Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Minggu, 24 Mei 2026

Esai 4 Membuat Produk dari Sampah - Arman Ramadhan Zulvian - Psikologi Industri dan Organisasi - 25310410052

 


Nama: Arman Ramadhan Zulvian 

NIM: 25310410052

Kelas: A.Reguler

Prodi: Psikologi 

Mata Kuliah: Psikologi Industri dan Organisasi (PIO)

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

Tanggal Pengerjaan: 24 Mei 2026

ESAI 4: Membuat Produk Dari Sampah

MINI SPEAKER DIY 

  Pernah merasa ga sih, kalau speaker yang ada di handphone kita itu kerasa kurang keras atau kurang jelas? Apalagi kalau lagi denger musik, nonton film, atau mabar rame-rame, suaranya kadang kurang “nendang”. Dari masalah sederhana itu, ternyata barang bekas pun bisa jadi solusi kreatif. Dengan memanfaatkan limbah seperti kaleng Pringles dan plastik sisa, kita bisa membuat mini speaker DIY yang simpel dan tetep fungsional. Selain bikin suara jadi lebih nyaring, kerajinan ini juga jadi bukti kalau sampah bukan cuma barang buangan, tapi bisa jadi sesuatu yang berguna.

    Lalu, bahan dan alat yang digunakan untuk membuat mini speaker DIY ini cukup sederhana dan mudah ditemukan di sekitar kita. Bahkan, sebagian besar alatnya pasti sudah ada di rumah, jadi tidak perlu beli perlengkapan yang mahal. Dengan memanfaatkan barang bekas dan alat sederhana, kita tetap bisa membuat kerajinan yang kreatif, estetik, sekaligus berguna.

Bahan-bahannya:

- 1 buah Kaleng bekas makanan Pringles ukuran besar

- 6 buah Stik es krim 

- Cover Lampu kotak

- 2 botol Le Minerale 

Alat-alatnya:

- Gunting kecil / Cutter

- Lem G

- Lem Tembak

- Mini Grinder

- Pena / Spidol

  Cara pembuatannya juga gampang;

- Pertama, letakkan kaleng ke arah horizontal kemudian, membuat garis-garis tanda dengan pena / spidol untuk dilubangi.

- Kedua, lubangi dengan mini grinder pada bagian, bawah, depan, dan atas kaleng 

- Ketiga, Potong 2 botol le Minerale menggunakan gunting / cutter menjadi dua bagian, gunakan bagian tengah sampai mulut botolnya, penutup botol tidak digunakan.

- Keempat, potong 6 buah stik es krim menjadi beberapa bagian, lalu gunakan lem tembak untuk menempelkan beberapa potongan stik untuk menjadi penyangga bagian bawah samping kanan dan kiri kaleng, sisihkan beberapa potongan stik untuk dijadikan penyangga handphone di bagian atas.

- Kelima, tempel 2 potongan botol tadi ke bagian depan kaleng, kemudian rekatkan dengan lem G 

- Keenam, tempel dengan lem G cover lampu kotak dibagian tengah bawah kaleng untuk menjadi penyangga utamanya

Link Produk:

https://www.facebook.com/share/p/1CCwrqaQtL/

Sabtu, 23 Mei 2026

Esai 2 Review Jurnal - Khummaeranissa Almaqvira

 






Nama             : Khummaeranissa Almaqvira

NIM                  : 25310410002

Prodi               : Psikologi

Mata kuliah  : Psikologi IndustrI dan Organisasi

Tugas esai 2 : Review Jurnal

Dosen pengampu : Dr Arundati Shinta

Tgl/Bln/Tahun    : 13-mei-2026

 

 

ESAI KE 2 RIVEW JURNAL

 

JUDUL : Pengaruh Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap

Kinerja Karyawan PT. Mopoli Raya di Kecamatan Seruway

 

Topik : Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), secara khusus mengenai analisis kinerja karyawan.

 

Sumber : Zulkarnen Mora1*, Icha Fandayani1 & Agung Suharyanto2, 1Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Samudra, Indonesia 2Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Medan Area, Indonesia Diterima: 17 September 2020; Direview: 26 September 2020; Dipublish: 17 Oktober 2020, Vol 3, No. 2, Desember 2020: 487-492, DOI: https://doi.org/10.34007/jehss.v3i2.348

 

Permasalahan

Masalah kepuasan kerja karyawan Beberapa karyawan merasa kurang puas terhadap gaji atau pendapatan yang diterima karena belum mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Dari total 479 karyawan, hanya 83 responden yang dijadikan sampel. Hal ini bisa membuat hasil penelitian kurang mewakili seluruh kondisi karyawan perusahaan.

Tujuan penelitian

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah komitmen kerja dan kepuasan kerja mempengaruhi kinerja karyawan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan sampel 83 karyawan tetap dari total 479 karyawan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, lalu dianalisis menggunakan regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi.

