Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Senin, 11 Juni 2018

Sanata Dharma Berbagi#5

Meretas Diskriminatif dan Kekerasan Kolektif
Ningnurani, Fak: Psikologi, UP 45 Yogyakarta



"Amok adalah salah satu ganguan psikologis yang disebabkan oleh budaya. Terbentuknya cara pandang yang superior menjadikan sekelompok orang dalam masyarakat menindas serta melakukan intimidasi bahkan perbuatan yang meresahkan serta tidak menyenangkan bagi kaum inferioritas". Itulah kutipan pernyataan yang di sampaikan oleh Bp. Tri Subagya mengawali sesi tanya jawab. Serta dilanjutkan oleh Ibu Monic yang menyatakan jika,  " Pemberdayaan psikologis dan internal itu sangat berpengaruh besar bagi para penyandang disabilitas".

Acara seminar yang di pandu oleh moderator Bp. Edward Theodorus, M.App. Psy, dan narasumber Bp. Y. Tri Subagya, MA., Ph.D serta Ib. Monica Eviandaru Madyaningrum M. App.Psych., Ph.D, mengambil tema "Menyoal Identitas, Meretas Diskriminasi, dan Kekerasan Kolektif". Berlangsung pada hari jumat ( 8/06/2018), di ruang Koendjono Gedung Pusat Kampus Lt.4, Kampus Mrican, Universitas Sanata Dharma, yang dimulai dari pukul 08.30 - 13.00 Wib, yang di hadiri kurang lebih 150 -an peserta yang terdiri dari sifitas akademika, dosen, dan para pengiat LSM di seluruh kota Yogyakarta, bahkan ada yang datang dari Semarang serta Papua.  Dari Universitas proklamasi 45 Yogyakarta diwakili oleh Ning Nurani serta dosen Fakultas Psikologi yaitu bapak Indra Wahyudi.

Seminar ini berlangsung dengan ceramah interaktif yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama di sampaikan oleh Bp. Tri Subagya dengan tema " Relasi Identitas Etnik dan Agama Terhadap Kekerasan Kolektif". Pada sesi pertama ini diberi lima orang yang berkesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan menanggapi materi yang telah disampaikan.

"Kekerasan muncul jika negara ini lemah, dan tidak banyak politisi yang mampu mengambil resiko serta keputusan. Dan disisi lain ketidak hadiran Negara dalam berbagai kasus kekerasan yang muncul". Itulah jawaban dari Bp. Tri. S menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh salah satu mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.

Menurut Ibu monic, yang  membawakan tema menggunakan " Pendekatan Kritis dalam Studi Disabilitas untuk Menyoal Psikologi yang Diskriminatif". Menyatakan jika orang dengan disabilitas yang tidak berdaya secara ekonomis akan menjadikan ketidakberdayaan dalam semua aspek. Hambatan kultural juga sering terjadi pada interaksi sehari-hari. Dan seharusnya kita memanusiakan manusia."

Seminar ini ditutup oleh moderator dengan sebuah kesimpulan  "Bahwa hidup bersama bisa dilakukan jika kita mau bersama dan adil".

Ucapan terima kasih kepada :
1. Bp. Ir Bambang Irdjanto, Rektor UP 45
2. Ib. Dra Muslimah Z. R, Msi, Dekan UP 45
3. Ib. Dewi Handayani, Warek II UP 45
3. Bp. Fx wahyu W, Dosen Fakultas Psikologi



Pemberian Materi oleh Para Narasumber

Foto Bareng Bersama Bp. Tri Subagya ( Salah satu narasumber )


Sertifikat Seminar






Rabu, 06 Juni 2018

Psikologi Berbagi#4

Dengan Berbagi,  Kita Tumbuhkan Rasa Empati

Ningnurani,  Fak: Psikologi (B'16) UP 45 Yogyakarta



Kemampuan berempati seharusnya dimiliki oleh semua orang, karena biasanya kemampuan ini muncul pada usia sekolah dasar atau sekitar usia enam tahun. Yang membedakan perasaan empati seorang individu dengan lainnya adalah tingkat kedalaman perasaan dan cara menunjukkan perasaan empati tersebut. Pentingnya empati dapat dilihat pada kesehatan hubungan antar personal seseorang, yang dapat merasakan perasaan orang lain namun tetap dapat menjaga keutuhan pikirannya sendiri. Sehingga orang tersebut tetap memiliki integritas dan identitasnya sendiri.



Rasa empati itu akan muncul apabila kita sering melatihnya.  Sebagai salah satu contoh menumbuhkan rasa empati yaitu dengan adanya "Psikologi Berbagi" yang dilakukan oleh mahasiswa/i fakultas Psikologi kelas B angkatan 2016. Acara ini di dahului dengan pembagian takjil di kawasan jalan profesor Herman Yohanes sampai jalan Kaliurang Km 10. Lalu dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama  yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa/i kelas B'16, yang bertempat di hotel Boutique Yogyakarta. Acara berbagi takjil dan bukber ini terselenggara atas kerjasama dengan pihak sponsor " Djee Colection " dan juga para donatur yang tidak mau di sebutkan namanya.  Pencarian donatur ini berlangsung selama 4 hari dengan mendapatkan total dana sebesar 800.000,- Rupiah. 




Acara Psikologi Berbagi takjil ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan oleh para mahasiswa/i fakultas Psikologi kelas B'16, dan sebagai wujud nyata implementasi dari terapam disiplin ilmu yang sudah kita pelajari serta upaya nyata untuk ikut memperkenalkan fakultas Psikologi dan Universitas Proklamasi 45 Khususnya. 


Ucapan Terimakasih :

1. Bp.  Ir Bambang Irdjanto,  Rektor UP 45
2. Ib.  Dra.  Muslimah  Zahro Romas,  Dekan UP 45
3. Ib.  Arundhati Shinta,  Dosen UP 45
4. Ib.  Dewi Handayani,  Warek II UP 45 
4. Bp.  Fx.  Wahyu Widiatoro,  Dosen UP 45
5. Djee Colection,  Sponsor
6. Hamba Allah, Sponsor



Pembagian Takjil 


Buka Bersama di Hotel Boutique Yogyakarta










Jumat, 01 Juni 2018

Biola Japrak dari Kulon Progo yang Tembus Pasar Italia hingga Rusia


Edzan Raharjo - detikFinance
Salah satu dari tugas mading saya adalah tentang biola homemade dari Kulon Progo,karya dari Japrak (48) warga Gerbosari, Samigaluh, Kulon Progo, DIY. Japrak telah membuat biola selama bertahun-tahun. Meski dibuat di tempat sederhana dan jauh dari kota, biolanya diminati konsumen mancanegara. Bahkan

Senin, 16 April 2018

Plus Minus Ojek Online


https://static.viva.co.id/thumbs3/2018/03/26/5ab8c87964eb4-ojek-online-uber-dan-grab_665_374.jpg 
Maraknya transportasi online di Indonesia selain menimbulkan dampak positif ternyata juga menimbulkan dampak negatif. Sebagian besar pengguna jasa ojek online

Tentang Pernikahan Dini


Risiko Menikah Muda Seperti Pasangan Anak SMP 15 Tahun yang Viral 
Kasus yang terjadi Bantaeng, Sulawesi Selatan, ternyata tahun lalu juga terjadi pada dua sejoli asal Baturaja, Sumatera Selatan. Mereka sempat bikin heboh karena pernikahannya. Karena pasangan ini menikah di usia yang

