Belajar Peduli Lingkungan Melalui Bank Sampah
oleh: Deltha Arthaliya
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.
Mengikuti kegiatan bank sampah menjadi pengalaman yang sederhana, tetapi memberi makna yang mendalam bagi saya. Bank Sampah Mesem, yang terletak di barat Alun-Alun Utara Yogyakarta, tepatnya di kawasan Utara PDHI, menjadi ruang belajar yang perlahan mengubah cara pandang saya terhadap sampah. Dari tempat inilah saya menyadari bahwa sampah bukan sekadar sesuatu yang dibuang, melainkan sesuatu yang perlu dikelola dengan kesadaran dan tanggung jawab.
Saya mulai aktif melakukan penyetoran sampah di Bank Sampah Mesem pada tanggal 31 Oktober 2025, kemudian berlanjut pada 28 November 2025 dan 19 Desember 2025. Kegiatan ini mendorong saya untuk lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari, terutama dalam memilah sampah dari rumah. Proses memilah ini terasa sederhana, namun membutuhkan kehadiran penuh dan niat untuk peduli. Dari aktivitas ini, saya belajar bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberi dampak yang berarti.
Bank sampah memiliki peran penting dalam upaya menjaga lingkungan. Dengan adanya bank sampah, masyarakat diajak untuk tidak hanya membuang sampah, tetapi juga memahami jenis dan nilai dari sampah yang dihasilkan. Sampah yang dikelola dengan baik dapat didaur ulang, mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, serta membantu menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Lebih dari itu, bank sampah juga menumbuhkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab atas sampahnya sendiri.
Dalam kegiatan penyetoran, saya membawa sampah yang sudah dipilah dan disiapkan. Sampah yang saya setorkan berupa kardus, yang dapat dikelola kembali melalui sistem bank sampah. Meski terlihat sederhana, kegiatan ini memberi kepuasan tersendiri. Ada rasa tenang ketika mengetahui bahwa sampah tersebut tidak berakhir sia-sia, melainkan akan diproses kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Suasana di Bank Sampah Mesem terasa ramah dan hangat. Proses penyetoran dilakukan dengan tertib dan penuh keakraban. Interaksi sederhana yang terjadi di sana menghadirkan rasa kebersamaan dan kepedulian yang jarang saya temui dalam aktivitas sehari-hari. Bank sampah bukan hanya tempat menabung sampah, tetapi juga ruang sosial yang menghubungkan individu dengan tujuan bersama, yaitu menjaga lingkungan.
Melalui pengalaman ini, saya belajar bahwa pergi ke bank sampah adalah bentuk kepedulian yang nyata dan mudah dilakukan. Tidak diperlukan langkah besar untuk memulai perubahan. Dengan menyetorkan sampah secara rutin, kita sudah ikut berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Bank Sampah Mesem mengajarkan saya bahwa kepedulian dapat tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan kesadaran dan ketulusan.









0 komentar:
Posting Komentar