 

Metode Penelitian

  • Populasi & Sampel: Populasi sebanyak 479 karyawan tetap, dengan sampel sebanyak 83 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin.
  • Teknik Sampling: Probability sampling menggunakan metode simple random sampling.
  • Metode Analisis: Analisis regresi linier berganda, uji t (parsial), uji F (simultan), dan koefisien determinasi ($R^2$) menggunakan perangkat lunak SPSS.

                                                                                                                                                                

Hasil penelitian dan pembahasan

o   Model Persamaan Regresi:

           Y = 1,314 + 0,140X_1 + 0,557X_2$$

Artinya, variabel komitmen kerja (X1) dan kepuasan kerja (X2) memiliki arah pengaruh yang positif terhadap kinerja karyawan (Y).

o   Uji Parsial (Uji t):

  • Komitmen Kerja (X1): Memiliki nilai signifikansi 0,212 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen kerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan.
  • Kepuasan Kerja (X2): Memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

o   Uji Simultan (Uji F): Nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti komitmen kerja dan kepuasan kerja secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

o   Koefisien Determinasi (R2) : Nilai R Square  sebesar 0,381. Artinya, kontribusi komitmen kerja dan kepuasan kerja dalam menjelaskan kinerja karyawan adalah sebesar 38,1%, sedangkan sisa 61,9% dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian (seperti kompensasi atau kecerdasan emosional).

 

 Kesimpulan

Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa kepuasan kerja merupakan faktor kunci yang secara signifikan mendongkrak kinerja karyawan di PT Mopoli Raya dibandingkan dengan komitmen kerja. Meskipun komitmen kerja memiliki arah hubungan yang baik (positif), dampaknya secara mandiri tidak begitu nyata terhadap performa karyawan. Namun, ketika kedua aspek ini berjalan beriringan, mereka secara kolektif mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan kinerja organisasi.

Daftar Pustaka

Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS)                                     ISSN 2622-3740 (Online) ,Vol 3, No. 2, Desember 2020: 487-492,  DOI: https://doi.org/10.34007/jehss.v3i2.348

Esai 1 Review video - Khummaeranissa Almaqvira







Nama : Khummaeranissa Almaqvira

NIM : 25310410002

Prodi : Psikologi

Semester : 2

Kelas : A Reguler

Mata Kuliah : Psikologi  Industri & Organisasi

Tugas esai : 1 Review Video

Dosen Pengampu : DR. Arundati Shinta M.A

Tanggal Pembuatan : 21 mei 2026

 

 

ESAI 1 REVIEW VIDEO

 

Judul film : Turning Red

Link video : https://youtube.com/shorts/GU-4oSAwVUY?si=aJ4f7Mx_NofjvWWZ

Chanel Youtube : goofydvani (cuplikan film) 

 

 

 

Isi video

Film Turning Red adalah film animasi fantasi remaja yang diproduksi Walt Disney Pictures dan Pixar Animation Studios. Dalam video cuplikan tersebut menjelaskan bagaimana pentingnya bisa menahan emosi.Dalam film tersebut seorang anak Bernama Mei Lee yang tiba-tiba berubah menjadi panda merah raksasa saat emosinya tidak terkendali dan Film ini menceritakan masa remaja, perubahan emosi, hubungan dengan orang tua, dan proses menerima diri sendiri. Pesannya adalah belajar mengendalikan emosi dan tetap menjadi diri sendiri.

 

Permasalahan

Perubahan emosi yang di alami Mei Lee saat pubertas yang bisa membuat dia berubah menjadi panda merah,mengalami tekanan dari orang tua terutama ibunya karena terlalu mengatur hidupnya,konfilik identitas diri dia bingung akan menjalani hidupnya,mejadi anak “baik” sesuai harapan orang tuanya atau menjadi diri sendiri,dan yang terakhir adalah sangat sulit mengendalikan emosi yang sering memicu masalah di sekolah dan lingkungan.

 

Kritik

Dalam film tersebut memiliki alur yang mudah di tebak seperti film anak-anak lainnya dan tidak terlalu kompleks,pendekatan konflik keluarga,ibu yang memiliki didikan yang cukup keras terhadap anak,dan juga emosi pada remaja meskikup film yang realistis banyak penonton juga memiliki pandangan terlalu “ekstrem” untuk symbol panda merah.

 

Kesimpulan

Turning red mengajarkan kita tentang proses menerima diri sendiri,memahami emosi dan juga hubungan antara anak dan orang tua. Tokoh utama dalam film ini,mengalami perubahan besar saat memasuki masa remaja dan harus mengendalikan perasaan tekanan dari keluarga maupun lingkungan.memalui film ini menunjukan bahwa setiap orang memiliki sisi unik yang tidak perlu disembunyikan,dan memiliki komunikasi yang baik dengan keluarga agar dapat saling memahami.Selain itu film ini menggambarkan bahwa tumbuh dewasa bukan berarti harus menjadi sempurna tetapi harus belajar menerima kekurangan dan menjadi diri sendiri dengan percaya diri.