Remaja Dan Obesitas


Menurut pandangan Erikson, remaja berada dalam tahap masa krisis identitas. Hal ini mendorong para remaja mencari identitas diri dengan cara menjadi seorang individu yang “sempurna”. Kebanyakan

Minggu, 15 April 2018

FENOMENA KIDS JAMAN NOW

Psikologi Sosial
Oleh : Riyanti
NIM : 17.310.410.1163



Pernah mendengar kalimat kids jaman now? Sebenarnya apa maksud dari kids jaman now? Sebenarnya ini adalah kalimat yang saya pikir lucu,karena memang ada 3 kata dari 2 bahasa yang tergabung menjadi satu. Kids artinya anak-anak, dan now artinya sekarang. kids jaman now maksudnya anak-anak jaman sekarang.
Masih belum pasti siapa yang pertama kali mencetuskan kalimat ini, namun dari salah satu website,ternyata kalimat yang sedang viral ini awalnya diunggah oleh akun palsu dengan nama Seto Mulyadi.
Lalu kenapa disebut sebagai kids jaman now? Karena perilaku anak-anak jaman sekarang amatlah berbeda dengan perilaku anak-anak jaman dulu. Salah satu faktor penyebab tentunya pola asuh,teknologi dan lingkungan yang menyebabkan perkembangan anak menjadi menyimpang.
Lalu sebenarnya perkembangan sendiri itu apa?
Menurut pakar psikologi Erik Erikson, yang terkenal dengan teori perkembangan psiko sosial bahwa kepribadian manusia berkembang dalam beberapa tingkatan. Salah satu komponen dari teori ini adalah perkembangan persamaan ego yang berkembang dari interaksi sosial. Perkembangan ego berubah berdasarkan pengalaman,interaksi sosial,dan informasi baru yang didapatkan.
Dan menurut Sigmund Freud perkembangan adalah dimana anak-anak mencari kesenangan dari energi yang dimiliki.
Dengan demikian perilaku  fenomena kids jaman now ini karena perkembangan pada individu tersebut mengedepankan ego dan kesenangan diri. Sedang sejatinya anak perlu pendampingan orangtua atau orang dewasa dalam setiap perkembangannya. Jika tidak maka akan muncul dan semakin banyak kids jaman now yang perkembangannya sudah tidak sesuai dengan usianya.
Lalu apa yang terjadi terhadap kids jaman now ini? Perbedaan,itu yang terjadi. Ada beberapa perbedaan anak jaman dulu dan jaman sekarang,berikut perbedaanya:
1. Permainan
Di jaman saya masih kecil,bermain lompat tali,petak umpet dan kelereng sudah menjadi kegiatan yang menyenangkan. Anak jaman sekarang kurang begitu mengenal permainan tersebut,apalagi anak anak yang sudah menegnal gawai.
2. Lagu
Lagu anak-anak jaman dulu adalah lagu-lagu yang ceria,lagu anak. Anak jaman sekarang sering terpapar lagu orang dewasa, bahkan dibeberapa kasus anak anak menyukai lagu dangdut.
3. Gaya berpakaian
Anak jaman sekarang tentunya lebih modis dalam hal berpakaian,meniru cara berpakaian orang dewasa atau tokoh tertentu.
4. Aturan berkendara
Anak jaman dulu,jalan jalan dengan dibonceng sepeda saja sudah amat senang, sedang anak jaman sekarang masih sekolah SD sudah lihai menggunakan sepeda motor
5. Sikap
Anak jaman sekarang,bahkan yang masih duduk dibangku SD sudah mempunyai akun medsos, sering berkeluh kesah di media sosial. Yang harusnya tempat bercerita mereka adalah orangtua atau orang terdekat mereka, anak jaman now lebih senang mengungkapkan perasaanya di media sosial.
Perbedaan tersebut di atas memang dipengaruhi oleh perkembangan jaman dan kemajuan teknologi. Sudah sepantasnya jika anak-anak tidak dibiarkan tumbuh terlalu bebas dan tidak terkontrol seperti apa yang terjadi pada fenomena kids jaman now. Peran orangtua,sekolah,lingkungan sangat penting bagi proses perkembangan setiap anak.

Daftar Pustaka
Sumartiningsih,Dien. (2002). Diktat atau catatan kuliah Psikologi Perkembangan.
http//www.theory of psychosocial.com
http//www.kompasiana.com


PENDIDIKAN SEKS SEJAK DINI,PERLUKAH?


Psikologi Sosial 
Oleh : Riyanti
NIM : 17.310.410.1163

Belum lama ini, ramai diberitakan di media cetak, media sosial maupun media elektronik tentang kasus asusila yang terjadi di Salatiga. Kasus ini dilakukan oleh sepasang mahasiswa-mahasiswi, yakni MW (22) dan FM (23). Keduanya nekat berbuat mesum di dalam sebuah masjid yang berada di sebuah perkampungan. Berdasarkan rekaman cctv,sejoli ini melakukan aksi mesum pada Senin, 9 April 2018 pada pukul 10.30 WIB.
Kasus yang terjadi di Salatiga tersebut merupakan salah satu dari masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Menurut ahli Soetomo masalah sosial adalah suatu kondisi yang tidak diinginkan terjadi pada warga masyarakat. Menurut ahli lain, Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian yang terjadi dan bisa membahayakan kehidupan kelompok sosial masyarakat lainnya. Dan menurutnya faktor penyebab masalah sosial karena : faktor ekonomi,faktor biologis, faktor psikologis dan faktor kebudayaan.
Lalu sebenarnya apa yang terjadi,sehingga sejoli tersebut nekat melakukan tindakan asusila tersebut. Tentu sebagai orang awam kita tidak bisa langsung menuduh,berspekulasi sendiri tanpa mengobservasi atau mewawancarai mereka sendiri
Bisa saja mereka belum paham dan mengerti atau malah sengaja melakukan seks sebelum menikah. 
Mungkin jika mereka mendapatkan pendidikan seks sejak dini,kejadian tersebut tidak akan terjadi. Lalu seberapa penting pendidikan seks sejak dini?
Pendidikan seks bisa ditanamkan sejak dini saat anak mulai mengenal dan mampu membedakan jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Menurut Freud,tahapan perkembangan psikoseksual yang dilalui anak terbagi menjadi beberapa fase,yakni:
1. Fase pragential, fase dimana anak belum menyadari fungsi dan perbedaan alat kelamin.
2. Fase phallus, saat anak mulai menyadari perbedaan jenis kelamin
3. Fase laten, dimana minat seksual berkembang , di akhir fase inianak mulai beranjak tertarik dengan lawan jenis.
Sebaiknya di masa ini, dan sejak dini memang anak perlu mendapatkan pendidikan seks, mengenal pembelajaran jenis kelamin. Dan pembelajaran tersebut juga berkaitan dengan segala sesuatu mengenai organ reproduksi. Termasuk pula cara merawat kebersihan dan menjaga kesehatan organ vital. Selain itu pendidikan seks juga bertujuan agar anak mampu menjaga dirinya sendiri,meminimalkan risiko pelecehan seksual,hingga hamil di luar nikah. Juga meminimalkan seks bebas pada remaja seperti kasus di atas.


