Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Jumat, 15 Mei 2026

Esai 2 - psikologi Industri dan Organisasi - Andreas Gilchrist Olezka - 25310410009

                                               

                                                                                                                                             

Nama : AndreasGilchrist Olezka

NIM : 25310410009

Prodi : Psikologi

Semester : 2

Mata Kuliah : Psikologi Industri & Organisasi

Tugas Esai 2 : Review  Jurnal

Dosen Pengampu : Dr Arundati Shinta

Tanggal penulisan : Jumat, 15 Mei 2026


Esai 2 Review Jurnal

Judul : Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Kereta Api Indonesia (PERSERO)


Topik :: Pengaruh Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan.


Sumber : Januar, MR, & Murniyati, M. (2025). Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Kereta Api Indonesia (PERSERO): Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Kereta Api Indonesia (PERSERO). Jurnal Manajemen Ekonomi Dan Akuntansi , 2 (1), 189–194.

https://ejournal.cakrawarti.id/index.php/JMAEKA/article/view/248



Permasalahan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan organisasi dalam menjaga efektivitas dan keberhasilan instansi melalui kinerja pegawainya. Masalah utama yang diangkat adalah adanya ketidakpastian mengenai seberapa besar peran kepuasan kerja dan dorongan motivasi dalam membentuk kinerja karyawan di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (PERSERO). Fenomena ini krusial karena setiap perubahan pada aspek psikologis karyawan dapat berdampak langsung pada kualitas layanan transportasi publik.

Tujuan Penelitian

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menguji dan membuktikan secara empiris pengaruh variabel kepuasan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Secara spesifik, penelitian ini ingin melihat dampak masing-masing variabel tersebut secara individu (parsial) serta bagaimana keduanya berinteraksi secara bersama-sama (simultan) dalam memengaruhi tingkat produktivitas kerja di perusahaan tersebut.

Isi Penelitian

Artikel ini memaparkan tinjauan mendalam mengenai manajemen sumber daya manusia dengan memfokuskan pada tiga variabel utama: kepuasan, motivasi, dan kinerja. Isi dokumen mencakup landasan teori yang kuat, profil responden dari PT KAI, serta analisis data statistik yang menghubungkan perasaan puas karyawan dan motivasi internal mereka dengan standar pencapaian kerja yang ditetapkan oleh perusahaan.

Metode Penelitian

Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner tertutup yang diukur menggunakan skala Likert kepada para karyawan. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui metode purposive sampling untuk memastikan responden memenuhi kriteria tertentu. Data yang telah terkumpul kemudian diolah secara statistik menggunakan perangkat lunak SPSS, mencakup uji regresi linier, uji t, dan uji F.

Hasil Penelitian

Temuan riset menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Namun, hasil unik ditemukan pada variabel kepuasan kerja yang berpengaruh signifikan tetapi memiliki arah koefisien negatif, menunjukkan bahwa kepuasan yang tinggi tidak serta-merta meningkatkan kinerja dalam konteks ini. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan dengan nilai F-hitung 4,619 dan kontribusi pengaruh sebesar 12,9%.

Diskusi

Dalam bagian diskusi, ditekankan bahwa manajemen PT KAI perlu memberikan perhatian lebih besar pada penguatan motivasi kerja karena variabel ini terbukti menjadi pendorong paling efektif bagi kinerja karyawan. Meskipun kepuasan kerja tetap penting, motivasi memiliki dampak yang lebih langsung dan positif, sehingga strategi pengembangan SDM ke depan harus difokuskan pada faktor-faktor yang mampu memicu semangat dan dorongan berprestasi staf.


Daftar Pustaka :

Januar, MR, & Murniyati, M. (2025). Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Kereta Api Indonesia (PERSERO): Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Kereta Api Indonesia (PERSERO). Jurnal Manajemen Ekonomi Dan Akuntansi , 2 (1), 189–194.

https://ejournal.cakrawarti.id/index.php/JMAEKA/article/view/248

Esai 2 ( Review Jurnal ) - Psikologi Industri dan Organisasi - Devita Kahi Nggona_ 25310410003_Psikologi


Nama                    : Devita Kahi Nggona

NIM                     : 25310410003

Prodi                    : Psikologi

Mata Kuliah        : Psikologi Industri dan Organisasi

Tugas Esai          : 2 Review Jurnal

Dosen Pengampu  : Dr. Arundati Shinta M.A.

Tanggal Penulisan : 15,Mei 2026


ESAI KE-2 REVIEW JURNAL                                                                                                           Judul  : "PENGARUH STRES KERJA,MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN"                                                                               

Topik :Stres kerja,motivasi kerja,dan lingkungan kerja.                                                                        Sumber : MANEGGIO:Jurnal Ilmiah Magister Manajemen (2020), 3(2).DOI:https://jurnal.umsu.ac.id:444/index.php/MANEGGIO/article/view/5040


Permasalahan  : Penurunan semangat kerja yang dipicu oleh tiga faktor utama yang saling berkaitan.  yang Pertama, pegawai mengalami tekanan kerja yang tidak wajar akibat kelangkaan blangko e-KTP, di mana mereka terjepit antara kebijakan pusat dan tuntutan masyarakat yang terus mendesak, sehingga memunculkan stres kerja yang berkepanjangan. Kedua, motivasi kerja pegawai sangat rendah karena pimpinan tidak secara aktif memberikan dorongan dan stimulasi semangat kepada bawahannya, padahal peran pemimpin dalam menumbuhkan motivasi sangat krusial bagi keberlangsungan kinerja organisasi. Ketiga, lingkungan kerja yang tidak nyaman akibat fasilitas pendingin ruangan yang tidak memadai menambah beban psikologis dan fisik pegawai dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.Inti  permasalahan dalam penelitian ini bermuara pada satu titik kritis lemahnya manajemen SDM di instansi pemerintah, khususnya dalam mengelola stres kerja, membangun motivasi, dan menyediakan lingkungan kerja yang layak. Jika ketiga hal ini tidak segera ditangani secara terpadu, maka semangat kerja pegawai akan terus menurun dan pada akhirnya mengorbankan kualitas pelayanan publik yang menjadi hak masyarakat.

Tujuan Penelitian :  Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis apa pengaruh dan penyebab sehingga munculnya  stres kerja, motivasi kerja, dan lingkungan kerja terhadap semangat kerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Labuhanbatu Utara, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama.                                                                           Tujuan Khusus                                                                                                                                            1. Untuk mengetahui apakah stres kerja berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja pegawai secara parsial.                                                                                                                                                2. Untuk mengetahui apakah motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja pegawai secara parsial.                                                                                                                                                3. Untuk mengetahui apakah lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja pegawai secara parsial.                                                                                                                                                4. Untuk mengetahui apakah stres kerja, motivasi kerja, dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja pegawai secara simultan.

Dengan adanya Penelitian ini dapat memberikan bukti ilmiah dan rekomendasi nyata kepada pimpinan instansi pemerintah agar dapat mengambil kebijakan yang tepat dalam mengelola SDM, khususnya dalam menjaga dan meningkatkan semangat kerja pegawai demi tercapainya pelayanan publik yang optimal dan berkualitas.

Isi  : membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi semangat kerja pegawai di instansi pemerintah, khususnya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Labuhanbatu Utara. Peneliti ingin membuktikan secara ilmiah apakah stres kerja, motivasi kerja, dan lingkungan kerja benar-benar berpengaruh terhadap tinggi rendahnya semangat kerja pegawai. Penelitian dilakukan terhadap 32 pegawai tetap menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa motivasi kerja dan stres kerja terbukti berpengaruh signifikan secara individual, sementara lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan secara sendiri-sendiri namun tetap berpengaruh ketika ketiga variabel diuji secara bersamaan. jurnal ini menegaskan bahwa pegawai yang termotivasi dan tidak terbebani stres berlebihan akan bekerja dengan lebih semangat dan produktif, dan ini menjadi tanggung jawab bersama antara pegawai itu sendiri maupun pimpinan instansi dalam menciptakan kondisi kerja yang kondusif demi tercapainya tujuan pelayanan publik yang optimal.

Metode  : Studi ini menggunakan pendekatan asosiatif dengan melibatkan seluruh 32 pegawai tetap Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Labuhanbatu Utara sebagai responden menggunakan metode sensus total. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert yang mencakup empat variabel yaitu stres kerja, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan semangat kerja.                                                        Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 21, didahului oleh uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas yang kesemuanya terpenuhi dengan baik. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t untuk pengaruh parsial, uji F untuk pengaruh simultan, dan koefisien determinasi R² untuk mengukur seberapa besar kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat.

