Rabu, 07 Januari 2026

Implementasi Nilai Kepedulian Sosial Mahasiswa melalui Kegiatan Jumat Berkah dan Aksi Peduli Bencana Sumatra

 Esai Prestasi

Muhammad Saifulah Hidayah

24310410010

Reguler A

Psikologi Lingkungan

Dr. Arundati Shinta, M.A



Mahasiswa tidak hanya diposisikan sebagai subjek akademik yang berorientasi pada pencapaian kognitif, tetapi juga sebagai agen sosial yang memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Kesadaran ini menjadi dasar keterlibatan saya dalam dua kegiatan pelayanan masyarakat, yakni program Jumat Berkah di Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta serta aksi Peduli Bencana Sumatra yang diselenggarakan bersama UPZ pada 19 Desember 2025. Kedua kegiatan tersebut merefleksikan praktik kepedulian sosial yang berangkat dari nilai kebersamaan dan solidaritas, bukan semata-mata capaian individual.

Kegiatan pertama adalah Jumat Berkah yang rutin diselenggarakan setiap hari Jumat di lingkungan Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya berbagi dan empati sosial di kalangan sivitas akademika. Dalam kegiatan ini, peran saya adalah sebagai bagian dari tim pelaksana yang terlibat langsung dalam persiapan dan pendistribusian bantuan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Aktivitas ini bukan dipahami sebagai tindakan filantropi individual, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab kolektif mahasiswa dalam merespons realitas sosial di sekitar kampus. Nilai utama yang saya peroleh dari kegiatan ini adalah kesadaran bahwa tindakan kebaikan lahir dari relasi sosial yang saling menopang, bukan dari upaya personal untuk memperoleh pengakuan.

Kegiatan kedua adalah aksi Peduli Bencana Sumatra yang dilaksanakan pada 19 Desember 2025 di perempatan UPN dan perempatan Janti, Yogyakarta. Kegiatan ini diinisiasi oleh UPZ dengan melibatkan banyak mahasiswa lintas himpunan, masing-masing mengirimkan sekitar lima delegasi, serta seluruh relawan UPZ. Dalam kegiatan ini, saya berperan sebagai koordinator acara. Tugas saya meliputi pengorganisasian relawan, pengaturan titik aksi, serta koordinasi teknis selama penggalangan dana berlangsung. Bersama tim, kami turun langsung ke jalan untuk melakukan orasi kemanusiaan dan menggalang donasi dari para pengguna jalan. Aksi ini menegaskan bahwa kepedulian sosial bukanlah hasil kemampuan individual semata, tetapi buah dari kerja sama, kepercayaan, dan komitmen bersama.

Melalui kedua kegiatan tersebut, saya belajar bahwa pelayanan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari nilai kerendahan hati dan kesadaran akan keterbatasan diri. Pendekatan anti-Pelagianisme tercermin dalam pemaknaan kegiatan sebagai panggilan sosial yang dijalankan secara kolektif, bukan sebagai sarana pembuktian diri. Dengan demikian, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial menjadi ruang pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial yang melampaui kepentingan akademik semata.

Kamis, 8 Januari 2026.


0 komentar:

Posting Komentar