Daftar Pustaka :
Andika, Alya.(2010).Ibu,Dari Mana Aku Lahir.Yogyakarta: Pustaka Grhatama
John W. Santrock.(2011). Masa Perkembangan Anak. Jakarta : Salemba Humanika
www.tribunnews.com

Sabtu, 14 April 2018

TIPS MENGATASI STRESS SAAT MENCARI KERJA



RENI SURYANI
FAK. PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
17.310.410.1169

Biasanya , para lulusan baru atau fresh graduate berlomba-lomba menyelesaikan pendidikannya, untuk memperoleh gelar dan mencari kerja yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Namun , kenyataan tidak semudah yang dipikirkan. Nyatanya, masih banyak jumlah orang yang belum memiliki pekerjaan, alias menganggur. Berdasarkan hasil catatan Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2016, ada sekitar tujuh juta orang di Indonesia yang masih menganggur. hal ini dapat  menimbulkan kesehatan mental bagi mereka yang masih berusaha mendapatkan pekerjaan. Contoh masalah kesehatan mental yang disebabkan oleh menganggur adalah stres dan depresi. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, tak jarang berujung pada gangguan kejiwaan dan bunuh diri. Namun kita bisa mencegah dan mengatasinya.

 Apa saja hal yang bisa dilakukan untuk mengelola stres saat mencari pekerjaan?

1. Jangan mengurung diri di rumah Salah satu cara mengatasi stress mencari kerja adalah dengan mengeksplor diri seluas mungkin. Memang, ada rasa minder jika belum mendapatkan pekerjaan akan memengaruhi seseorang sehingga malas  keluar rumah. Padahal, hal ini salah. sebaiknya dianjurkan untuk lebih banyak berinteraksi dengan bersosialisasi dengan masyarakat atau hal lain di luar sana. Atau  melakukannya dan mendapatkan banyak manfaat dengan beberapa cara seperti ambil kursus keahlian. Dengan mengikuti kursus atau pelatihan diri di bidang-bidang tertentu, seseorang diharapkan dapat membangun dan menggali kemampuannya. Nanti ketika akan  melamar pekerjaan lagi, dia sudah siap untuk bersaing dan bekerja.  Mengikuti kursus juga  memperluas jaringan dan mendapatkan banyak pengalaman. Jadi relawan. Menjadi volunteer atau relawan sebuah acara bisa meningkatkan rasa bahagia dan rasa mengasihi satu sama lain. Bonusnya,  bisa meningkatkan koneksi relasi sambil menambah-nambah pengalaman dalam curriculum vitae.

 2. Atur rencana keuangan selagi menganggur banyak  yang tidak khawatir dengan masalah keuangan saat sumber mata pencaharian tetap belum ada. Hal ini umumnya sering menjadi sumber masalah stres dan depresi pada orang yang sedang mencari kerja. Daripada bingung  dan tidak menghasilkan hal apapun, ada baiknya mulai mengatur rencana keuangan. Catat dan tuliskan biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Luangkan waktu untuk membuat anggaran. Mulai dari biaya ongkos mencari pekerjaan, kebutuhan makan sehari-hari, sampai baju yang akan dibeli saat hendak melamar kerja. Dengan begitu,  tidak akan tiba-tiba kaget dan stres berat ketika uang di tabungan sudah benar-benar mepet. Ini juga bisa jadi motivasi buat mencari pekerjaan secara realistis.

 3. Refleksi diri sambil cari kegiatan lain individu  juga perlu melakukan refleksi diri di sela-sela mencari pekerjaan. Refleksi diri atau bercermin pada diri sendiri bisa menjadi salah satu hal yang bisa mencegah stres mencari kerja. Saat , orang akan lebih fokus mencari solusi, bukan fokus mencari siapa yang bisa disalahkan. cermati lagi proses  mencari kerja. Misalnya memastikan tidak kesalahan dalam penulisan di CV, melamar ke perusahaan yang merupakan bidang keahlian Anda, atau bahkan berlatih melakukan wawancara kerja. Sambil intropeksi diri, kita juga bisa mengistirahatkan diri dengan melakukan hal yang disukai. Coba mulai dari hal kecil, contohnya membersihkan kamar, berkebun, atau menggeluti hobi. Hal itu bisa menjauhkan Anda dari stres mencari kerja.



FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN KARAKTER PADA ANAK


Reni Suryani
Fak Psikologi
Universitas Proklamasi 45
17.310.410.1169

       Setiap anak mempunyai karakter yang berbeda-beda dalam bersikap dan bertindak. Pembentukan karakter pada seorang anak tentunya dipengaruhi oleh berbagai macam hal, baik itu lingkungan keluarga ataupun lingkungan tempat anak bersosialisasi. Akan tetapi faktor yang  memberikan  dampak paling besar tehadap pembentukan karakter seorang anak adalah lingkungan terdekat anak yaitu keluarga.Sikap dan kebiasaan orangtua dalam sebuah keluarga akan menjadi dasar terbentuknya karakter seorang anak. Sikap orangtua secara tidak langsung akan ditiru dan dipelajari oleh anak-anak. Oleh karena itu, sikap dan tindakan Anda ketika berada di depan anak harus senantiasa dijaga supaya anak tumbuh dengan karakter dan pribadi yang baik.


       Lingkungan Keluarga. Merupakan  faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan karakter seorang anak. Seperti yang kita ketahui kalau keluarga merupakan lingkungan terdekat bagi anak. Akan tetapi ter dalam sebuah keluarga, ada anak yang hanya mempunyai kedekatan dengan salah satu anggota keluarga seperti ibu atau ayah. Oleh karena itu perlu diseimbangkan kedekatan anak dengan semua anggota keluarga supaya pembentukan karakter pada anak tidak dominan dipengaruhi oleh salah satu sikap daro orangtua.Semua anggota keluarga harus memberikan sikap yang baik sehingga anak akan memiliki karakter dan kepribadian yang baik. Sikap baik dan buruk yang terjadi dalam keluarga akan berpengaruh dan berdampak terhadap pertumbuhan serta pembentukan karakter seorang anak.

     Sikap dari orangtua. Faktor selanjutnya yang sangat penting dalam memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter seorang anak. Cara orangtua dalam mendidik dan bersikap terhadap anak akan memberikan karakter yang berbeda pada anak. Oleh karena itu sikap dan cara berkomunikasi yang baik harus senantiasa ditunjukan oleh orangtua. Peran , orangtua merupakan panutan bagi anak,  perilaku dan perbuatan yang dilakukan oleh orangtua dalam lingkungan keluarga cenderung akan ditiru oleh anak-anak. Orangtua harus menjadi panutan dan memberikan contoh yang baik karena hal posistif akan membantu perkembangan anak dan pembentukan karakter anak  yang lebih baik.

      Lingkungan sosial anak. Biasanya anak akan bersikap lebih aktif dan lebih terbuka ketika berada di lingkungan keluarga.Namun saat berada di lingkungan lain, anak biasanya terlihat lebih pendiam dan tertutup. Jika  anak hanya cenderung terhadap satu lingkungan maka hal ini bisa berdampak buruk terhadap sikap anak ketika sudah dewasa. Peran sebagai orangtua sangat dibutuhkan untuk menyeimbangkan interaksi anak dalam lingkungan keluarga dan lingkungan sosial. Sikap orangtua, lingkungan keluarga dan lingkungan sosial sangat berperan penting dalam pembentukan karakter seorang anak.