 

Daftar Pustaka :  Turning Red, chanel youtube @goofydvani, https://youtube.com/shorts/GU-4oSAwVUY?si=aJ4f7Mx_NofjvWWZ








Esai ke - 3_ Wawancara Karyawan _ Putri Kahi Timba_ 25310410006.


Nama                     : Putri Kahi Timba

NIM                        : 25310410006

Kelas                      : A Reguler

Mata Kuliah             : Psikologi Industri dan Organisasi

Tugas esai Ke         : 3_ Wawancara Karyawan

Nama Tugas            :  Mewawancara Karyawan

Dosen Pengampu    : Dr. Arundati Shinta M.A

Tgl, Bulan & Tahun Publikasi: 23 Mei 2026


Esai ke - 4 wawancara karyawan


Situasi Kerja dan Tuntutan Emosional Penjaga Asrama Sekolah Teologi

Tujuan Wawancara

Wawancara mandiri ini dilaksanakan untuk memahami situasi kerja riil di lapangan serta mengidentifikasi permasalahan spesifik dari kacamata Psikologi Industri dan Organisasi (PIO). Melalui penggalian data ini, mahasiswa dapat menganalisis bagaimana beban kerja memengaruhi kondisi psikologis pekerja, serta bagaimana strategi individu dan organisasi dalam menjaga kesejahteraan mental di lingkungan kerja.

Hasil Wawancara

Subjek wawancara adalah Ibu D (inisial), seorang wanita yang bekerja sebagai penjaga sekaligus pengasuh asrama di sebuah sekolah teologi selama kurang lebih satu tahun terakhir. Dalam kesehariannya, subjek menanggung beban aktivitas yang sangat padat sejak fajar menyingsing. Subjek mengawali rutinitasnya pada pukul 04.30 WIB untuk memimpin ibadah renungan pagi bersama anak asrama, lalu memantau kesiapan mereka berangkat kuliah. Memasuki siang hari, subjek siaga mengingatkan jadwal makan siang mahasiswa. Aktivitas berlanjut sore hari dengan mengawasi kegiatan olahraga, dan ditutup dengan memantau waktu belajar mandiri mahasiswa secara ketat mulai pukul 18.30 hingga 20.30 WIB sebelum beristirahat.

Terkait relasi profesional, subjek mengungkapkan bahwa hubungan kerja dengan jajaran dosen maupun pimpinan berjalan dengan sangat baik, harmonis, dan adil. Subjek juga merasa mendapatkan apresiasi yang layak atas kinerjanya. Meskipun pada awal masa kerja subjek sempat mengalami hambatan adaptasi karena harus tinggal di dalam asrama dan menyesuaikan diri dengan sistem peraturan lembaga yang sangat ketat, subjek mampu mengatasi fase tersebut dengan baik seiring berjalannya waktu.

Dampak Masalah pada Individu

Meskipun relasi kerja cenderung positif, subjek menghadapi permasalahan PIO berupa kejenuhan kerja akibat beban tugas berlebih (role overload) dan tuntutan emosional (emotional labor). Subjek kerap kali merasakan kelelahan fisik dan mental yang luar biasa karena harus selalu bersiaga penuh selama 24 jam di asrama, terutama saat merawat anak asrama yang jatuh sakit serta memantau asupan makanan mereka.

Selain kelelahan fisik, gesekan psikologis muncul ketika anak asrama melanggar aturan institusi, seperti larangan keras untuk berpacaran. Menghadapi ketidakpatuhan ini menciptakan dilema batin bagi subjek yang harus tetap sabar sekaligus tegas. Akumulasi dari keluhan inilah yang kemudian memicu stres kerja tinggi, hingga sempat memunculkan keinginan dari dalam diri subjek untuk menyerah dan mengundurkan diri (turnover intention) sebagai penjaga asrama.

Cara Individu Atasi Masalah

Untuk mengatasi stres kerja tersebut, subjek menerapkan strategi koping yang bervariasi. Secara personal, subjek adakalanya memilih memendam sendiri beban pikiran yang dirasakannya, namun di waktu lain subjek mencoba terbuka dengan mendiskusikan masalah tersebut secara asertif kepada pihak terkait di asrama. Ketika suasana hatinya memburuk, subjek segera mengatasinya secara mandiri melalui aktivitas olahraga ringan atau berjalan-jalan keluar asrama demi menyegarkan pikiran.

Di sisi lain, organisasi tempatnya bernaung juga memberikan dukungan sosial yang kuat. Pihak lembaga menyediakan ruang penguatan spiritual dalam bentuk kegiatan saling mendoakan antarstaf serta konsisten memberikan dukungan psikologis. Kehadiran dukungan organisasi yang positif ini terbukti mampu memulihkan motivasi subjek, membantunya mereduksi stres, dan membuatnya tetap bertahan menjalankan perannya di asrama.





