Minggu, 11 Januari 2026

OPPORTUNITY THE LUCKY

  

Opportunity / kesempatan adalah sebuah kata yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Namun, apakah kita pernah berhenti sejenak untuk memikirkan apa arti sebenarnya dari kesempatan ? kesempatan adalah sebuah peluang yang diberikan kepada kita untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan, untuk mencapai tujuan kita, dan untuk membuat perubahan dalam hidup kita. Namun kesempatan tidak selalu datang kepada kita secara otomatis. Kita harus siap dan mampu untuk mengambil kesempatan tersebut. Kita harus memiliki keberanian, kepercayaan diri dan kemampuan untuk mengambil resiko.

Sedangkan Keberuntungan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kemujuran atau keberhasilan. Sedangkan menurut M. Quraish Shihab yang dikutip oleh Yanuar Fahmi: Keberuntungan (al- falāḥ) berarti memperoleh apa yang diinginkan (kebahagiaan).

Keberuntungan sering dianggap sebagai sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Namun pada dasarnya, keberuntungan lebih sering terjadi pada mereka yang terus bekerja keras, berusaha, dan bersiap diri. Ketika kesempatan datang, orang yang sudah siaplah yang mampu mengubahnya menjadi keberhasilan

Bagi yang beruntung, kesempatan adalah sebuah hadiah yang tidak ternilai harganya. Mereka yang beruntung adalah mereka yang memiliki kemampuan untuk melihat kesempatan dan mengambilnya dengan cepat. Mereka tidak membiarkan kesempatan itu berlalu begitu saja, tetapi mereka mengambilnya dan membuatnya menjadi sesuatu yang berharga. Namun, kesempatan tidak hanya bagi yang beruntung saja. Setiap orang memiliki kesempatan untuk membuat perubahan dalam hidupnya. Kita semua memiliki potensi untuk mencapai tujuan kita, tetapi kita harus siap untuk mengambil kesempatan tersebut.

Secara khusus, teori normatif tentang keberuntungan berfokus pada keadaan di mana kesuksesan dapat menjadi indikator yang menyesatkan tentang prestasi —yaitu, ketika kinerja yang lebih tinggi gagal menunjukkan prestasi yang lebih unggul atau menetapkan tolok ukur yang baik untuk pembelajaran dan imitasi.

Dari penelitian yang diklaim ilmiah oleh Profesor Wiseman menemukan 4 ( empat ) factor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial, diantaranya :

1.     Sikap terhadap kesempatan atau peluang ( opportunity ).

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap kesempatan atau peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya kesempatan, pandai menciptakan kesempatan, dan bertindak ketika kesempatan itu datang. Orang beruntung membaca tulisan “ OPPORTUNITY IS NOWHERE sebagai “ OPPORTUNITY IS NOW HERE” Kesempatan adalah SEKARANG, sedangkan orang sial tetap membaca “ OPPORTUNITY IS NOWHERE : Kesempatan tidak ada Dimana-mana “.

2.     Menggunakan Intuisi dalam membuat Keputusan.

Orang yang beruntung ternyatalebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata Sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati Nurani” ( intuisi ) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Orang yang beruntung umumnya memiliki metode untuk mempertajam intuisi, yaitu dengan kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, berfokus pada Tuhan, maka intuisi akan lebih tajam dan mudah diakses. Maka akan semakin sering digunakan intuisi maka akan semakin tajam.

3.     Selalu berharap kebaikan akan datang.

Orang yang beruntung ternyata selalu “gede rasa ( ge-er )” terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan selalu datang kepadanya. Dengan sikap  mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa merekaa, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.

4.     Mengubah hal yang buruk menjadi baik.

Orang-orang yang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan mengubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Apapun situasinya orang yang beruntung pokoknya selalu bersikap positif terus. Orang yang beruntung cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan mengubahnya menjadi keberuntungan.

Prof. Wiseman membuka Sekolah Keberuntungan “ Luck School” dengan menerapkan Formula E + R = O ( Event + Response = Outcome ). Jika kita memperhatikan Orang-orang Beruntung vs Orang-orang Sial, maka perbedaan terletak dalam aplikasi formula berikut E + R = O, prinsip utamnya adalah Kita TIDAK dapat mengubah suatu peristiwa ( Event ) yang TELAH terjadi, tetapi  kita dapat mengubah Response ( R ) untuk memberikan Outcome ( O ) sesuai yang kita inginkan.

Jadi, mari kita tidak membiarkan kesempatan itu berlalu begitu saja. Mari  kita mengambil kesempatam dan membuatnya menjadi sesuatu yang berharga. Mari kita menjadi orang yang beruntung dan membuat perubahan dalam hidup kita.

Kesempatan adalah bagi yang berani, bagi yang percaya diri, dan bagi yang siap untuk mengambil resiko. Jadi, mari kita mengambil kesempatan dan membuat hidup kita menjadi lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA :

-          Luck Factor Hasil Penelitian DR. Richard Wiseman


 

0 komentar:

Posting Komentar