Artikel Psi Sosial ke 5

PEDAGANG DAN SAMPAH DI RUANG PUBLIK
SOBAR HIKMAH
173104101172
PSIKOLOGI SOSIAL

Kawasan Titik Nol Kilometer kembali menjadi sorotan dengan maraknya pedagang asongan dan sampah yang berserakan membuat kumuh dan kotor,yang seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang publik justru semakin semawrut dan tidak nyaman.Sekretaris Daerah(Sekda) DIY Gatot Saptadi mengatakan sudah mendapat laporan terkait problematika tersebut,namun tindakan dilapangan secara bulat memang belum dilakukan.
Sekretariat Bersama (Sekber) Kistimewaan tengah menyiapkan langkah-langkah guna menindaklanjuti sejumlah problematika yang muncul seteah revitalisasi Titik Nol Kilometer maupun kawasan keistimewaan lainnya seperti kawasan semi pedestrian Malioboro dan sebagainya.
Gatot mengakui setelah direvitalisasi,tentunya aspek pemeliharaan yang selanjutnya menjadi PR terbesar,Pemerintah Daerah (Pemda) DIY tidak akan tinggal diam dan akan berusaha untuk mewujudkan kebersihan maupun keamanan kawasan tersebut.Selain itu keterlibatan pengguna atau masyarakat juga diharapkan berpartisipasi menjaga kebersihan.
“Prinsipnya kawasan Titik Nol Kilometer untuk masyarakat dari masyarakat yang dikelola bersama-sama.karena kebersihan dan ketertiban menjadi prioritas pasca revitalisasi Titik Nol Kilometer,tanpa pemeliharaan penataan hanya akan sia-sia atau percuma,”tandas mantan Asisten Perekonomian dan Pembanguanan Sekda DIY.
“Dengan adanya revitalisasi dititik nol diharapkan kawasan itu bisa dimanfaatkan sebagai ruang public.Semua itu akan bisa diwujudkan,apabila masyarakat bisa proaktif dalam menjaga kebersihan dikawasan tersebut,”ungkap Djoko Dwiyanto.
SUMBER:Kedaulatan Rakyat,Selasa,20 Maret 2018.

Artikel Psi Sosial ke 4

MENGATASI MASALAH DENGAN BIJAK
SOBAR HIKMAH
173104101172
PDIKOLOGI SOSIAL

Setiap masalah pada seseorang akan menjadikan pengalaman baru,yang akan menjadi peluang untuk lebih maju dan berkembang,sedang seseorang yang berpikir psimistis cenderung melihat peluang sebagai masalah yang harus dihindari.Padahal disetiap masalah pasti ada peluang .Kata Aris Ahmad Jaya,dalam bukunya yang berjudul 30 Hari Mencari Jati Diri.
Tentu saja dengan sikap mereka yang membedakan,orang yang bijak akan menghadapi masalah dengan penuh keyakinan,namun orang yang tidak tau cara mengatasi masalah akan mengeluh dalam kesehariannya.Kita tidak boleh menolak datangnya masalah namun kita bisa mencegah atau mengatasinya,karena dalam sebuah kehidupan penuh dengan persoalan hidup.Banyak orang yang mencari solusi masalah tanpa mencari sebab terjadinya masalah,sama saja kita kita membersihkan curahan air hujan dari genteng yang bocor tanpa menambal bocornya genteng di atap rumah,tentu hal semacam ini percuma saja karena masalah akan selalu berdatangan tanpa henti.
Aris menjelaskan ada tiga langkah cerdas menghadapi masalah yaitu:
Langkah pertama,dengan melangkah setahap demi setahap,Artinya tidak ada bangunan yang tidak dimulai dengan batu pertama dan akan menjadi kokoh.
Langkah kedua,belajarlah dari kesalahan diri sendiri.Dalam kehidupan ini kekecewaan dan kegagalan yang akan mengawali kesuksesan,”orang yang sukses lebih banyak gagal dari pada orang yang gagal.”Hadapi masalah dan jangan lari belajar dari kesalahan sendiri akan memudahkan untuk melangkah kepada hasil yang lebih baik.
Langkah yang ketiga adalah yakinlah dan percaya pada Tuhan,berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan percaya bahwa setelah usaha pasti akan ada hasil yang diberikan.Jika aktifitas dan usaha yang kita lakukan adalah hal positif  maka akan menimbulkan suatu hal yang positif sehingga hasilnya pun akan positif.
SUMBER:1.Solusisupersukses.com
                  2.Tempo.CO,13 Maret 2018.

Artikel Psi Sosial ke 3

KEPRIBADIAN SEHAT MENUTUR FROMM
SOBAR HIKMAH
173104101172
PSIKOLOGI SOSIAL

(Fromm) Kebahagian merupakan suatu bagian integral dari kepribadian sehat,bukan suatu hasil sampingan yang terjadi kebetulan seperti pandangan Allport dan Rogers.Kebahagiaan merupakan hasil dari kehidupan produktif dan membantu serta memajukan tingkat-tingkat produktivitas yang lebih tinggi,kepribadian sungguh-sungguh merupakan suatu bagian dari kehidupan sehat sehingga dapat diambil sebagai bukti dari tingkat kesehatan psikologis yang telah dicapai seseorang.
Kepribadian yang sehat menurut Fromm adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan batin dan tuntunan dari luar,seseorang menerapkan karakter social untuk memenuhi harapan mecintai dan dicintai.Fromm melihat kepribadian sebagai suatu produk kebudayaan karena itu Dia percaya bahwa kesehatan jiwa harus didenifisikan menurut bagaimana baiknya masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan dasar semua individu,bukan menurut bagaimana baiknya individu menyesuaikan diri dengan masyarakat.
Sifat lain dari kepribadian Fromm yang menarik (Duane Schuitz) yaitu perjuangan kita untuk memperjuangkan dan memenuhi semua kemempuan kita,oarng-orang sehat yang produktif dengan kuat dan sepenuhnya menggunakan,merentangkan,memperpanjang dan mengembangkan kualitas-kualitas mereka yang unik.
Perbedaan manusia yang berkepribadian sehat menurut Erich Fromm dan menurut Allport yaitu:Bahwa Erich Fromm menjelaskan manusia yang berkepribadian sehat adalah manusia yang produktif yaitu manusia yang mampu mengembangkan potensi ,memiliki cinta kasih,imaginasi,serta kesadaran diri yang baik.Sedangkan menurut Allport :Individu berkepribadian sehat diistilahkan dengan mature personality yang memiliki kemampuan menggembangkan dirinya ,mengembangkan interpersonal yang baik ,realistis,memiliki filosofi hidup serta bersikap berani dan obyektif terhadap diri sendiri.
SUMBER:
1.Schultz,Duane.(1991).Psokologi Pertumbuhan.Yogyakarta:Kansius.
2.Boazipanda.wordpr.www.google.co.id.

