4 helai tali ini menjadi satu ikatan biasa (seperti simpul tali sepatu) di bagian paling bawah untuk mengakhiri simpul.
Lilitan Rami: Ambil benang rami/jute tipis. Lilitkan dengan rapi beberapa kali di atas simpul akhir yang baru Anda buat, lalu ikat kuat. Ini memberikan sentuhan estetika seperti yang terlihat di gambar.
Potong dan Rumbai: Potong sisa ujung tali di bawah lilitan rami. Anda bisa mengurai atau menyisir tali katun tersebut untuk menciptakan efek rumbai (fray/tassel) seperti pada gambar.
Catatan: Simpul Kotak adalah kunci dari desain ini. Pastikan Anda mengencangkan simpul dengan merata agar bentuk gantungan lurus dan rapi.
Setelah menyelesaikan tugas-tugas tersebut, saya dan teman-teman merasa puas. Kami tidak hanya mendapat keterampilan baru, tetapi juga menyadari bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata memiliki potensi yang besar jika diolah dengan benar. Saya juga belajar bahwa kreativitas tidak memiliki batasan, dan dengan sedikit inovasi, kita dapat menciptakan produk-produk yang bermanfaat dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita.
Di akhir kunjungan, saya dan teman-teman dikasih bingkisan sama Ibu Shinta yang berisi sabun, gantung kunci, pupuk dan paper bag buatan Ibu Shinta sendiri. Kunjungan kerumah Ibu Shinta benar-benar memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya. Saya belajar tentang pemanfaatan sampah, kreativitas, dan pentingnya menjaga lingkungan. Pengalaman ini akan selalu saya ingat dan menjadi inspirasi bagi saya untuk terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.








0 komentar:
Posting Komentar