 

Esai ke -4_ Membuat produk dari barang bekas_ Putri Kahi Timba_25310410006.

Nama                 : Putri Kahi Timba

NIM                    : 25310410006

Kelas                  : A Reguler

Mata Kuliah        : Psikologi Industri dan Organisasi

Tugas esai Ke     : 4_ Membuat Produk

Nama Tugas        :  Membuat Produk dari barang bekas

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A

Tgl, Bulan & Tahun Publikasi: 23 Mei 2026


Esai Ke - 4 Membuat Produk dari barang bekas


Kilau Limbah: Sentuhan Psikologi Konsumen dalam Bisnis Bunga Kristal Botol Bekas

Dalam psikologi industri, kenyamanan visual di area ruang kerja atau belajar sangat memengaruhi kesejahteraan mental (well-being) dan produktivitas seseorang. Kehadiran dekorasi yang estetik terbukti mampu bertindak sebagai stimulus positif untuk mereduksi stres. Namun, jika ditinjau dari psikologi konsumen, terdapat hambatan persepsi (cognitive barrier) di masyarakat terkait produk daur ulang. Konsumen sering kali mengalami cognitive dissonance; mereka sadar pentingnya menjaga lingkungan, tetapi enggan membeli produk hasil daur ulang karena adanya stigma kognitif bahwa barang dari limbah plastik cenderung kotor dan murahan. Hambatan persepsi inilah yang melatarbelakangi terciptanya produk inovasi "Bunga Kristal Estetik" guna mengubah cara pandang konsumen terhadap nilai estetika sebuah limbah.

Alat dan Bahan Pembuatan Produk
Untuk membuat produk inovasi ini, saya menyiapkan beberapa alat dan bahan yang memanfaatkan limbah rumah tangga, yaitu:
  • Bahan Utama: Botol plastik transparan bekas, kawat kecil untuk tangkai, dan vas bening berbentuk silinder
  • Bahan Dekorasi: Pin payung berwarna-warni (hijau, kuning, biru) untuk putik, dan tali/kertas kuning keemasan untuk membalut kawat.
  • Alat Pembuatan: Gunting/pisau, lilin, korek api, dan lem tembak.
Langkah-Langkah Pembuatan Produk
  • Langkah 1: Menyiapkan Bahan Kelopak Mengumpulkan botol plastik transparan bekas, mencucinya hingga bersih, lalu memotong bagian bawah botol membentuk pola kelopak bunga melingkar yang mekar.
  • Langkah 2: Proses Pembentukan Efek Kristal Nyalakan lilin, lalu panaskan ujung potongan kelopak plastik di atas api secara hati-hati dengan jarak konstan 5 cm agar plastik tidak menghitam, melainkan meliuk alami menyerupai kaca kristal mewah.
  • Langkah 3: Perakitan Putik dan Tangkai Lubangi tengah kelopak bunga, lalu pasangkan pin payung berwarna-warni sebagai putik bunga. Sambungkan kelopak pada kawat tangkai yang telah dibalut warna kuning keemasan menggunakan lem tembak.
  • Langkah 4: Merakit dan Menata di Dalam Vas (Finishing) Tata tangkai bunga kristal secara kokoh di dalam vas silinder bening. Pastikan komposisi warna dan tinggi tangkai terlihat seimbang serta memiliki nilai jual yang menarik.

Proses Pemasaran, Hambatan, dan Solusi

Produk ini dipasarkan secara online seharga Rp10.000 melalui platform TikTok (Photo Mode)
Hambatan produksi terbesar adalah mengontrol fokus saat memanaskan plastik di atas lilin agar tidak rusak. Sementara dari sisi pemasaran, hambatannya adalah skeptisisme konsumen digital yang ragu karena tidak bisa menyentuh fisik produk. Solusinya, saya menerapkan strategi aesthetic framing dengan mengambil foto produk berlatar belakang kayu hangat untuk memicu kesan premium. Pembelian dirancang praktis via Direct Message (DM) atau link di bio profil untuk mempermudah proses pengambilan keputusan konsumen (consumer decision making).

Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan limbah botol plastik bekas mampu menghasilkan produk baru yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai guna (upcycling). Melalui strategi aesthetic framing di TikTok, stigma negatif masyarakat terhadap barang daur ulang dapat dikurangi. Meskipun belum menghasilkan penjualan massal, ketertarikan psikologis dan kesadaran merek (brand awareness) audiens sudah mulai terbangun secara positif melalui interaksi likes pada unggahan foto tersebut.