Selasa, 10 April 2018

Klinik Karir Psikologi Sosial I
                                                     Nama: RR Erlin Setyati          
NIM   : 17.310.410.1173

Pertanyaan :
Kemampuan apa yang harus saya miliki dalam karir selain bekerja dengan baik dan tekun?
Klinik Karir Psikologi Sosial I
                                         Nama: RR Erlin Setyati          
NIM   : 17.310.410.1173

Pertanyaan :
Saya mempunyai usaha industri rumahan dengan 13 orang pekerja.  Saya mempunyai masalah dengan salah seorang pekerja saya yang seringkali minta ijin tidak masuk kerja atau minta ijin untuk datang siang.  Setiap
Klinik Karir Psikologi Sosial I
                                                                                    Nama: RR Erlin Setyati          
NIM   : 17.310.410.1173

Pertanyaan :
Bu, saya seorang manajer HRD dan saat ini sedang menghadapi isu demo Serikat Pekerja yang mengusung isu ketidakpuasan karyawan dengan dilakukannya asesmen dalam system promosi yang 2 tahun ini sudah kami lakukan. Mohon saran apakah kami harus mengevaluasi system kami atau bagaimana?
Jawab :
Bekerja di bagian HRD adalah pekerjaan yang paling tidak popular, apalagi jika manajemen sedang melakukan pembenahan organisasi untuk
Klinik Karir Psikologi Sosial I
                                         Nama: RR Erlin Setyati          
NIM   : 17.310.410.1173

Pertanyaan :
Bu, saya seorang manajer di perusahaan swasta, saya punya atasan Kepala Divisi yang cara kerjanya tidak sistematis. Minta laporan hari ini dan harus siap hari ini. Tidak pernah ada rapat koordinasi di divisi kami,
Klinik Karir Psikologi Sosial I
                             
Nama: RR Erlin Setyati          
NIM   : 17.310.410.1173

Pertanyaan :
Saya mahasiswa fakultas hukum salah satu PTN di Yogyakarta. Bisa kasih saran, peluang kerja setelah saya lulus?

Sabtu, 07 April 2018

Artikel ke-2,Psi SOSIAL 1

KELUARGA TEMPAT PERTAMA
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK
SOBAR HIKMAH
NIM  : 173104101172
PSI SOSIAL 1



Pentingnya peranan keluarga dalam pendidikan anak,khususnya orang tua yang telah dikenal sebagai guru mereka yang pertama dan sebagai panutan,dan tidak sedikit orang tua tidak menyadari peran mereka dalam fase perkembangan anak mereka.Keluarga merupakan lingkungan primer dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak dari keluarga perkembangan pendidikan sudah dimulai semenjak masih dalam kandungan.
     Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter apabila tumbuh pada lingkungan yang berkarakter,maksudnya sebagai orang tua tidak boleh sembarangan mendidik,mengasuh, mensosialisasikan anak agar dapat bermasyarakat dengan baik,memberikan lingkungan yang sehat serta tercapai keluarga yang sejahtera.Apabila keluarga gagal memberikan pendidikan pada anak-anaknya sejak dini maka akan sulit diluar keluarga(termasuk sekolah)untuk memperbaikinya untuk membentuk karakter anak .Pola asuh yang diterapkan orang tua kepada anaknya sangat menentukan keberhasilan pendidikan(prestasi) anak,kesalahan pada pengasuhan akan berakibat pada kegagalan dalam pembentukan karakter yang baik.
Berikut adalah beberapa peranan keluarga dalam pendidikan anak:
1.Menjadi Cheerleader,orang tua harus mendorong anaknya (sebagai pendukung dan membantu)dalam segala hal yang mereka lakukan karena mereka mencari penghargaan dari orang tua.
2.Menjadi Teman,orang tua harus mencoba mengeksplorasi pikiran anak-anak mereka ,membuat mereka merasa nyaman sehingga dapat berkomunikasi dengan baik.
3.Menjadi Guru,pepatah mengatakan belajar dimulai dari rumah dan dari orang tua jadi tugas orang tua mengajari nilai-nilai yang baik dan menjadi orang yang baik dimasyarakat.
      Menurut sumber dari Balitbang,Kementerian Pendidikan Nasional,bahwa ruang lingkup nilai moral harus dikembangkan pada anak usia dini:
a.Religius;melaksanakn ajaran agama yang dianut,hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
b.Jujur:dapat dipercaya dalam perkatan,tindakan,dan perbuatan(pekerjaan).
c.Toleransi:menghargai perbedaan ,tindakan dirinnya dengan orang lain.
d.Disiplin:tertib dan patuh pada peraturan.
e.Kerja keras:sungguh-sungguh dalam menyelasaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
f.Kreatif:melakukan sesuatu untuk menghasilkan dari sesuatu yang telah dimiliki.
g.Mandiri:tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
h.Demokratis:cara berfikir,bersikap,sama hak antara dirinya dengan oranglain.
i.Rasa ingin tahu:selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas.
j.Semangat kebangsaan:menempatkan kepentingan bangsa diatas kepentingan diri sendiri.
k.Cinta tanah air:menujukkan kesetiaan dan kepedulian terhadap bangsa.
l.Menghargai prestasi:menghormati keberhasilan diri sendiri maupun orang lain.
m.Bersahabat/komunikatif:bergaul dan bekerja sama dengan orang lain.
n.Cinta damai
o.Gemar membaca
p.Peduli lingkungan:mencegah kerusakan dan memperbaiki kerusakan alam.
q.Peduli sosial:memberi bantuan dimasyarakat bagi yang membutuhkan.
r.Tanggung jawab
(Balitbang Kemendiknes 2010:8)
Jadi sebenarnya peranan keluarga dalam pendidikan anak,khususnya orang tua sangatlah penting karena anak-anak belajar lebih banyak dari lingkungan rumah daripada ditempat lain.
SUMBER:
1.www.infoanak.com.Minggu 08 April 2018.Peranan Keluarga Dalam Pendidikan Anak.
2.Mulyana,Ajeng Tina.(2015).Permasalahan Anak Usia Dini.Jurnal.

