Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Minggu, 26 Juli 2026

esay ke-7-lomba-psikologi industri dan organisasi-paulus fernando watem-25310410010

 

NAMA                           : paulus fernando watem

NIM                                : 25310410010

PRODI                            : psikologi

MATA KULIAH             : psikologi industri dan organisasi

TUGAS ESAY                : esay ke-7

NAMA TUGAS              : lomba

DOSEN PENGAMPUH : Dr. Arundati Shinta M.A.

TGL/BLN/THN PUBLIKASI :26 JULI 2026 

Melalui kegiatan yang saya ikuti beberapa waktu lalu pada tanggal 20 mey 2026, yaitu lomba futsal antar tim, saya mendapatkan pengalaman yang cukup berkesan dan sulit untuk dilupakan. Sejak awal, saya dan teman-teman sudah merasa sangat antusias karena ini bukan sekadar pertandingan biasa, tetapi juga menjadi ajang untuk menguji kekompakan, kerja sama, dan semangat kami sebagai satu tim.

Persiapan kami dimulai beberapa hari sebelum pertandingan. Kami rutin berlatih setelah jam sekolah atau di waktu senggang. Walaupun tidak selalu lengkap, kami tetap berusaha memaksimalkan latihan yang ada. Di setiap sesi latihan, kami belajar mengatur strategi, memperbaiki komunikasi di lapangan, dan saling memahami peran masing-masing. Ada kalanya kami merasa lelah, tetapi semangat untuk tampil maksimal membuat kami tetap bertahan dan terus berlatih.

Saat hari pertandingan tiba, suasana terasa sangat berbeda. Jantung saya berdebar lebih cepat dari biasanya. Sorakan penonton, suara peluit wasit, dan atmosfer kompetisi membuat adrenalin meningkat. Di pertandingan pertama, kami sempat gugup sehingga beberapa kali melakukan kesalahan kecil. Namun, kami berusaha tetap tenang dan saling menyemangati satu sama lain. Perlahan, kami mulai menemukan ritme permainan dan bisa bermain lebih kompak.


 

Setiap pertandingan memberikan pelajaran yang berbeda. Ada momen ketika kami tertinggal skor, tetapi justru di situ kami belajar untuk tidak mudah menyerah. Kami berusaha bangkit dengan memperbaiki strategi dan meningkatkan komunikasi di lapangan. Meskipun tidak semua pertandingan berakhir dengan kemenangan, kami tetap merasa bangga karena sudah berjuang dengan maksimal.

Dari kegiatan lomba futsal ini, saya menyadari bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan utama. Yang lebih penting adalah proses, kebersamaan, dan usaha yang dilakukan bersama tim. Saya juga belajar bahwa kerja sama, disiplin, dan saling percaya sangat berpengaruh dalam mencapai hasil yang baik. Tanpa itu semua, sulit rasanya untuk bisa bermain dengan solid

Pengalaman ini benar-benar memberikan kesan mendalam bagi saya. Selain menambah pengalaman di bidang olahraga, saya juga belajar banyak hal tentang arti kebersamaan dan semangat pantang menyerah. Saya berharap di kesempatan berikutnya, kami bisa tampil lebih baik lagi dan terus mengembangkan kemampuan, baik secara individu maupun sebagai tim. 

esay ke-5 dan 6-pidato : pemberian motivasi secara visual dan pemberian motivasi secara tertulis-psikologi industri dan organisasi-paulus fernando watem-25310410010

NAMA                           : paulus fernando watem

NIM                                : 25310410010

PRODI                            : psikologi

MATA KULIAH             : psikologi industri dan organisasi 

TUGAS ESAY                : ke 5 and 6

NAMA TUGAS              : pidato 

DOSEN PENGAMPUH : Dr. Arundati Shinta M.A.

TGL/BLN/THN PUBLIKASIH ; 26 JULI 2026 

 ESAY KE 5 and 6 pidato: pemberian motifasi secara visual dan tertulis

 JUDUL :menjadi karyawan yang berdampak bukan sekedar pekerja 

Melalui pidato yang saya sampaikan, saya ingin mengajak setiap karyawan untuk memahami bahwa bekerja bukan hanya sekadar menjalankan kewajiban atau mencari penghasilan setiap bulan. Bekerja juga merupakan kesempatan untuk mengembangkan diri, membangun karakter, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan kerja maupun kehidupan pribadi. Saya ingin menyampaikan bahwa setiap pekerjaan akan memiliki makna apabila dilakukan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, disiplin, dan semangat untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.


Dalam pidato tersebut saya menekankan bahwa setiap orang pasti akan menghadapi berbagai tantangan di tempat kerja. Ada kalanya kita merasa lelah, kehilangan semangat, menghadapi tekanan pekerjaan, atau bahkan mengalami kegagalan. Kondisi seperti itu merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari dunia kerja. Namun, saya percaya bahwa tantangan bukanlah alasan untuk berhenti atau menyerah. Sebaliknya, tantangan dapat menjadi proses pembelajaran yang membentuk seseorang menjadi lebih kuat, lebih sabar, dan lebih dewasa dalam mengambil keputusan. Dari pengalaman itulah seseorang dapat belajar untuk bangkit dan terus memperbaiki diri.