Hasil   :                                                                                                                                                1. Stres Kerja → Semangat Kerja                                                                                                              Stres kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja dengan nilai t hitung 2,739 lebih besar dari t tabel 1,701 dan signifikansi. Artinya semakin tinggi stres yang dialami pegawai maka akan semakin mempengaruhi semangat kerjanya secara nyata.                                                                      2. Motivasi Kerja → Semangat Kerja                                                                                                  Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh signifikan dengan nilai t hitung 2,120 lebih besar dari t tabel 1,701 dan signifikansi . Artinya semakin tinggi motivasi yang dimiliki atau diberikan kepada pegawai maka semangat kerjanya akan semakin meningkat.                                                                          3. Lingkungan Kerja → Semangat Kerja                                                                                       Lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan secara parsial dengan nilai t hitung 1,656 lebih kecil dari t tabel 1,701 dan signifikansi. Artinya secara sendiri-sendiri lingkungan kerja belum cukup kuat mempengaruhi semangat kerja pegawai.                                                                                                      Secara stimultan,stres kerja,motivasi kerja,dan lingkungan kerja berpengaruh singnifikan terhadap semangat kerja karyawan.

 Diskusi 

1. Stres kerja terbukti berpengaruh signifikan : tekanan bertubi-tubi dapat menurunkan semangat kerja, 2. Motivasi kerja berpengaruh signifikan : pemimpin berperan penting dalam menumbuhkan motivasi bawahan, motivasi kerja juga  menjadi faktor penting dalam meningkatkan semangat kerja karyawan.                                                                                                                                                  3. Lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan secara parsial, meskipun teori menyatakan kondisi buruk menurunkan produktivitas, tetapi dalam konteks instansi ini pegawai tampaknya sudah terbiasa atau menerima kondisi yang ada walaupun kondisi lingkungannya kurang nyaman.                    Dari Penelitian ini juga menegaskan bahwa kombinasi antara pengelolaan stres, pemberian motivasi, dan lingkungan kerja yang baik dapat meningkatkan semangat kerja pegawai secara keseluruhan. 

Kesimpulan 

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa stres kerja dan motivasi kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja pegawai, sementara lingkungan kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan. Namun secara simultan ketiga variabel yaitu stres kerja, motivasi kerja, dan lingkungan kerja bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Labuhanbatu Utara dengan kontribusi sebesar 53,3%. Hal ini menegaskan bahwa motivasi kerja dan stres kerja adalah dua faktor paling krusial yang harus diperhatikan oleh pimpinan instansi. Ketika pegawai memiliki motivasi yang kuat dan stres yang terkendali maka semangat kerja mereka akan meningkat dan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat.Meskipun lingkungan kerja tidak terbukti signifikan secara individual, instansi tetap disarankan untuk terus memperbaiki fasilitas dan kondisi fisik tempat kerja karena secara bersama-sama lingkungan kerja tetap memberikan kontribusi nyata terhadap semangat kerja pegawai.                                                                                                       Jadi, Secara keseluruhan penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan SDM yang baik, terpadu, dan berkelanjutan melalui pengendalian stres, penguatan motivasi, dan perbaikan lingkungan kerja adalah kunci utama dalam membangun pegawai yang bersemangat, produktif, dan mampu memberikan pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat.

Daftar Pustaka : 

Manihuruk,C,P.,& Tirtayasa,S. (2020).Pengaruh Stres Kerja,Motivasi Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Pegawai. Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen,3(2),296-307.DOI:https://jurnal.umsu.ac.id:444/index.php/MANEGGIO/article/view/5040


 





Esai 1- Review Vidio- Psikologi Industri dan Organisasi - Devita Kahi Nggona - 25310410003.



Nama                    :  Devita Kahi Nggona              

NIM                     :  25310410003

Kelas                    :  A Reguler

Mata Kuliah         :  Psikologi Industri dan Organisasi

Tugas esai ke       : 1- Review Vidio

Nama tugas         :  Esai Kritis Review Vidio 

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A

Tgl,Bulan & Tahun Publikasi : 15 Mei 2026   



ESAI KE-1 REVIEW VIDIO

Judul Video  : "SUKSES TIDAK DATANG DARI ORANG YANG MALAS"
Chanel Youtube  : MOTOBATU_PROJECT


Isi Video

Video ini menceritakan tentang seseorang yang memiliki sifat malas, tidak mau berusaha, dan sering menunda pekerjaan. Akibat dari kebiasaan tersebut, hidupnya menjadi sulit dan masa depannya tidak berkembang.Dari video ini juga menunjukkan bahwa orang yang rajin, disiplin, dan mau bekerja keras akan memiliki peluang lebih besar untuk sukses. Tokoh dalam vidio ini juga lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal hal yang tidak bermanfaat dibandingkan mempersiapkan masa depannya.
Dari vidio ini kita bisa melihat bahwa orang malas sering menyepelekan waktu,tugas dan tanggung jawab.Mereka hanya ingin hasil yang besar tetapi tidak mau berproses, kebiasaan buruk yang dilakukan secara terus-menerus akhirnya berdampak pada kegagalan hidup. Vidio ini juga menampilkan pesan bahwa kesuksesan seseorang bukan berasal dari kebiasaan baik yang dilakukan setiap  hari,tetapi orang sukses adalah orang yang mau bejuang,belajar dari kegagalan dan konsisten dalam mencapai tujuan.

Permasalahan dalam Video

Video ini mengangkat beberapa masalah sosial dan pribadi yang sering kali terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada remaja dan pelajar.
1. Rasa malas, permasalahan utama dalam video adalah rasa malas yang membuat seseorang tidak produktif,Tidak memiliki target hidup,Sulit berkembang,dan Kehilangan kesempatan.Rasa malas ini yang menjadi penghambat terbesar bagi kita untuk menuju kesuksesan.
2.Kebiasaan menunda pekerjaan, Tokoh dalam vidio sering kali menunda nunda pekerjaan ataupun tugas dengan alasan masih ada waktu.Kebiasaan ini yang menyebabkan pekerjaan semakin menumpuk,hasil menjadi tidak maksimal,dan pada akhirnya timbul stress dan penyesalan.
Dari vidio kita bisa melihat seseorang yang tidak memiliki motivasi akan lebih mudah menyerah dan tidak memiliki arah hidup yang jelas. Tokoh dalam vidio ini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bersantai,bermain,atau melakukan hal hal yang tidak penting dibandingkan belajar dan memperbaiki diri.
Masalah-masalah tersebut sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada pelajar atau anak muda yang kurang memiliki tujuan hidup yang jelas. 


Kritik terhadap Video

 Ya, Walaupun dalam video memiliki pesan moral yang baik, akan tetapi, dalam Penyampaian pesan cenderung terlalu sederhana, seolah-olah semua kegagalan hanya disebabkan oleh rasa malas. Dan masih  kurang membahas apa faktor lain yang dapat mempengaruhi kesuksesan, seperti kondisi ekonomi, kesempatan, kesehatan mental, atau dukungan lingkungan.
Alur cerita lebih menekankan ketakutan akan kegagalan dibanding memberikan solusi yang detail.
Ada juga beberapa adegan yang terasa dibuat dramatis agar penonton tersentuh secara emosional.
Namun secara keseluruhan, video tetap efektif untuk membangun motivasi dan kesadaran diri. 

Kesimpulan

Dari Video ini kita bisa menyimpulkan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat belajar merupakan kunci untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Seseorang yang terus bermalas-malasan akan sulit berkembang dan berisiko menyesali hidupnya di kemudian hari.
Walaupun penyampaiannya cukup sederhana dan dramatis, video ini tetap cocok digunakan sebagai media motivasi bagi pelajar karena mampu mengingatkan pentingnya usaha dan tanggung jawab dalam kehidupan, meskipun vidio ini memiliki kekurangan karena terlalu menyederhanakan penyebab kegagalan, secara keseluruhan pesan yang disampaikan sangat baik dan relevan untuk kehidupan pelajar maupun masyarakat umum. Video ini dapat menjadi pengingat bahwa masa depan seseorang sangat dipengaruhi oleh kebiasaan dan usaha yang dilakukan sejak sekarang.


Daftar Pustaka   : Motobatu Project,"Sukses Tidak Datang Pada Orang Yang Malas".  (2019, 22 Januari).YouTube.  https://youtu.be/HpgOO46OZ-Q?si=BLVRIqdlQy12yJCM