Artikel ke-1,Psikologi Sosial


PENANGANAN PADA ANAK SUKA MENGGANGGU
SOBAR HIKMAH
NIM  : 173104101172
PSI SOSIAL 1



Permasalahan pada anak usia dini adalah suatu hal yang akan menggangu kehidupan anak,yang timbul karena ketidak sesuaian pada perkembangannya.Masalah yang dihadapi anak dapat digolongkan menjadi 2 yaitu:
1.masalah internal yang terdiri dari masalah fisik (kesehatan) dan psikis masalah yang timbul dari dalam diri anak.
2.Sedangkan masalah eksternal adalah masalah yang terdiri dari masalah sosial merupakan masalah yang dipengaruhi oleh lingkugan sekitar.
       Dalam sebuah penelitian mengungkapkan strategi pengasuhan yang efektif untuk mengurangi perilaku anak yang suka menganggu.Penelitian yang dipimpin oleh Society for Researchin Child Development ini menemukan gambaran apakah anak-anak sudah menunujukkan masalah perilaku berdasarkan lebih dari 150 studi tentang program pengasuhan.Kebanyakan program pengasuhan bertujuan untuk mengurangi perilaku tidak baik pada anak-anak mereka,yang didenifisikan sebagai yang tidak koperatif,bermusuhan secara terbuka,sering marah,berdebat dengan orang dewasa,serta sengaja mengganggu orang lain.Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti di Universitas Amsterdam (Belanda),Universitas Cardiff (Wales) ,Universitas Oxford (Inggris),dan Universitas Utrecht (Belanda).”menemukan bahwa ketika perilaku tidak baik telah muncul pada anak-anak,kombinasi dari mengajar orang tua bagaimana mengelola perilaku bersama dengan strategi membangun hubungan lebih efektif daripada hanya mengajar orang tua mengelola perilaku sangat penting”,jelas Patty Leijten,pemimpin penelitian.
        Para peneliti mengamati 156 anak dan orang tua tentang efektifitas program pengasuhan untuk mengurangi perilaku tidak baik pada anak-anak usia 2 hingga 10 tahun.Studi ini melibatkan lebih dari 15000 keluarga dari berbagai latar belakang sosial ekonomi di 20 negara,dan dapat membandingkan efektifitas pendekatan yang umum digunakan.”Pembuat kebijakan menyadari bahwa keluarga yang berbeda memerlukan strategi yang berbeda untuk mengurangi perilaku mengganggu pada anak-anak.Program yang dirancang untuk mencegah perilaku menggangu yang parah tentu memerlukan pendekatan yang berbeda dengan mengobati perilaku mengganggu yang parah,”saran GJ Melendez-Torres,yang ikut melakukan penelitian.
      Permasalahan-permasalahan anak dapat dicegah jika orang tua memberikan tiga kebutuhan dasar anak sejak dini yakni:
a.Asah dengan memberikan stimulasi yang dibutuhkan anak sesuai dngan usianya.
b.Asih dengan memberikan kasih sayang,cinta dan perhatian.
c.Asuh mendidik dan menerapkan pola asuh yang tepat kepada anaknya.
Perlu kita ketahui tujuan pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang akan membentuk karakter seorang anak agar memiliki kepribadian yang utuh kelak,dengan demikian penting bagi para orang tua dan guru untuk memahami permasalahan anak agar dapat meminimalkan dampak permasalahan tersebut dan memberikan bantuan yang tepat.Beberapa karakteristik membantu dan mempermudah orang tua dan guru dalam menangani permasalahan yang dihadapi anak:
1.Kesabaran.
2.Penuh kasih saying
3.Penuh perhatian
4.Ramah
5.Empati
6.Penuh kehangatan
7.Toleransi terhadap anak
8.Menerima anak apa adanya
9.Adil
10.Dapat memahami perasaan anak
11.Pemaaf terhadap anak
12.Menghargai anak
13.Memberi kebebasan terhadap anak
14.Hubungan yang akrab dengan anak

SUMBER:
1.Mulyana,Ajeng Tina.(2015).Permasalahan Anak Usia Dini.Jurnal.
2.Tempo.Com,4 April 2018,15:05 WIB.

Jumat, 06 April 2018

Penanaman Nilai Moral Pada Remaja



Reni Suryani

Fak Psikologi
Universitas Proklamasi 45
17.310.410.1169

Psikologi Sosial 1

           Dunia   pendidikan   akhir akhir   ini   menghadapi persoalan yang kompleks, terutama dalam hal penanaman nilai   moral.   Merebaknya   isu isu   moral   di   kalangan remaja   seperti   penggunaan   narkotika   dan   obat obat terlarang  (narkoba),  tawuran,  pornografi,  pemerkosaan, merusak    milik    orang    lain,    perampasan,    penipuan, penganiayaan,  perjudian,  pelacuran,  dan  pembunuhan, sudah menjadi masalah sosial yang sampai saat ini belum dapat  diatasi  secara tuntas.  Akibat  yang  ditimbulkan  dari perilaku   tersebut   cukup   serius   dan   tidak   dapat   lagi dianggap   sebagai   suatu   persoalan   sederhana,   karena sudah  menjurus  kepada  tindakan  kriminal.  Kondisi  ini sangat memprihatinkan masyarakat khususnya para orang tua  dan  guru,  sebab  pelaku pelaku  serta  korbanya  adalah kaum remaja yang masih berstatus sebagai siswa.   

        Moral  menurut E.Y Kanter (2001),  berasal dari kata Yunani  yaitu  ”Mores”  atau ”Moralis” yang mempunyai arti kelakuan, tabiat, watak, akhlak atau dan juga  cara hidup. Dan secara umum moral dapat diartikan sebagai suatu dorongan dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu perbuatan yang baik, dan moral itu biasanya melekat pada seseorang yang sifatnya universal.

            Nilai-nilai moral itu biasanya berhubungan dengan perbuatan, sikap , tingkah laku yang bersifat kebaikan-kebaikan. Nilai-nilai moral  sangat penting  dalam upaya memecahkan masalah khususnya masalah yang dihadapi oleh  remaja. Bentuknya sangat  banyak , namun diantara nilai-nilai moral yang banyak itu  ada beberapa yang patut dipahami dan dihayati yang dapat  menjadi pegangan para remaja dalam menjalani kehidupan,  yaitu  yang menyangkut tentang keimanan, keuletan, tanggung jawab dan  percaya diri .


Makna dari  masing-masing nilai moral yaitu:

     1.  Nilai moral melalui Keimanan:  Keimanan di dalam ajaran agama adalah mempercayai akan adanya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa serta mengamalkan segala ajaran Agama-Nya. Iman adalah landasan bagi seluruh manusia, dengan beriman maka manusia dapat hidup dengan ikhlas,  sehingga akan selalu menimbulkan tenteram, damai dan bahagia.
     2.   Upaya membimbing penanaman  Nilai moral ini dapat dilakukan melalui berbagai cara diantaranya dengan  melatih anak untuk  yidak meninggalkan ibadah, selalu pandai bersyukur atas nikmat Allah, tabah menghadapi cobaan ,melatih anak untuk suka bersedekah, dan sebagainya.
   3.      Nilai Moral Bertanggung Jawab; Artinya bahwa remaja harus mengetahui dan selalu melakukan apa yang menjadi tugas dan kewajibannya, dan berani menerima resiko dari segala perbuatannya. Salah satu cara untuk menanamkam nilai moral bertanggung Jawab  antara lain dengan memberikan  kesempatan dan tanggung jawab suatu pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya .

      Nilai Moral Keuletan  ; Artinya bahwa seseorang harus mempunyai kemauan keras dan tidak cepat putus asa dalam upaya untuk mencapai tujuannya. Jika seseorang itu merupakan seorang yang ulet dalam berusaha , biasanya tidak akan takut pada kegagalan bahkan selalu mempunyai paemikiran”Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda ”. Salah satu cara dalam menanamkan nilai keuletan ini antara lain dengan selalu memberikan dorongan (support) kepada remaja  agar remaja tidak cepat menyerah dan  cepat putus asa. 
       Nilai Moral Percaya Diri: bahwa seseorang harus dibiasakan dapat mandiri, tidak tergantung kepada orang lain dan dalam setiap keputusan yang diambil selalu dilakukan dengan segala pertimbangan yang diyakini. Selain itu seseorang yang percaya diri biasanya akan cenderung untuk memiliki prinsip dalam kehidupannya.  Salah satu cara dalam menanamkan nilai ini antara lain dengan memberikan kesempatan kepada remaja untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat, dan memberikan kesempatan untuk dapat mengemukakan pendapat, memberikan kesempatan untuk mengambil keputusan atas apa yang dihadapi. Nilai moral ini sangat penting sebagai tuntunan dan pegangan bagi remaja di Era Globalisasai seperti saat ini, kita tahu bahwa Era Globalisasi merupakan era dimana segala bentuk pengaruh bisa leluasa keluar dan masuk kedalam  kehidupan manusia, bisa  itu pengaruh yang baik maupun pengaruh yang sangat buruk.
  