Foto dari hasil barang bekas :


Esai 3 Wawancara Karyawan - Arman Ramadhan Zulvian - Psikologi Industri dan Organisasi -


Nama: Arman Ramadhan Zulvian 

NIM: 25310410052

Kelas: A.Reguler

Prodi: Psikologi 

Mata Kuliah: Psikologi Industri dan Organisasi (PIO)

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

Tanggal Pengerjaan: 23 Mei 2026


Esai 3: Wawancara Karyawan 

 Pada jam 19.14, hari Jumat, tanggal 22 Mei 2026. Saya mewawancarai teman saya yang berinisial O lewat media sosial di handphone saya. O adalah salah satu karyawan di bagian administrasi dari sebuah perusahaan expidisi. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung pengalaman kerja O di sebuah perusahaan expidisi, mulai dari sistem kerja, relasi interpersonal, serta tingkat kepuasan kerja yang dirasakan oleh O.

 O menjelaskan tanggung jawab utamanya meliputi pembuatan nomor resi, proses pelacakan barang, pendataan tujuan pengiriman, serta penghitungan berat aktual untuk menentukan biaya kirim. Semua aktivitas ini dilaksanakan pada jam kerja 12.00 - 17.00 WIB. Dari pola waktu menunjukkan bahwa perusahaan tersebut menerapkan pola kerja shift atau pembagian jam kerja yang cukup fleksibel.

 Mengenai intensitas beban kerja, O menyatakan bahwa pekerjaannya "tidak terlalu" berat, karena volume tugas yang diberikan tidak berlebih atau masih terkelola dengan baik. Hubungan interpersonal nya pun berjalan dengan baik. O menjalin komunikasi yang baik dengan atasannya maupun rekan sekerjanya. Dari hal ini juga, O menyatakan bahwa ia tidak mendapatkan stres kerja yang berlebihan. Kondisi ini penting karena menciptakan iklim kerja yang suportif dan kolaboratif.

 Dari aspek keadilan, O menilai sistem pembagian tugas sudah adil sesuai dengan bagian masing-masing. Tidak ada ketimpangan beban kerja dan kewenangan antar divisi. O juga merasa bahwa sistem pengupahan dan tunjangan telah sesuai dengan yang diharapkan, sehingga dari aspek finansial ia menyatakan hal ini tidak menjadi sumber ketidakpuasan. 

 O merasa lingkungan di tempat ia bekerja benar benar nyaman dan positif. Dari hal ini, O mengaku puas terhadap pekerjaannya karena bersifat dinamis, tidak monoton, serta memberikan kepuasan batin saat dapat membantu orang lain. Nilai tambah ini tidak selalu ditemukan pada pekerjaan administratif yang cenderung repetitif.

  Secara keseluruhan, hasil wawancara ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja O berasal dari keseimbangan tuntutan tugas, sistem administrasi ekspedisi yang terstruktur, relasi yang sehat,serta keadilan organisasi. Nilai refleksi dari wawancara ini memperkuat pemahaman bahwa produktivitas tidak hanya ditentukan oleh gaji, melainkan juga oleh iklim kerja yang adil, nyaman.


Jumat, 22 Mei 2026

ESSAI 1 : Review Video - Risma Ristiyana

 


Nama : Risma Ristiyana 


Nim : 25310410007

 

Prodi : Psikologi 

 

Semester : 2

 

Kelas : A

 

Mata Kuliah : Psikologi Industri dan Organisasi 

 

Tugas Esai : 1 - Review Video

 

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A

 

ESSAI 1 REVIEW VIDEO 

Judul Video : Spongebob Squarepants | Mobil gelembung | Nickelodeon Bahasa

Like : 89 rb

View : 26 jt

Tahun : Maret 2021

 

Channel : Nickelodeon Bahasa

 

 

ISI VIDEO Video berjudul "SpongeBob SquarePants | Mobil gelembung" ini menceritakan tentang SpongeBob yang kembali mengalami kekecewaan setelah gagal dalam tes mengemudi kapal laut oleh Nyonya Puff. Di tengah rasa putus asanya ia mendapatkan sebuah ide kreatif yaitu untuk menciptakan alternatif kendaraan sendiri dengan bentuk sebuah perahu atau mobil yang terbuat dari gelembung sabun. Dengan keahlian uniknya dalam meniup gelembung, SpongeBob berhasil berkendara di jalan raya tanpa memerlukan Surat Izin Mengemudi atau SIM konvensional. inovasi unik ini segera memicu perhatian dan rasa penasaran dari para warga Bikini Bottom lainnya, termasuk Plankton dan Larry yang tertarik untuk ikut mencoba berkendara dengan kapal gelembung buatan SpongeBob tersebut.

