Rabu, 20 Mei 2026

Esai 3-Wawancara Karyawan-Psikologi industri & Organisasi-Febri Ayu A. Ngoranoka-25310410004

 



NAMA                         : FEBRI AYU A. NGORANOKA           

NIM                             : 25310410004 

KELAS                        : A (REGULER)

MATA KULIAH          : PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI

TUGAS ESAI              : 3 WAWANCARA KARYAWAN

NAMA TUGAS           : ESAI WAWANCARA KARYAWAN

DOSEN PENGAMPU : Dr. Arundati Shinta M.A

TGL/BLN/THN PUBLIKASI: 21 MEI 2026.


Esai ke-3 wawancara karyawan

Pada tanggal 21 mei tahun 2026 saya mewawancarai salah satu karywan, dia berinsial E. E ini Adalah sarjana teologi, salah satu karyawan yang bekerja di Lembaga pelayanan anak.

Awal mula ia bekerja di tempat tersebut, E ini merasa senang, Bahagia karena mendapatkan pekerjaan. Itu salah satu hal yang ia syukuri karena mendapatkan pekerjaan, Dimana pekerjaan itu yang ia impikan yaitu melayani di ladang tuhan.

Seiring berjalannya waktu E mendapatkan kepercayaan dari bos, segala sesuatu yang menyangkut pekerjaan atau pelayanan di Lembaga tersebut atasan atau bos nya E ini sangat mempercayai kepada E. namun karena sikap atau Tindakan E yang kurang hati-hati dalam tanda kutip (kecerobohan). E ini dapat kehilangan kepercayaan dari atasannya atau bos tersebut, di karenakan E ini kurang hati-hati dalam menjalani tugas pekerjaannya. Nah dari situlah rasa ketidaknyamannya E muncul dalam pekerjaannya tersebut.

Hambatan yang E rasakan seperti itu yaitu ketidaknyamanan. Dikarenakan yaitu tadi karena kecerobohannya atau tindakannya yang kurang hati-hati. Namun bukan itu saja hambatan yang E alami, tetapi juga ada hambatan lainnya yaitu keterbatasan yang E alami menyangkut dengan kemampuan yang E alami bahkan Kesehatan fisik maupun rasa malas itu yang selalu menghantui si E ini. Terlepas dari itu E juga merasakan ketidaknyamanan dengan teman-teman sekerjanya di karenakan factor penyesuaian diri dengan teman-teman pekerjaannya.

Dengan hamabatan tersebut yang E alami dalam pekerjaannya. Muncullah  rasa kesadaran diri E, dari situ ia  berusaha untuk memperbaiki semuanya baik permasalahannya dengan  atasan atau bos, serata berusaha untuk menyusuaikan diri dengan teman-teman pekerjaannya.

Dan itulah  Solusi yang E lakukan dalam menghadapi rasa ketidaknyamanan tersebut yaitu memperbaiki semuanya dalam tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang karyawan di Lembaga tersebut. Serta belajar untuk saling memahami dengan teman-teman pekerjaannya. Dari itu semua E sudah Kembali bersemangat dan rasa ketidaknyamanan itu sudah tidak ada lagi yang E rasakan di dalam pekerjaannya yang ia lakukan. Dengan demikian E sudah bekerja dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab yang besar terhadap pekerjaannya.

Kesimpulan Hasil Wawancara dengan Saudara E

Secara keseluruhan, perjalanan karier E di Lembaga Pelayanan Anak ini merupakan sebuah proses dinamika adaptasi, evaluasi diri, dan pemulihan profesional. Berawal dari motivasi yang mulia, E sempat menghadapi fase penurunan performa dan krisis kepercayaan, namun berhasil bangkit melalui kesadaran diri (self-awareness) yang kuat.

Berikut adalah poin-poin utama yang merangkum dinamika tersebut:

1. Fase Awal: Motivasi dan Kebahagiaan Kerja

E mengawali pekerjaannya dengan rasa syukur dan kebahagiaan yang besar. Sebagai seorang Sarjana Teologi, pekerjaan di lembaga ini merupakan wujud nyata dari impian hidupnya, yaitu melayani di "ladang Tuhan". Motivasi spiritual yang kuat ini membuatnya sempat mendapatkan kepercayaan penuh dari atasannya.

2. Fase Hambatan: Kecerobohan dan Krisis Kepercayaan

Seiring berjalannya waktu, E mengalami penurunan kinerja akibat kurangnya kehati-hatian (kecerobohan) dalam menjalankan tugas. Dampak dari hal ini cukup signifikan:

  • Kehilangan Kepercayaan: Hubungan profesional dengan atasan merenggang karena hilangnya rasa percaya dari sang bos.
  • Hambatan Internal: E bergumul dengan keterbatasan kemampuan, masalah kesehatan fisik, serta rasa malas.
  • Hambatan Eksternal: E mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri (adjustment) dengan lingkungan teman-teman sekerjanya.
  • Dampak Psikologis: Akumulasi dari masalah-masalah di atas menimbulkan rasa ketidaknyamanan yang mendalam bagi E dalam bekerja.

3. Fase Solusi: Kesadaran Diri dan Pemulihan

Titik balik terjadi ketika muncul kesadaran diri dari dalam diri E. Alih-alih menyerah atau menyalahkan keadaan, E memilih mengambil langkah solutif yang bertanggung jawab:

  • Perbaikan Kinerja: Memperbaiki kesalahan kerja demi memulihkan kepercayaan atasan dan berkomitmen penuh pada tugas serta tanggung jawabnya.
  • Adaptasi Sosial: Belajar untuk saling memahami dan menyesuaikan diri dengan rekan-rekan kerjanya.

Hasil Akhir (Kondisi Saat Ini)

Melalui upaya perbaikan tersebut, E berhasil mengatasi seluruh hambatan yang ada. Rasa tidak nyaman yang sempat menghantuinya kini telah hilang. Saat ini, E telah kembali bersemangat, bekerja dengan baik, dan menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar di lembaga pelayanan tersebut.

 


0 komentar:

Posting Komentar