NAMA : FEBRI AYU A. NGORANOKA
NIM : 25310410004
KELAS : A (REGULER)
MATA KULIAH : PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI
TUGAS ESAI : 3 WAWANCARA KARYAWAN
NAMA TUGAS : ESAI WAWANCARA KARYAWAN
DOSEN PENGAMPU : Dr. Arundati Shinta M.A
TGL/BLN/THN PUBLIKASI: 21 MEI 2026.
Esai ke-3 wawancara karyawan
Pada tanggal 21 mei tahun 2026 saya mewawancarai salah satu
karywan, dia berinsial E. E ini Adalah sarjana teologi, salah satu karyawan
yang bekerja di Lembaga pelayanan anak.
Awal mula ia bekerja di tempat tersebut, E ini merasa senang,
Bahagia karena mendapatkan pekerjaan. Itu salah satu hal yang ia syukuri karena
mendapatkan pekerjaan, Dimana pekerjaan itu yang ia impikan yaitu melayani di ladang
tuhan.
Seiring berjalannya waktu E mendapatkan kepercayaan dari
bos, segala sesuatu yang menyangkut pekerjaan atau pelayanan di Lembaga tersebut
atasan atau bos nya E ini sangat mempercayai kepada E. namun karena sikap atau Tindakan
E yang kurang hati-hati dalam tanda kutip (kecerobohan). E ini dapat kehilangan
kepercayaan dari atasannya atau bos tersebut, di karenakan E ini kurang
hati-hati dalam menjalani tugas pekerjaannya. Nah dari situlah rasa ketidaknyamannya
E muncul dalam pekerjaannya tersebut.
Hambatan yang E rasakan seperti itu yaitu ketidaknyamanan. Dikarenakan
yaitu tadi karena kecerobohannya atau tindakannya yang kurang hati-hati. Namun bukan
itu saja hambatan yang E alami, tetapi juga ada hambatan lainnya yaitu
keterbatasan yang E alami menyangkut dengan kemampuan yang E alami bahkan Kesehatan
fisik maupun rasa malas itu yang selalu menghantui si E ini. Terlepas dari itu
E juga merasakan ketidaknyamanan dengan teman-teman sekerjanya di karenakan factor
penyesuaian diri dengan teman-teman pekerjaannya.
Dengan hamabatan tersebut yang E alami dalam pekerjaannya. Muncullah
rasa kesadaran diri E, dari situ ia berusaha untuk memperbaiki semuanya baik permasalahannya
dengan atasan atau bos, serata berusaha
untuk menyusuaikan diri dengan teman-teman pekerjaannya.
Dan itulah Solusi yang
E lakukan dalam menghadapi rasa ketidaknyamanan tersebut yaitu memperbaiki
semuanya dalam tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang karyawan di Lembaga tersebut.
Serta belajar untuk saling memahami dengan teman-teman pekerjaannya. Dari itu
semua E sudah Kembali bersemangat dan rasa ketidaknyamanan itu sudah tidak ada
lagi yang E rasakan di dalam pekerjaannya yang ia lakukan. Dengan demikian E
sudah bekerja dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab yang besar terhadap
pekerjaannya.
Kesimpulan Hasil Wawancara dengan Saudara E
Secara keseluruhan, perjalanan karier E di Lembaga Pelayanan
Anak ini merupakan sebuah proses dinamika adaptasi, evaluasi diri, dan
pemulihan profesional. Berawal dari motivasi yang mulia, E sempat menghadapi
fase penurunan performa dan krisis kepercayaan, namun berhasil bangkit melalui
kesadaran diri (self-awareness) yang kuat.
Berikut adalah poin-poin utama yang merangkum dinamika
tersebut:
1. Fase Awal: Motivasi dan Kebahagiaan Kerja
E mengawali pekerjaannya dengan rasa syukur dan kebahagiaan yang besar. Sebagai seorang Sarjana Teologi, pekerjaan di lembaga ini merupakan wujud nyata dari impian hidupnya, yaitu melayani di "ladang Tuhan". Motivasi spiritual yang kuat ini membuatnya sempat mendapatkan kepercayaan penuh dari atasannya.
2. Fase Hambatan: Kecerobohan dan Krisis Kepercayaan
Seiring berjalannya waktu, E mengalami penurunan kinerja
akibat kurangnya kehati-hatian (kecerobohan) dalam menjalankan tugas. Dampak
dari hal ini cukup signifikan:
- Kehilangan Kepercayaan: Hubungan profesional dengan atasan merenggang karena hilangnya rasa percaya dari sang bos.
- Hambatan Internal: E bergumul dengan keterbatasan kemampuan, masalah kesehatan fisik, serta rasa malas.
- Hambatan Eksternal: E mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri (adjustment) dengan lingkungan teman-teman sekerjanya.
- Dampak Psikologis: Akumulasi dari masalah-masalah di atas menimbulkan rasa ketidaknyamanan yang mendalam bagi E dalam bekerja.
3. Fase Solusi: Kesadaran Diri dan Pemulihan
Titik balik terjadi ketika muncul kesadaran diri dari dalam
diri E. Alih-alih menyerah atau menyalahkan keadaan, E memilih mengambil
langkah solutif yang bertanggung jawab:
- Perbaikan Kinerja: Memperbaiki kesalahan kerja demi memulihkan kepercayaan atasan dan berkomitmen penuh pada tugas serta tanggung jawabnya.
- Adaptasi Sosial: Belajar untuk saling memahami dan menyesuaikan diri dengan rekan-rekan kerjanya.
Hasil Akhir (Kondisi Saat Ini)
Melalui upaya perbaikan tersebut, E berhasil mengatasi
seluruh hambatan yang ada. Rasa tidak nyaman yang sempat menghantuinya kini
telah hilang. Saat ini, E telah kembali bersemangat, bekerja dengan baik, dan
menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar di lembaga pelayanan tersebut.







0 komentar:
Posting Komentar