 

PERMASALAHAN : Permasalahan utama dalam cerita ini berpusat pada sikap SpongeBob yang mencari jalan pintas demi dapat berkendara tanpa memedulikan regulasi yang sah. Masalah baru muncul saat tren mobil gelembung ini menyebar ke seluruh warga bikini bottom. Keinginan instan warga kota untuk memiliki kendaraan serupa tanpa memikirkan terlebih dahulu aspek keselamatan memicu potensi kekacauan di jalanan, terutama ketika karakter licik seperti Plankton yang mulai ikut memanfaatkan kondisi tersebut.

 

KEJANGGALAN : Terdapat beberapa kejanggalan yang sangat jelas jika dinilai dengan logika dunia nyata, namun malah menjadi fondasi fiksi yang wajar di dalam serial ini. Pertama, latar tempat menunjukkan sebuah kota sub-akuatik bernama Bikini Bottom yang dipenuhi oleh hal unik, seperti sebuah rumah berbentuk nanas di dalam laut, jalanan beraspal yang tetap kering, dan kendaraan berbentuk kapal yang berlaku seperti mobil di atas daratan. Kedua, aspek biologis yang diabaikan melalui karakter siput laut milik Spongebob yang mengeluarkan suara mengeong seperti kucing.

Selain hukum alam yang terabaikan, hukum fisika dalam episode ini juga sangat janggal karena sebuah gelembung sabun yang rapuh dapat menahan tubuh pengemudi dan berjalan di jalan raya. Hal ini diperparah oleh aturan hukum lalu lintas yang sangat bebas, di mana petugas kepolisian langsung membebaskan SpongeBob dari tilang hanya karena sebuah argumen jika mengendarai gelembung tidak memerlukan kepemilikan SIM.

 

KRITIK : Secara keseluruhan, episode ini sangat menghibur dengan komedi visual yang ringan. Namun, alur ceritanya terasa terlalu singkat dan terburu-buru dalam menyelesaikan konflik. Pesan moral tentang pentingnya mematuhi aturan berkendara juga jadi kabur karena penyelesaian masalah yang terlalu dipermudah. Meski begitu, kualitas dubbing bahasa Indonesia di video ini sangat natural dan ekspresif.

 

KESIMPULAN : Video "SpongeBob SquarePants | Mobil gelembung" merupakan tontonan komedi yang sangat menghibur. Melalui narasi yang sederhana, cerita ini mengingatkan penonton tentang bagaimana ambisi dan keinginan instan sering membuat seseorang mengabaikan  aturan keselamatan yang berlaku. Walaupun dipenuhi dengan berbagai kejanggalan logika kartun yang tidak masuk akal, tayangan ini tetap memiliki daya tarik yang kuat berkat visualnya yang lucu dan penyampaian cerita yang interaktif, menjadikannya sebuah hiburan fantasi yang menyenangkan tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga bagi orang dewasa.

 

DAFTAR PUSTAKA : Nickelodeon Bahasa. SpongeBob SquarePants | Mobil gelembung | Nickelodeon Bahasa. YouTube, diakses Mei 2026.

 

https://youtu.be/-H7BHCLDtVQ?feature=shared

ESSAI 2 : Review Jurnal - Risma Ristiyana

 


Nama : Risma Ristiyana


Nim : 25310410007

 

Prodi : Psikologi 

 

Semester : 2

 

Kelas : A

 

Mata Kuliah : Psikologi Industri dan Organisasi 

 

Tugas Esai : 2 - Review Jurnal

 

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A

  


ESSAI 2 REVIEW JURNAL



JUDUL : MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN KINERJA KARYAWAN PERUSAHAAN ASURANSI X.

 

TOPIK : Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan di perusahaan asuransi x semarang.

 

SUMBER : Saragih, D. E. G., & Pramudita, D. P. D. (2024). MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN KINERJA KARYAWAN PERUSAHAAN ASURANSI X. Jurnal Akuntansi dan Manajemen, 35(1), 59-72.

 

PERMASALAHAN : Perubahan lanskap bisnis yang bergerak sangat cepat di era modern ini menuntut setiap organisasi, khususnya perusahaan asuransi untuk memiliki sumber daya manusia yang adaptif dan memiliki kinerja tinggi. Pada Perusahaan Asuransi X yang berada di Semarang, target bisnis yang fluktuatif sering menjadi beban tersendiri bagi para karyawan.

Fenomena yang ditemukan di lapangan ini menunjukkan bahwa adanya kesenjangan performa antarindividu. Sebagian karyawan mampu mencapai target secara konsisten, sementara itu sebagian lainnya mengalami penurunan produktivitas. Masalah utamanya adalah bagaimana fluktuasi kinerja ini berakar dari tingkat motivasi yang masih belum merata serta kondisi lingkungan kerja yang belum sepenuhnya mendukung kenyamanan karyawan dalam bertugas.

 

TUJUAN : Untuk menganalisis dan membuktikan pengaruh motivasi kerja secara parsial terhadap peningkatan kinerja karyawan, mengetahui kontribusi lingkungan kerja terhadap optimalisasi performa, serta menguji coba pengaruh yang dihasilkan secara simultan antara variabel motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.