        Dengan demikian sudah dapat dipastikan bahwa  mereka tentu banyak menghadapi  tantangan dan permasalahan yang begitu  rumit. Dengan nilai moral yang telah dihayati, mereka akan menjadi cerdas dalam menghadapi dan menyikapi berbagai kondisi yang dihadapi, sehingga dapat dipastikan bahwa  mereka akan lebih mudah mengatasi masalah apapun yang akan menjadi penghambat pada perkembangan masa depannya. Nilai moral ini tentu tidak dapat muncul sendiri tanpa ada campur tangan orang lain, oleh sebab itu untuk dapat memahami dan menghayatinya  tentu tidak terlepas dari pendampingan orang tua dan keluarga yang merupakan lingkungan terdekat mereka, pendampingan  tersebut tentu dalam bentuk bimbingan  orang tua dan keluarga lainnya.

          Tugas orang tua memang tidak mudah, tetapi bagaimanapun juga ini merupakan komitmen dan tanggung jawab untuk memberikan bekal kepada  anak remajanya dimasa mereka melalui transisi kehidupannya.  Nilai  moral yang dibahas pada tulisan ini sebetulnya hanya sebagian dari nilai-nilai  moral yang ada dalam kehidupan. Tetapi jika yang sebagian kecil ini sudah membudaya dalam kehidupan remaja, semoga harapan kita untuk melikat remaja –remaja yang tegar dapat terlaksana, dan yang tidak kalah pentingnya adalah peran orang tua dalam memberikan bimbingan dan peneladanan sehingga akan berdampak positif pada perkembangan para remaja dalam menggapai masa depannya..

sumber :
 BKKBN . ( 2002) Panduan Orang Tua Dalam Penanaman Nilai-Nilai Moral Kepada Remaja . JAKARTA
BKKBR . Kiat Praktis Komunikasi Efektif Antara Orang Tua Dengan Remaja. JAKARTA . Hal 20

Astutik , Yuli ., &  Harmanto . (2013). Strategi Penanaman Nilai Moral Pada Remaja. Jurnal

Kamis, 05 April 2018

DAMPAK GADGET

Psikologi Sosial 1
Riyanti
17.310.410.1163



Menurut Maslow, bahwa orang-orang yang sehat adalah orang yang mampu berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan  dirinya dan puncaknya mampu mengaktualisasi diri dengan baik.
Di jaman yang serba modern ini,tentunya kebtuhan manusia pun meningkat. Terutama dalam bidang komunikasi. Kebutuhan gadget bisa dibilang menjadi kebutuhan utama. Bukan hanya sebagai alat komunikasi saja,namun gadget menjadi alat bantu aktivitas lain. Seperti, sebagai sumber berita.
Sayangnya, dengan adanya gadget tidak hanya memberikan dampak positif saja, namun dampak negatif dalam pemakaian gadget yang berlebihan. 
Kali ini saya ingin menuliskan dampak negatif pada pengguna gadget,terutama dalam masalah psikologis. Karena bukan hanya pada anak saja, dampak psikologis  ini juga dapat terjadi pada orang dewasa pengguna gadget, berikut beberapa dampaknya:
1. Mengurangi interaksi dengan orang lain
Meskipun gadget mampu mempermudah komunikasi antar manusia, namun tanpa disadari menggunakan gadget terlalu sering malah membuat interaksi sosial di dunia nyata menjadi berkurang. Terlalu fokus pada gadget membuat orang tidak mudah melihat dan empati kepada lingkungan sekitar. Secara tidak langsung hal ini akan membentuk gangguan kepribadian anti sosial.
2. Berpotensi menjauhkan hal-hal yang dekat
Contoh kasusnya adalah ketika dalam sebuah keluarga sedang mengadakan makan bersama namun karena masing-masing dari mereka sibuk dengan gadget maka suasana menjadi tidak sehangat ketika tidak bermain gadget. Hal ini juga dapat menjadi penyebab keluarga kurang harmonis.
3. Malas melakukan aktivitas lain
Kecanduan bermain gadget membuat orang malas melakukan aktivitas lain. 
4. Menumbuhkan sikap egosentris
Penggunaan gadget terlalu sering menjadikan orang untuk tidak peduli satu sama lain,dan kurang empati dan memperhatikan lingkungan.
5. Penyebab waktu tidur berkurang
Kebiasaan bermain gadget sebelum tidur akan membuat waktu tidur berkurang,karena keasyikan memandang layar gadget.
6. Memicu berkembangnya konsumerisme
Artinya bahwa akan ada keinginan bagi pengguna gadget untuk terus menerus membeli gadget dengan model terbaru.
7. Menurunnya konsentrasi
Kebiasaan bermain gadget, bermain game secara tidak langsung merusak kemampuan berkonsentrasi dalam belajar maupun bekerja. Karena yg otak pikirkan hanya bagaimana bisa memegang gadget.
8. Masalah kesehatan
Menggunakan gadget dengan media earphone secar berlebih mampu menurunkan daya pendengaran.
Juga terlalu sering menggunakan gadget dapat menyebabkan mata kering.

Dampak negatif tersebut biasanya terjadi pada anak maupun remaja,dan bisa terjadi dengan orang dewasa. Tentunya selain berdampak negatif gadget juga amat sangat berdampak positif jika menggunakannya sesuai dengan kebutuhan.


Daftar Pustaka:
http//klubwanita.com
Siswanto.(2007). Kesehatan Mental. Yogyakarta: Penerbit Andi


HPS

Psikologi Sosial
Oleh : Riyanti
NIM : 17.310.410.1163



HPS adalah singkatan dari Hari Pertama Sekolah. Pemerintah meminta orangtua untuk mengantar anak mereka di hari pertama masuk sekolah. Mengantar anak pada hari pertama sekolah dinilai penting untuk menciptakan kedekatan antara orangtua siswa dan lingkungan sekolah. Pengalaman sebagai orangtua untuk mengantarkan anak di hari pertama sekolah sungguh merupakan sebuah pengalaman yang menarik.
Perlu dipahami bahwa menyekolahkan anak bukan hanya mendaftarkan anak disalah satu sekolah dan selebihnya menjadi urusan dan tanggung jawab guru. Pendidikan itu oleh guru di sekolah, dan orangtua di rumah.Oleh karena itu sebaiknya harus ada kerja sama dan kolaborasi dari sekolah dan rumah khususnya orangtua.
Berikut adalah alasan kenapa orangtua perlu mengantar anak saat HPS:
1. Anak akan lebih bersemangat di sekolah karena orangtua ikut terlibat dan mendukung aktivitasnya.
2. Orangtua bisa melihat langsung bagaimana reaksi anak, ketika anak merasa cemas dan gugup orangtua bisa langsung menenangkannya.
3. Mengantar anak ke sekolah adalah kesempatan membangun hubungan postif dengan lingkungan sekolah,bertemu dan dapat berinteraksi dengan para guru dan teman anak.
HPS atau Hari Pertama Sekolah  adalah awal dari komitmen dan keterlibatan orangtua,untuk itu sebaiknya jangan hanya berhenti pada hari pertama saja. Jika memang ada kesempatan lakukan kegiatan ini secara berkesinambungan agar kedekatan anak dan orangtua tetap terjalin.

