Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Rabu, 06 Mei 2026

Esai1- Review video- Psikologi industri dan organisasi- Febri Ayu A. Ngoranoka- 25310410004

 

  
 
NAMA                                : FEBRI AYU A. NGORANOKA

NIM                                    : 25310410004

KELAS                               : A. REGULER

MATA KULIAH                : PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI

TUGAS ESAI                    : 1 REVIEW VIDEO

NAMA TUGAS                 : ESAI KRITIS REVIEW VIDEO

DOSEN PENGAMPU        : Dr. Arundati Shinta M.A.

TGL/BLN/THN PUBLIKASI: 6 MEI TAHUN 2026

 

esai ke1 review video 

Analisis Kritis: Fantasi Instan dan Pembodohan Logika dalam Narasi Media Pendek 

sumber video 

judul video : Amnesia Agent Becomes Sushi Master Until His Past Returns

link video : https://youtu.be/Bkw8EKLeZZg?si=VjnixvvzuMcLFOcV

chanel youtube : Cinema Chronicles

Tahun Rilis: 2026

 

isi video

Video berjudul "Amnesia Agent Becomes Sushi Master Until His Past Returns mengisahkan perjalanan hidup Luka, seorang agen rahasia yang mengalami amnesia total setelah kecelakaan sepele, kemudian bertransformasimenjadi koki sushi, hingga akhirnya sukses menjadi bintang film  aksi. Meskipun narasi ini dikemas dengan visual yang menarik dan emosional, terdapat deretan kejanggalan logika yang berpotensi menggiring penonton pada pola pikir yang tidak kritis dan menerima fenomena pembodohan secara massal.

1. Permasalahan dan Kejanggalan

Ada beberapa poin krusial yang menunjukkan ketidaklogisan narasi dalam video ini: 

  •  Eksploitasi Pasien yang Rentan secara Etis: Masalah
    dimulai saat Luka berada di rumah sakit. Seorang perawat bersedia membayar biaya medis Luka yang mahal dengan syarat Luka harus bekerja di restoran sushi milik ibunya. Secara hukum dan
    etika medis, tindakan ini sangat janggal. Pasien amnesia adalah individu yang kehilangan identitas dan hak perlindungan dirinya. Memanfaatkan kondisi tersebut untuk menjadikannya tenaga kerja sebagai bentuk "balas budi" adalah bentuk eksploitasi terselubung.
  •  Penyederhanaan Keahlian Profesional (Itamae): Luka digambarkan mendadak mahir menggunakan pisau di restoran sushi hanya karena ia memiliki insting seorang agen. Ini adalah penyederhanaan profesi yang tidak logis. Menjadi koki sushi membutuhkan disiplin tinggi dan latihan bertahun-tahun untuk memahami tekstur ikan hingga teknik memotong yang presisi. Keterampilan membunuh sebagai agen tidak secara otomatis bisa dikonversi menjadi keterampilan seni kuliner
    tingkat tinggi. 
  •  Ketidaksinambungan Kecerdasan di Lokasi Syuting: Ketika berpindah latar ke lokasi
    syuting, Luka awalnya gagal berakting. Namun, kemampuan aktingnya dianggap pulih hanya karena ia mahir berkelahi. Secara psikologis, kecerdasan kinestetik (bela diri) sangat berbeda dengan kecerdasan linguistik-emosional (akting). Video ini menuntun penonton percaya bahwa
    kekuatan fisik bisa menutupi kurangnya kemampuan kognitif dan profesionalisme dalam bekerja.  

2. Kritik Terhadap Dampak Konten

Kritik utama untuk video ini terletak pada bagaimana pembuat konten mengagungkan hasil instan dan keberuntungan di atas proses belajar yang manusiawi. Narasi yang dibangun bersifat utopis; seolah-olah masalah hidup yang berat seperti amnesia dan kemiskinan bisa diselesaikan hanya dengan menunggu insting masa lalu muncul kembali. Ini adalah fenomena pembodohan massal karena menjauhkan masyarakat dari realitas bahwa kesuksesan memerlukan sistem pendukung yang resmi dan edukasi yang terstruktur. Penonton diajak untuk sekadar mengagumi tanpa mempertanyakan apakah cara-cara yang ditempuh tokoh tersebut benar secara moral atau masuk akal secara logika.

3. Kesimpulan

Video ini memang berhasil mendapatkan likes melalui visual yang memukau, namun secara naratif ia mengandung cacat logika yang serius. Kesuksesan sejati tidaklah datang dari amnesia yang berujung pada keajaiban nasib, melainkan dari konsistensi, integritas, dan perlindungan hak-hak individu yang layak. Menonton konten media sosial saat ini memerlukan daya kritis yang tinggi agar kita tidak terjebak dalam fantasi yang melarikan diri dari realitas kehidupan yang sebenarnya penuh dengan tantangan logis dan prosedural.