 

ISI: Membahas definisi ketiga variabel utama penelitian berdasarkan landasan teori manajemen sumber daya manusia. Motivasi kerja didefinisikan sebagai dorongan psikologis yang menggerakkan seseorang agar mencapai hasil kerja yang optimal. Lingkungan kerja ini mencakup seluruh kondisi fisik maupun non-fisik di sekitar tempat kerja yang memengaruhi kenyamanan karyawan. Sedangkan kinerja karyawan merupakan hasil dari kerja secara kualitas dan kuantitas yang telah dicapai dalam melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan.

 

METODE PENELITIAN : Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sampel berjumlah 34 orang karyawan diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda yang diproses lewat software SPSS untuk melihat pengaruh parsial maupun simultan.

 

HASIL : Variabel motivasi kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan (signifikansi < 0.05). Nilai Koefisien Determinasi (R^2) menunjukkan bahwa sebesar 63,6% variasi pada kinerja karyawan dapat dijelaskan secara simultan oleh variabel motivasi kerja dan lingkungan kerja, sedangkan 36,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian seperti kompetensi dan kompensasi.

 

DISKUSI : Jurnal ini sangat relevan karena membuktikan bahwa aspek psikologis dan kondisi fisik tempat kerja memegang peran krusial bagi produktivitas perusahaan. Manajemen tidak bisa hanya menuntut pemenuhan target yang tinggi tanpa melakukan investasi pada skema insentif, kejelasan karier, serta suasana kantor yang minim tekanan negatif guna menjaga performa karyawan tetap stabil.

 

DAFTAR PUSTAKA : Saragih, D. E. G., & Pramudita, D. P. D. (2024). MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN KINERJA KARYAWAN PERUSAHAAN ASURANSI X. Jurnal Akuntansi dan Manajemen, 35(1), 59-72.

 

https://jam.stieykpn.ac.id/index.php/jam/article/download/131/32

 

Esai 3 Wawancara Karyawan - Andreas Gilchrist Olezka_25310410009_Psikologi Industri Dan Organisasi





Nama : Andreas Gilchrist Olezka

NIM : 25310410009

Prodi : Psikologi

Semester : 2

Mata Kuliah : Psikologi Industri & Organisasi

Tugas ke : Esai 3

Dosen Pengampu : Dr Arundati Shinta M.A

Publikasi : Jumat, 22 Mei 2026



Subjek Wawancara

K adalah seorang pemuda yang bekerja di sebuah toko mainan anak-anak skala besar di Yogyakarta. K bekerja sebagai Store Assistant sekaligus penanggung jawab area pajangan (visual merchandiser) di toko tersebut. K sudah mendedikasikan dirinya di toko mainan ini selama kurang lebih 1,5 tahun.




Hasil Wawancara

Dalam menjalankan pekerjaannya, K menghadapi berbagai hambatan yang cukup menguras energi fisik dan emosionalnya. Dari lingkungan internal tim, toko mainan tersebut menerapkan sistem target penjualan individu yang sangat ketat, sehingga memicu persaingan tidak sehat antarkaryawan, rekan kerja cenderung saling berebut pelanggan dan enggan membantu saat toko sedang ramai. Hambatan ini diperparah oleh sistem manajerial toko yang kurang profesional, seperti keterlambatan pencairan bonus penjualan bulanan dan sistem inventaris barang digital yang sering error (stok di komputer berbeda dengan barang asli di gudang). Beban kerja K juga meluas di luar batasan kerja (jobdesk), di mana ia sering kali harus merangkap sebagai tenaga keamanan toko, kasir cadangan, hingga bertugas membungkus kado dalam jumlah ratusan saat musim liburan tanpa kompensasi tambahan. Tekanan kerja terasa berat karena jam kerja yang panjang (sistem shift berdiri sepanjang hari) serta kelelahan mental akibat menghadapi komplain dari orang tua yang tidak sabar atau anak-anak yang merusak sampel mainan. Di sisi lain, suasana gudang penyimpanan juga kurang kondusif karena rekan kerja lebih memilih bermalas-malasan di balik tumpukan kardus daripada membantu merapikan stok mainan baru. Masalah privasi pun menjadi isu, di mana manajer toko sering memanfaatkan grup WhatsApp kerja untuk menanyakan urusan pribadi karyawan di luar urusan toko. Gabungan dari faktor-faktor ini sangat memengaruhi kenyamanan dan menurunkan motivasi kerja K sehari-hari.




Danpak Masalah Pada Individu

Berbagai hambatan yang terjadi di lingkungan kerja tersebut memberikan dampak yang nyata dan signifikan terhadap kondisi kesejahteran K, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Secara fisik, jam kerja yang panjang dengan sistem shift berdiri sepanjang hari serta beban kerja berlebih di gudang membuat K sering mengalami kelelahan fisik , nyeri otot kaki, dan gangguan pola tidur yang menyebabkan daya tahan tubuhnya menurun.