Selain itu, saya juga ingin mengingatkan bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki, tetapi juga oleh sikap yang ditunjukkan setiap hari. Kebiasaan sederhana seperti datang tepat waktu, bekerja dengan jujur, menghargai rekan kerja, menjaga komunikasi yang baik, serta menyelesaikan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab merupakan nilai-nilai yang sangat penting. Hal-hal sederhana tersebut mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter seorang karyawan yang profesional dan dapat dipercaya. Menurut saya, perusahaan tidak hanya membutuhkan orang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membutuhkan pribadi yang memiliki integritas, semangat, dan komitmen dalam bekerja.

Pidato ini juga mengajarkan pentingnya memiliki kemauan untuk terus belajar. Perkembangan teknologi dan dunia kerja yang semakin cepat menuntut setiap orang agar tidak mudah merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki. Sebaliknya, kita harus terus membuka diri terhadap pengalaman baru, menerima masukan, dan meningkatkan kualitas diri. Dengan memiliki sikap seperti itu, seseorang akan lebih siap menghadapi perubahan serta mampu memberikan kontribusi yang lebih baik bagi perusahaan maupun lingkungan kerjanya.

Secara keseluruhan, makna yang ingin saya sampaikan melalui pidato ini adalah bahwa setiap karyawan memiliki potensi untuk menjadi pribadi yang membawa perubahan positif. Keberhasilan bukan hanya tentang jabatan atau pencapaian, tetapi juga tentang bagaimana seseorang bekerja dengan hati, menjaga nilai-nilai kejujuran, bertanggung jawab atas setiap tugas, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Saya berharap pesan dalam pidato ini dapat menjadi motivasi bagi setiap orang untuk bekerja dengan semangat, saling mendukung, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, serta terus memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. Dengan demikian, pekerjaan yang dilakukan tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun masa depan yang lebih baik, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang-orang di sekitar.  

 link video pidato : https://youtu.be/2hna8UWZn20?si=vlsiFJfCxCx7kx6I

 

esay ke 9-pelatihan komunitas-psikologi industri dan organisasi-paulus fernando watem-25310410010


 NAMA                           : paulus fernando watem

 NIM                               : 25310410010

 PRODI                           : psikologi

MATA KULIAH             : psikologi industri dan organisasi

TUGAS ESAY                : ke-9

NAMA TUGAS              : pelatihan komunikasi

DOSEN PENGAMPUH : Dr. Arundati Shinta M.A

 

TGL/BLN/THN PUBLIKASI : 26 JULI 2026 

 Pelatihan kepemimpinan yang saya ikuti bersama Komunitas Raja Ampat merupakan pengalaman yang sangat berharga dan memberikan banyak pembelajaran bagi saya. Kegiatan ini tidak hanya membahas tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, dan kepedulian terhadap sesama anggota komunitas.

Selama pelatihan berlangsung, peserta diberikan berbagai materi mengenai pentingnya kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam organisasi. Narasumber menjelaskan bahwa seorang pemimpin bukan hanya orang yang mampu memberikan perintah, tetapi juga seseorang yang mampu menjadi teladan, mendengarkan pendapat orang lain, serta mengambil keputusan yang bijaksana. Dari penjelasan tersebut, saya memahami bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dapat dipelajari dan terus dikembangkan melalui pengalaman.

Selain penyampaian materi, pelatihan juga diisi dengan berbagai kegiatan kelompok yang melatih kekompakan, kemampuan berkomunikasi, dan penyelesaian masalah. Dalam setiap kegiatan, kami diajak untuk saling berdiskusi, menghargai perbedaan pendapat, serta bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Suasana pelatihan terasa hangat dan penuh semangat karena setiap peserta saling mendukung dan memberikan motivasi satu sama lain.

Melalui pelatihan ini, saya belajar bahwa menjadi seorang pemimpin tidak harus menunggu memiliki jabatan. Kepemimpinan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti berani mengambil tanggung jawab, menjaga komitmen, membantu sesama, serta menjadi contoh yang baik dalam setiap tindakan. Saya juga belajar untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan berani mengambil keputusan setelah mempertimbangkan berbagai masukan. 

Pelatihan kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Komunitas Raja Ampat memberikan dampak yang positif bagi perkembangan diri saya. Kegiatan ini membuka cara pandang saya bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin sesuai dengan kemampuan dan karakter yang dimiliki. Saya berharap ilmu dan pengalaman yang saya peroleh dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, kampus, maupun di tengah masyarakat. 

Secara keseluruhan, pelatihan ini menjadi pengalaman yang sangat bermakna bagi saya. Saya merasa lebih termotivasi untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan diri, dan berkontribusi bagi komunitas. Harapan saya, Komunitas Raja Ampat dapat terus mengadakan pelatihan-pelatihan seperti ini agar semakin banyak generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, mampu bekerja sama, serta siap membawa perubahan yang positif bagi lingkungan sekitarnya. 

Hal lain yang saya rasakan selama mengikuti pelatihan ini adalah meningkatnya kesadaran bahwa seorang pemimpin harus mampu mengendalikan diri dalam berbagai situasi. Tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan cepat, sehingga diperlukan kesabaran, kemampuan mendengarkan, dan sikap menghargai setiap anggota tim. Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kemampuan berbicara di depan banyak orang, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepercayaan, menciptakan suasana yang nyaman, dan memberikan semangat kepada orang lain untuk terus berkembang bersama. Pelatihan ini juga memotivasi saya untuk terus belajar memperbaiki diri agar dapat menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. 

DOKUMENTASI SAAT PELATIHAN