Daftar pustaka

Cinema Chronicles. (2026). Amnesia Agent Becomes Sushi Master… Until His Past Returns. YouTube Shorts.

https://youtu.be/Bkw8EKLeZZg?si=VjnixvvzuMcLFOcV


 

Minggu, 26 April 2026

ESAI 1 REVIEW VIDIO, fransiska putri amelia-25310410001

                       NAMA                              : FRANSISKA PUTRY AMELIA

                       NIM                                  : 25310410001

                      MATA KULIAH               : PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORAGNISASI

                      TUGAS ESAI KE            : 2

                     NAMA TUGAS               : REVIEW VIDIO

                    DOSEN PENGAMPU      :Dr. Arundati Shinta M.A

                    TGL, BULAN DAN TAHUN : 26 april 2026 




                 ESAI KE 1 : REVIEW VIDIO

            Judul vidio : Penerbangan terakhir 

           link vidio   :https://youtu.be/wtWhEOJS9Js

           chanel youtube : @ jejakanakkampung2002

                                           ISI VIDIO  :

 Video tersebut merangkum alur cerita film tahun 2026 berjudul "Penerbangan Terakhir", yang mengisahkan sisi gelap kehidupan seorang pilot bernama Kapten Deva Angkasa. Deva digambarkan sebagai sosok yang karismatik namun sangat manipulatif, di mana ia menjalin hubungan asmara dengan seorang pramugari bernama Tiara setelah memanfaatkan nostalgia masa sekolah mereka. Di balik janji-janji manisnya, Deva ternyata hanya memanfaatkan Tiara untuk kepentingan pribadi, termasuk menipu Tiara agar memberikan uang sebesar Rp100 juta dengan alasan palsu untuk biaya pengobatan ibunya.Konflik memuncak ketika Tiara mengetahui bahwa pada hari yang sama saat Deva meminjam uang tersebut, ia justru melangsungkan pernikahan dengan seorang influencer bernama Nadya. Meskipun sudah menikah, Deva tetap berusaha mengejar Tiara dengan berbagai kebohongan dan drama, termasuk mengaku tertekan dalam pernikahannya. Namun, situasi berbalik menjadi bumerang bagi Tiara ketika Nadya mengetahui hubungan mereka dan menggunakan pengaruhnya di media sosial untuk memfitnah Tiara sebagai perusak rumah tangga demi konten dan simpati publik. Pada akhirnya, cerita ini berakhir dengan tragis bagi pihak perempuan yang jujur. Tiara harus kehilangan pekerjaannya sebagai pramugari dan menanggung beban sosial akibat fitnah yang viral, sementara Deva dan Nadya memilih untuk berdamai demi citra mereka. Film ini ditutup dengan pesan moral tentang pentingnya bagi seorang wanita untuk menghargai harga diri mereka dan tidak terjebak dalam manipulasi pria yang tidak setia, serta memberikan gambaran betapa kejamnya konsekuensi dari sebuah pengkhianatan dalam dunia profesional dan personal.

                               PERMASALAHAN:

Permasalahan utama dalam video tersebut berpusat pada tindakan manipulasi emosional dan penipuan yang dilakukan oleh Kapten Deva terhadap Tiara. Deva memanfaatkan kepercayaan dan perasaan cinta Tiara untuk melakukan penipuan finansial sebesar Rp100 juta dengan alasan palsu, sementara di saat yang sama ia menjalani kehidupan ganda dan mengkhianati Tiara dengan menikahi wanita lain. Masalah ini kemudian berkembang menjadi skandal publik ketika istri Deva, Nadya, menggunakan pengaruhnya sebagai influencer untuk memutarbalikkan fakta dan memfitnah Tiara sebagai perusak rumah tangga di media sosial. Akibatnya, muncul ketidakadilan yang nyata di mana Tiara harus menanggung beban sosial dan kehilangan kariernya sebagai pramugari, sementara pelaku utama pengkhianatan tersebut justru berhasil memperbaiki citra dan kembali ke kehidupan normalnya.

                                KRITIK :

Pertama, dari sisi moralitas dan etika profesi, film ini mengkritik habis perilaku penyalahgunaan kekuasaan di dunia kerja. Sosok Deva mewakili oknum yang menggunakan karisma dan jabatannya sebagai kapten pilot untuk memanipulasi bawahan (pramugari). 

