ENDAH LASTRIATI_23310410067
ESAI 4_PERILAKU INOVATIF
KOSTUM ELOK NAN RUPAWAN DARI PLASTIK
Menurut definisi World Health Organization (WHO) sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak diapakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (Chandra, 2006).
Sedangkan sampah anorganik merupakan limbah padat yang sulit terurai oleh alam. Sampah anorganik yang tertimbun di tanah dapat menyebabkan pencemaran tanah karena sampah anorganik tergolong zat yang sulit terurai dan sampah itu akan tertimbun dalam tanah dalam waktu lama, ini menyebabkan rusaknya lapisan tanah. Pengelolaan sampah menggunakan konsep 3R (reuse, reduce dan recycle) selain memiliki manfaat secara ekonomi juga bermanfaat terhadap lingkungan dengan mengurangi timbulan sampah yang terbuang.
Plastik HDPE (High-Density Polyethylene) adalah salah satu jenis plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan plastik HDPE yang berlebihan telah menyebabkan masalah lingkungan yang serius. Salah satu cara untuk mengurangi dampak lingkungan adalah dengan memanfaatkan plastik HDPE bekas menjadi produk yang berguna, seperti kostum anak menari.
Kostum anak menari adalah salah satu contoh produk yang dapat dibuat dari plastik HDPE bekas. Dengan kreativitas dan keterampilan, plastik HDPE bekas dapat diubah menjadi kostum yang unik dan menarik. Proses pembuatan kostum anak menari dari plastik HDPE bekas melibatkan beberapa tahap, seperti pengumpulan plastik HDPE bekas, pembersihan, pemotongan, dan penjahitan.
Pemanfaatan plastik HDPE bekas untuk kostum anak menari memiliki beberapa keuntungan. Pertama, dapat mengurangi jumlah plastik HDPE bekas yang dibuang ke lingkungan. Kedua, dapat menghemat biaya produksi kostum anak menari, karena plastik HDPE bekas dapat diperoleh dengan harga yang murah. Ketiga, dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan anak-anak dalam membuat kostum yang unik dan menarik.
Selain itu, pemanfaatan plastik HDPE bekas untuk kostum elok nan rupawan , yang digunakan anak menari juga dapat meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dengan membuat kostum dari plastik HDPE bekas, anak-anak dapat belajar tentang pentingnya mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang plastik.
Dalam kesimpulan, pemanfaatan plastik HDPE bekas untuk kostum anak menari adalah salah satu contoh cara untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kreativitas anak-anak. Dengan memanfaatkan plastik HDPE bekas, kita dapat membuat produk yang berguna dan menarik, serta meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Daftar Pustaka ;
Jurnal Spasial Volume 5 No, 2 ,2018 ISSN : 2442-3262; ANALISIS KETERSEDIAN PRASARANA PERSAMPAHAN DI PULAU KUMO DAN PULAU KAKARA DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA; Joflius Dobiki, Mahasiswa S1 Program Studi Perencanaan Wilayah & Kota Universitas Sam Ratulangi Manado.






0 komentar:
Posting Komentar