Daftar Pustaka:
Deviana,Nia. "Pentingnya Mengantar Anak pada Hari Pertama Sekolah". 17 Juli 2016. http//metrotvnews.com

Rabu, 04 April 2018

PENTINGNYA PERANAN ORANGTUA PADA PERKEMBANGAN ANAK



Masa remaja atau masa Adolese menurut Erickson adalah masa yang paling penting diantara tahapan perkembangan lainnya. Karena pada individu harus mencapai tingkat identitas

Selasa, 03 April 2018

PEMBEKALAN PSIKOLOGIS UNTUK SISWA YANG MENGHADAPI UN



Reni Suryani
Fak. Psikologi UP 45
17.310.410.1169

Psikologi sosial 1

      Pelaksanaan ujian nasional (UN)  pada April saat ini, siswa SMA akan menghadapi ujian yang menjadi penentu kelulusan  dari jenjang pendidikan menengah. Sejumlah sekolah sebelumnya  sudah melakukan berbagai persiapan. Ada yang sudah menggelar uji coba alias try out, ada pula yang sudah mengadakan bimbingan belajar bagi para siswa. Di luar persiapan yang bersifat akademis, seperti  SMA Negeri 24, Jakarta, ternyata punya strategi lain yang dinilai perlu dipersiapkan untuk mendukung kesuksesan siswa dalam pelaksanaan UN.

            Apa persiapannya? Persiapan psikologis siswa Sejak awal semester, di seluruh ruang kelas tiga (kelas XII) SMAN 24 sudah diatur tempat duduk yang akan diduduki siswa pada ujian nasional. Pemberitahuan nomor dan lokasi ujian memang sudah diberitahukan jauh-jauh hari dengan tujuan agar siswa tidak kaget dengan posisi yang pasti berbeda dengan yang didiami sehari-hari. kemungkinan saat ujian nanti , siswa akan merasakan suasana seperti sekolah sehari-hari.

     Mengetahui sejak awal posisi duduk saat ujian, menurut  salah seorang siswa kelas XII IPA 1, Aditya Dwi R, sangat membantu persiapannya menghadapi ujian nasional. Selain lebih siap mental, ia juga lebih mengenal teman-teman yang akan berada pada ruangan yang sama pada saat ujian.seperti teman yang belum kenal menjadi akrab , suasana tidak menegangkan. Secara psikologis, hal ini membuat suasana lebih nyaman dan percaya diri. 

     Sekolah yang berlokasi di kawasan Lapangan Tembak, Jakarta Selatan, ini juga mengadakan penyuluhan yang bisa memotivasi semangat dan spiritual siswa. Program ini dinamakan Bina Mental Spiritual. Orangtua siswa juga berkontribusi dalam program motivasi ini. Persiapan UN sudah memasuki tahap waspada. Mulai dari bimbel-bimbel diikuti semua, latihan-latihan dari guru-guru maupun dari soal yang kita buat sendiri.

           Siswa  juga harus pelajari materi-materi di kelas X dan XI, mempelajari dan hafalkan rumus-rumus eksakta juga , usahakan siswa tidak nervous dalam menghadapi UN. Perasaan cemas pasti ada disetiap siswa , oleh karena itu peran orang tua dan guru sangat dibutuhkan untuk pembekalan psikologis siswa yang akan menghadapi UN.



sumber :  https://edukasi.kompas.com/read/2012/01/19/08575246/Strategi.Persiapkan.Psikologis.Siswa.Jelang.UN. 


Kompas,Jakarta  19 Januari 2012

PENYEBAB TERJADINYA TAWURAN ANTAR PELAJAR



Reni Suryani
Fak Psikologi UP 45
17.310.410.1169

Psikologi Sosial 1


         Tawuran merupakan perkelahian secara massal yang dilakukan secara ramai-ramai antara sekelompok pelajar satu dengan pelajar lainnya. Tawuran sudah menjadi kegiatan bagi mereka, yang menjadi bahan utama tawuran antar pelajar hanya menjadi permasalahan sosial yang terdapat pada pelajar perkotaan. Permasalahan  sosial seperti ini sudah sangat jelas bertentangan dengan norma dan nilai dalam masyarakat. Tawuran awalnya hanya diawali karena adanya konflik yang terjadi antar satu sekolah atau konflik antar sekolah, entah itu karena perasaan solidaritas antar siswa dan sebagainya.
Perkelahian dapat menghasilkan konflik antar siswa dari sekolah yang berlainan. Terkadang siswa yang terpaksa ikut tawuran karena tidak ingin disebut  tidak setia kawan dan tidak memiliki keberanian alias penakut. Tawuran antar pelajar merupakan masalah sosial yang serius, karena peserta tawuran mengabaikan norma yang ada dan melibatkan korban yang tidak bersalah juga merusak benda yang ada disekitar. Tawuran menjadi salah satu kegiatan turun temurun di jaman modern ini.

Faktor Penyebab Tawuran
  1. Faktor Keluarga
    Adanya parenting otoriter, dalam pengasuhan yang dipenuhi tindakan kekerasan terhadap anak.
  2. Kurang kasih sayang dari orang tua.
  3. Tidak adanya perlindungan yang lebih dari orang tua.
  4. Broken home, karena orang tua yang selalu bertengkar.
  5. Pengaruh buruk dari orang tua seperti tindakan asusila dan tingkah laku kriminal.
  6. Faktor Lingkungan Sekolah
  7. Kualitas pengajaran yang tidak begitu memadai dan kurang menunjang proses belajar.
  8. Guru yang lebih berperan sebagai pelaksana aturan dan sebagai penghukum.
  9. Faktor Lingkungan
    Anggota lingkungan yang memiliki perilaku buruk, seperti pemakai narkoba, pengeroyokan, pemabuk, dan tindakan brutal lainnya.
    2. Lingkungan kota yang penuh dengan kekerasan, yang disaksikan para remaja.
    3. Adanya kelompok geng yang memiliki perilaku tidak baik.
    4. Munculnya perbedaan resepsi yang akan mengakibatkan konflik diantara masyrakat lingkungan.

         Tawuran mengakibatkan luka-luka, akibat dari terkena lemparan batu dari musuh atau terkenan pukulan ibenda berbahaya dari salah satu musuh.  akibat perkelahian yang saling serang menyerang, maka pada akhirnya peserta tawuran akan mendapatkan hukuman dari sekolah, yang dapat memberikan efek jera bagi pelajar bahkan siswa yang mengikuti tawuran akan dikeluarkan dari sekolah.
Apabila tertangkap polisi, dan dianggap akan membahayakan nyawa maka akan terkena pasal 351 ayat 3 dengan hukuman penjara selama 7 tahun. Yang paling parah adalah seseorang yang kehilangan nyawa nya akibat mengikuti tawuran.

         Untuk menghindari tawuran, maka jangan mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar. Menolak ajakan-ajakan untuk mengikuti tawuran, jika pulang kesekolah langsung pulang ke rumah agar tidak bertemu senior yang selalu mengajak kerusuhan, jangan terlalu keseringan nongkrong bersama teman-teman, lakukan kegiatan yang positif misalnya mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah.


SUMBER Faktor Penyebab Terjadinya Tawuran Pelajar | Jaya Kurnia 4.5