Kedua, kritik terhadap kerentanan perempuan dalam hubungan yang toksik. Melalui karakter Tiara, film ini menggambarkan bagaimana cinta yang buta dapat membuat seseorang kehilangan akal sehat, hingga mengorbankan stabilitas finansial keluarga

                                  KESIMPULAN

Kesimpulan dari video tersebut adalah sebuah penggambaran mengenai kekejaman manipulasi dan ketidakadilan sosial yang terjadi dalam hubungan personal maupun ruang publik. Film ini menegaskan bahwa kesuksesan profesional seseorang tidak menjamin keluhuran budi pekerti, sebagaimana diperlihatkan melalui karakter Deva yang tega mengeksploitasi perasaan dan finansial korbannya demi kepuasan pribadi.

                                DAFTAR PUSTAKA

@jejakanakkampung, youtube, https://youtu.be/wtWhEOJS9Js







Sabtu, 25 April 2026

Esai 2- Review Jurnal- psikologi Industri dan Organisasi- Putri Kahi Timba-25310410006.




Nama             : Putri Kahi Timba

NIM                : 25310410006

Kelas              : A Reguler

Mata Kuliah    : Psikologi Industri dan Organisasi

Tugas esai Ke : 2 - Review Jurnal

Nama Tugas:  Meringkas Jurnal

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A

Tgl, Bulan & Tahun Publikasi: 25 April 2026



ESAI KE-2 REVIEW JURNAL


Topik

Analisis peran motivasi kerja dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan: Sebuah tinjauan literatur pada organisasi modern.

Sumber

Irawan, H., Ayu, I. W., Nurwahidah, S., & Darmanto. (2024). Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Riset Kajian Teknologi & Lingkungan (JRKTLO), 7(2), Desember, P280-P286. Link Jurnal: https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/1915

Permasalahan

Idealnya, setiap organisasi mengharapkan prestasi kerja yang optimal dari seluruh SDM untuk menjamin keberlangsungan perusahaan. Namun kenyataannya, mempertahankan tingkat prestasi kerja yang konsisten sangat sulit dilakukan, terutama pada pekerja kontrak atau sementara. Hal ini disebabkan oleh adanya ketidakpastian masa depan kerja, hubungan yang kurang harmonis dengan pihak manajemen, serta ketidakseimbangan beban kerja yang sering kali mematikan motivasi dan menurunkan kualitas output pekerjaan

Teori

  • Prestasi Kerja (Kinerja) :Merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Indikator utamanya mencakup waktu kerja, kualitas, kuantitas, dan kemampuan kerjasama tim
  • Motivasi Kerja: Faktor psikologis yang memacu antusiasme dan semangat kerja agar karyawan dapat bekerja secara efektif dengan mengintegrasikan segala kemampuannya untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Faktor Ekstrinsik: Mencakup kompensasi, hubungan dengan manajemen, dan kepastian pekerjaan yang menjadi stimulus luar bagi peningkatan prestasi kerja.

Metode

  • Alat ungkap: Studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai dokumen ilmiah, buku, dan artikel riset terkait.
  • Sumber data: Data sekunder yang berasal dari jurnal ilmiah nasional yang relevan dengan bidang Psikologi Industri dan Organisasi.
  • Analisis: Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk membedah keterkaitan antara motivasi dan capaian prestasi kerja individu dalam organisasi.

Hasil Penelitian

  • Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan antara motivasi kerja terhadap peningkatan prestasi kerja karyawan.
  • Faktor kunci yang menentukan prestasi pekerja (khususnya pekerja sementara) meliputi: kepastian pekerjaan, hubungan sehat dengan manajemen, keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance), dan sistem kompensasi yang adil.
  • Pemberian motivasi, baik secara positif (penghargaan) maupun negatif (standar kedisiplinan), terbukti mampu menjaga ritme kerja yang produktif.

Diskusi

Meskipun jurnal ini memaparkan hubungan motivasi dan prestasi dengan baik, terdapat beberapa catatan kritis untuk pembelajaran akademik:

  1. Validitas Metodologis: Karena menggunakan metode studi literatur, penelitian ini tidak menyertakan angka validitas dan reliabilitas alat ukur yang spesifik, sehingga sulit dijadikan acuan tunggal untuk penelitian replikasi tanpa data primer.
  2. Keterbatasan Variabel: Peneliti belum membedah secara mendalam pengaruh variabel demografis seperti perbedaan usia (generasi) terhadap jenis motivasi yang dibutuhkan untuk memicu prestasi kerja.
  3. Perspektif Kepemimpinan: Fokus penelitian lebih banyak pada sistem organisasi, namun kurang mendalami bagaimana gaya kepemimpinan secara personal dapat menjadi faktor perusak atau pembangun prestasi kerja secara langsung di lapangan.

Daftar Pustaka

Irawan, H., Ayu, I. W., Nurwahidah, S., & Darmanto. (2024). Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Riset Kajian Teknologi & Lingkungan, 7(2), 280-286. https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/1915