Cara Individu Mengatasi Masalah

Untuk menghadapi masalah tersebut, K menerapkan strategi penanganan stres yang berfokus pada dua pendekatan utama, yaitu penyelesaian masalah secara langsung  dan pengelolaan emosi.K mengambil tindakan nyata berupa pembuatan jadwal harian yang sangat terstruktur untuk membagi energi fisiknya, serta mempraktikkan komunikasi asertif dengan berani menolak secara halus tuntutan di luar jobdesk jika kapasitas fisiknya sudah tidak memungkinkan. Ia juga secara proaktif mencatat data stok barang secara manual di buku saku pribadinya untuk mengantisipasi ketidakakuratan sistem inventaris digital toko yang sering kali mengalami gangguan.

ESAI 4 MEMBUAT PRODUK DARI BARANG BEKAS_WULAN FEBRIYANI

 



Nama: Wulan Febriyani

NIM: 25310410008

Prodi: Psikologi

Semester: 2

Kelas: A

Mata Kuliah: Psikologi Industri & Organisasi

Tugas Esai: 4 Membuat Produk Dari Barang Bekas

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A

Tanggal Publikasi: 22 Mei 2026

 

ESAI 4 MEMBUAT PRODUK DARI BARANG BEKAS

 

Tugas esai ke-4 ini saya membuat sebuah produk yaitu ”dompet mini” dari sedotan plastik. Dompet ini dibuat secara handmade dengan memanfaatkan sampah sedotan menjadi barang yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai jual. Bentuknya kecil dan saya buat dengan perpaduan warna yang menurut saya menarik yaitu dengan warna ungu, pink, biru, dan sebagainya sehingga produk itu terlihat lucu, menarik dan aesthetic.

Bahan & Alat:

  1. Sampah sedotan plastik
  2. Resleting
  3. Lem tembak
  4. Gunting

 

Cara Membuat:

  1. Bersihkan sedotan bekas menggunakan air sampai bersih.
  2. Keringkan dengan handuk atau di jemur hingga kering.
  3. Potong sedotan menjadi dua bagian sama panjang.
  4. Lipat potongan sedotan lalu masukkan salah satu ujungnya ke lubang pada sisi satunya agar saking mengunci dan lebih mudah dianyam.
  5. Silangkan sedotan satu persatu hingga membentuk pola kotak sebagai dasar anyaman.
  6. Anyam secara perlahan dan berulang sampai membentuk bagian bawah dompetnya.
  7. Lanjutkan anyaman ke bagian samping hingga membentuk badan dompet.
  8. Memasang resleting pada bagian atas menggunakan lem tembak agar dompet dapat dibuka dan ditutup dengan mudah dan aman.
  9. Rapikan ujung sedotan yang masih keluar agar hasil dompet terlihat lebih rapi dan menarik.

 

Cara Mendapatkan Bahan

Untuk mendapatkan sampah sedotannya, saya meminta bantuan kepada beberapa warung yang menjual jajanan anak-anak yang ada di dekat rumah saya agar mengumpulkan sedotan bekas yang masih layak untuk digunakan. Setelah sedotan terkumpul, sedotan dibersihkan terlebih dahulu supaya lebih higenis dan layak digunakan untuk kerajinan.

 

Kesulitan dan Tantangan:

Kesulitan yang saya alami saat membuat produk ini adalah menjaga anyaman agar tetap rapi dan tidak longgar. Jika ukuran sedotan tidak sama hasil anyaman bisa terlihat miring. Selain itu, proses menganyam membutuhkan kesabaran dan ketelitian karena harus menyusun pola satu per satu.

Saat membuat dompet ini saya juga beberapa kali mengalami kesalahan karena kurang teliti dalam menyusun pola anyaman, sehingga beberapa bagian harus saya bongkar dan saya buat ulang lagi dari awal. Proses tersebut cukup memakan waktu dan membuat saya harus lebih fokus saat menganyam produk ini. Setelah mencoba beberapa kali mencoba, akhirnya di percobaan ketiga dalam proses pembuatan berjalan dengan lancar dan hasilnya bagus dan rapi.

Memasang resleting juga cukup sulit karena harus benar-benar pas agar bentuk dompetnya tetap bagus, rapi dan kelihatan menarik ketika digunakan.

Daftar Pustaka

Jinkychannel8319. 2021.Cute Small Bag || Straw Bag || Pink & Violet || Tutorial How To Make. YouTube. Diakses pada 1 Mei 2026, dari YouTube. https://youtu.be/EsWonCkuTPY?si=GYqy_mIkmMrJfPGE

LINK TIK TOK PRODUK

https://vt.tiktok.com/ZSxy9ueqD/


Foto dengan produk: