Rabu, 07 Januari 2026

Pengolahan dan menjaga lingkung dengan memahami proses Eco enzym

 Esai 6 - Eksperimen Tentang Sampah

Muhammad Saifulah Hidayah

24310410010

Reguler A

Psikologi Lingkungan

Dr. Arundati Shinta , M.A


Permasalahan sampah merupakan isu lingkungan yang hingga kini belum tertangani secara optimal, terutama pada level rumah tangga maupun mahasiswa. Sampah organik seperti sisa makanan dan kulit buah seringkali berakhir di tempat pembuangan akhir tanpa proses pengolahan yang memadai. Kondisi ini berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan dan peningkatan emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, diperlukan upaya nyata yang dapat dilakukan oleh individu untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab. Salah satu metode yang relatif mudah dan aplikatif adalah pembuatan eco enzym.


Eco enzym merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik berupa sisa buah dan sayuran dengan tambahan gula dan air dalam perbandingan tertentu. Proses fermentasi ini menghasilkan cairan multifungsi yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, serta penghilang bau. Eksperimen pembuatan eco enzym dipilih karena tidak memerlukan teknologi tinggi, biaya murah, dan dapat dilakukan di lingkungan rumah saja.

Dalam eksperimen ini, saya mengumpulkan sampah organik berupa kulit pisang, dan sisa sayuran dari dapur rumah dosen. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan gula merah dan air bersih menggunakan perbandingan 3:1:10. Campuran dimasukkan ke dalam wadah plastik tertutup dan disimpan selama kurang lebih tiga bulan. Selama proses fermentasi, wadah dibuka secara berkala untuk melepaskan gas yang terbentuk. Proses ini mengajarkan kedisiplinan, kesabaran, serta tanggung jawab dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

Hasil dari eksperimen menunjukkan bahwa eco enzim yang dihasilkan memiliki aroma asam segar dan tidak berbau busuk, menandakan fermentasi berjalan dengan baik. Cairan tersebut kemudian diuji coba sebagai pembersih lantai dan penyiram tanaman. Hasil penggunaan menunjukkan bahwa eco enzym cukup efektif menghilangkan bau tidak sedap dan membantu menyuburkan tanaman. Hal ini membuktikan bahwa sampah organik yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.

Eksperimen ini memberikan pemahaman baru bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga individu. Kebiasaan mengolah sampah sejak dari rumah dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada produk kimia. Selain itu, keterampilan ini juga memiliki nilai praktis yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha ramah lingkungan di masa depan, sehingga relevan dengan aspek karir dan kehidupan bermasyarakat.

Melalui pembuatan eco enzym, saya menyadari bahwa rasa malas dan anggapan bahwa pengolahan sampah itu rumit merupakan hambatan utama bagi saya. Namun, setelah praktik langsung dilakukan di rumah dosen, pengolahan sampah ternyata relatif sederhana dan dapat menjadi kebiasaan positif. Oleh karena itu, eksperimen yg dilakukan di rumah dosen diharapkan dapat mendorong mahasiswa dan masyarakat umum untuk mulai mengelola sampah secara mandiri dan bertanggung jawab demi keberlanjutan lingkungan dan juga generasi mendatang.

Kamis 8 Januari 2026


0 komentar:

Posting Komentar