Untuk mengatasi berbagai hambatan kerja, D aktif terjun ke dalam berbagai organisasi. Melalui organisasi, D mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen waktu secara praktis, sekaligus memperluas jaringan relasinya. Keterlibatan aktif ini membantu D untuk tetap produktif dan memiliki saluran energi positif untuk menyalurkan energinya di luar rutinitas pekerjaan yang menjenuhkan. D juga menggunakan waktunya dalam kegiatan sosial yang lebih luas, seperti mengemban tanggung jawab sebagai Duta Sastra Indonesia. Peran ini menjadi sebuah bentuk aktualisasi diri untuk meningkatkan minat literasi masyarakat juga melestarikan kekayaan bahasa dan sastra. Melalui kegiatan sosial ini, D berhasil mengembangkan sisi kemanusiaan dan dirinya secara utuh, hal inilah yang memberikan kepuasan batin dan dampak positif terhadap kerjanya secara keseluruhan. Strategi ini menjadi solusi efektif bagi D untuk tetap bertumbuh di tengah keterbatasan lingkungan kerjanya
Rabu, 13 Mei 2026
Home »
» ESSAI 3 : wawancara karyawan
ESSAI 3 : wawancara karyawan
Nama : Risma Ristiyana
Nim : 25310410007
Kelas : Reguler (A)
Mata Kuliah : PIO
Dosen Pengampu : Dr., Dra. Arundati Shinta, M.A
D adalah seorang karyawan yang bekerja di sebuah salon di jogja. D bekerja sebagai beautician di salon tersebut, D sudah bekerja di salon tersebutkurang lebih 2 tahun.
HAMBATAN HAMBATAN KERJA.
Dalam bekerja, D tentunya mengalami berbagai macam hambatan diantaranya: kondisi lingkungan kerja di mana rekan kerja kurang menunjukkan soliditas yang bercampur dengan budaya senioritas yang masih kental. Hal ini tentunya menciptakan sekat komunikasi yang baik bagi tim. Selain faktor internal tim, D juga dihadapkan dengan masalah manajerial yakni keterlambatan gaji yang berulang dan manajemen perusahaan yang cenderung stuck tanpa adanya perubahan, baik secara operasional maupun administrasi. Beban kerja D semakin terasa berat karena sering kali harus mengerjakan tugas yang sebenarnya di luar jobdesk miliknya. Tekanan kerja yang tinggi dan jam kerja yang relatif panjang menjadi tantangan fisik dan mental bagi D. Di sisi lain, suasana studio juga kurang mendukung produktivitas karena rekan kerja yang lebih memilih menghabiskan waktu untuk bergosip daripada mengasah kemampuan diri. Masalah privasi juga menjadi isu sensitif bagi D, dimana batasan privasi sering kali dilanggar oleh rekan yang terlalu ikut campur hal pribadi. Gabungan dari faktor-faktor ini secara signifikan sangat memengaruhi kenyamanan dan ritme kerja D sehari-hari.
USAHA MENAIKKAN KINERJA
Untuk menaikkan kinerja, D melakukan berbagai faktor baik internal maupun eksternal : D melakukan serangkaian langkah perbaikan diri secara keseluruhan. Fokus utama D yakni menjaga keseimbangan antara fisik dan mental, hal ini dilakukan dengan memastikan waktu istirahat yang cukup dan rutin berolahraga agar energi tetap terjaga. D juga berusaha keras untuk membangun pola pikir (mindset) yang positif dan kokoh agar tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan yang toxic. Selain aspek kesehatan, D juga aktif dalam pengembangan kompetensi teknis dan profesiona, yakni ia mulai mendalami skill digital yang relevan seiring perkembangan zaman serta memperkuat personal brandingnya supaya memiliki nilai yang lebih baik di dunia kerja, ia juga membangun jaringan atau networking, karena ia menyadari bahwa dukungan dari relasi luar dapat memberikan sudut pandang baru dan peluang yang lebih luas. Usaha-usaha ini dilakukan untuk memastikan bahwa kualitas kinerjanya tetap meningkat meskipun berada dalam lingkungan yang toxic.
REALISASI USAHA (solusi)







0 komentar:
Posting Komentar