Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Jumat, 24 April 2026

Esai 1- Review vidio- psikologi Industri dan Organisasi- Putri Kahi Timba-25310410006.



Nama             : Putri Kahi Timba

NIM                : 25310410006

Kelas              : A Reguler

Mata Kuliah    : Psikologi Industri dan Organisasi

Tugas esai Ke :  1- Review Vidio

Nama Tugas: Esai Kritis Review Video

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A

 Tgl, Bulan & Tahun Publikasi: 25 April 2026



ESAI KE-1 REVIEW VIDIO

Gugatan Terhadap Narasi "Slow but Sure": Analisis Kritis Produktivitas dalam Kompetisi Menebang Kayu

Sumber Vidio :

Judul Video: #babyshorts (Jangan pernah remehkan orang yang terlihat santai)

Link Video: https://youtube.com/shorts/VOiAZQVBU0U

Chanel Youtube : AC STORY

Isi Video :

Video pendek dari akun YouTube AC STORY ini memperlihatkan sebuah perlombaan menebang kayu yang diikuti oleh beberapa pria. Saat aba-aba dimulai, semua peserta langsung mengayunkan kapak mereka dengan sangat cepat dan bertenaga. Namun, ada satu pria yang justru memilih untuk diam memegang kapaknya tanpa melakukan gerakan apa pun. Narasi video menjelaskan bahwa pria tersebut tidak sedang menunda, melainkan sedang mengamati serat kayu dan mencari sudut terbaik agar tenaganya tidak terbuang sia-sia. Video ini ingin menunjukkan bahwa strategi dan kesabaran jauh lebih efektif daripada sekadar adu kecepatan.

Permasalahan :

Persoalan utama dalam video ini adalah adanya upaya untuk membenarkan ketidaksiapan kerja dengan bungkusan "strategi". Penonton digiring untuk percaya pada narasi romantis bahwa orang yang diam adalah orang yang paling pintar dalam sebuah sistem kerja. Hal ini memicu pola pikir yang tidak kritis karena mengabaikan fakta-fakta teknis dan visual yang ada di depan mata hanya demi mendapatkan pesan moral yang terasa "bijak". Inilah yang disebut sebagai bentuk pengaburan logika dalam konten media sosial.

Kritik :

Bila kita telisik lebih dalam, terdapat beberapa kejanggalan yang membuktikan bahwa narasi video ini tidak logis dan cenderung membodohi penonton:

  1. Manipulasi Hasil Akhir: Jika kita jeli memperhatikan area latar belakang pada detik-detik akhir video, ada peserta di sisi kiri yang sebenarnya sudah menjatuhkan potongan kayunya lebih cepat. Namun, narator tetap mengarahkan penonton untuk melihat pria yang "diam" tadi sebagai pemenangnya. Ini adalah kesalahan fakta yang fatal demi sebuah konten motivasi.

  2. Kekeliruan Konsep Persiapan (PIO): Dalam kacamata Psikologi Industri dan Organisasi, persiapan teknis seperti melihat serat kayu seharusnya dilakukan dalam tahap perencanaan (planning) sebelum waktu kompetisi berjalan. Diam di saat waktu sudah dihitung bukan merupakan strategi, melainkan bentuk inefisiensi. Dalam dunia industri, perilaku seperti ini justru menghambat alur kerja dan menurunkan produktivitas tim.

  3. Mitos "Tenaga Cadangan": Video mengeklaim bahwa pria tersebut menyimpan tenaga sementara yang lain kelelahan. Padahal, dalam kompetisi fisik sesingkat itu, momentum awal adalah kunci. Memberikan ruang bagi lawan untuk melaju jauh hanya akan menciptakan beban psikologis dan ketertinggalan yang sulit dikejar, meskipun kapak diayunkan dengan sudut yang tepat sekalipun.

  4. Ketidaklogisan Narasi Motivasi: Narasi ini mendidik penonton untuk merasa nyaman dengan kelambanan bertindak. Seharusnya, efektivitas kerja dicapai dengan menggabungkan persiapan matang dan eksekusi yang cepat. Memilih salah satunya saja—apalagi memilih untuk diam saat kompetisi dimulai—adalah cara pandang yang keliru dalam manajemen kinerja.

 Sebetulnya, solusi dari tantangan menebang kayu adalah melakukan riset sebelum mulai dan mengeksekusinya dengan kecepatan penuh. Tidak perlu ada drama "berdiam diri" yang justru memperlihatkan kurangnya kesiapan mental dalam menghadapi persaingan.

Kesimpulan

Kita harus lebih kritis dalam membedah konten media sosial agar tidak terjebak dalam pembodohan massal yang dibungkus dengan visual menarik. Strategi tanpa kecepatan eksekusi adalah kegagalan dalam manajemen waktu. Di era industri yang serba cepat, pemenang yang sesungguhnya adalah mereka yang mampu berpikir cepat sekaligus bertindak secara akurat.

Daftar Pustaka :

AC STORY. (2026, 24 Februari). #babyshorts [Video]. YouTube. https://youtube.com/shorts/VOiAZQVBU0U.


Rabu, 22 April 2026

review jurnal esai 2 Fransiska putri amelia

                                   







                                    NAMA : FRANSISKA PUTRY AMELIA

                                   MATKUL : PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI 

                                   PRODI    : PSIKOLOGI

                                   NIM        : 25310410001

                            DOSEN PENGAMPU  : DR ARUNDATI SHINTA



                                  ESAI 2 REVIEW JURNAL


Sumber : Andia Salsabilla dan Ian Nurpatria Suryawan 2022 dalam AKSARA: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, PENGARUH KEPUASAN KERJA, DISIPLIN KERJA, DAN MOTIVSI KERJA TERHADAP KINEJA KARYAWAN ,  P-ISSN 2407-8018, E-ISSN 2721-7310,

http://dx.doi.org/10.37905/aksara.8.1.137-146.2022

TOPIK : kepuasan kerja, disiplin kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.



  PERMASALAHAN : Penuruna hasil penilaian kerja.

 Sumber daya manusia bisa jadi penentu hasil tidaknya sebuah perusahaan. jika SDM memiliki kualitas sesuai dengan keahlian yang diinginkan oleh perusahaan maka akan berpengaruh positif untuk perusahaan tersebut. Pada jurnal aslinya terdapat data empiris yang menunjukan adanya penurunan hasil penilaian kinerja karyawan pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan paling signifikan terjadi pada kriteria sikap pekerja(attitude). Penilaian ini mencakup beberapa aspek penting, yaitutingkah laku karyawan, pengembangan bawahan, dan pelayanan kepada pelanggaran.


 TUJUAN : Tujuan utama dari penelitian dalam jurnal tersebut adalah untuk menganalisis dan mengetahui dari tiga variabel tersebut yaitu tingkah laku karyawan, pengembangan bawahan, dan pelayanan kepada pelanggaran.


ISI : Penelitian ini didorong oleh peran penting Sumber Daya Manusia sebagai penentu keberhasilan atau kegagalan sebuah perusahaan. Masalah spesifik yang diangkat adalah terjadinya penurunan hasil penilaian kinerja di PT KWS pada tahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya, terutama pada kriteria sikap pekerja (attitude) yang mencakup tingkah laku, pelayanan pelanggan, dan pengembangan bawahan. Selain itu, ditemukan rendahnya kedisiplinan berupa keterlambatan karyawan yang disebabkan oleh pemberian sanksi yang kurang tegas, sehingga menurunkan produktivitas kerja.


METODE : Jenis Penelitian: Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian kausalitas, yaitu metode yang bertujuan untuk menguji hubungan sebab-akibat. Populasi: Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di PT KWS yang berjumlah 171 orangSampel: Sampel yang diambil untuk penelitian ini adalah sebanyak 80 karyawan tetap.

HASIL : 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja, disiplin kerja, dan motivasi kerja secara bersama-sama memiliki hubungan yang sedang dan positif terhadap kinerja karyawan di PT KWS. Ketiga variabel tersebut secara simultan memberikan kontribusi sebesar 31,1% terhadap kinerja karyawan, sementara 68,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Secara parsial, kepuasan kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja dengan koefisien regresi sebesar 0,143. Disiplin kerja juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja dengan nilai koefisien sebesar 0,129. Di antara semua faktor, motivasi kerja memberikan pengaruh yang paling besar dan signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan dengan koefisien regresi mencapai 0,363. Berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja, disiplin kerja, dan motivasi kerja masing-masing memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan di PT KWS.


DISKUSI : Kinerja karyawan di PT KWS sangat dipengaruhi oleh tingkat kedisiplinan, di mana terdapat kaitan erat antara perilaku disiplin dengan pencapaian tujuan perusahaan. Masalah utama yang ditemukan adalah adanya fenomena keterlambatan karyawan yang disebabkan oleh sanksi yang kurang tegas dari pihak perusahaan, sehingga karyawan kehilangan rasa tanggung jawab terhadap waktu. Hal ini selaras dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa ketidakhadiran dan keterlambatan berakibat langsung pada penurunan produktivitas.

 DAFTAR PUSTAKA : Andia Salsabilla dan Ian Nurpatria Suryawan 2022 dalam AKSARA: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, PENGARUH KEPUASAN KERJA, DISIPLIN KERJA, DAN MOTIVSI KERJA TERHADAP KINEJA KARYAWAN ,  P-ISSN 2407-8018, E-ISSN 2721-7310,

http://dx.doi.org/10.37905/aksara.8.1.137-146.2022










                                   

Senin, 20 April 2026

Esai 1 - Review Vidio - Psikologi Industri & Organisasi - Muhamad Ridho Rasyidin_25310410005_Psikogi

 

Nama : Muhamad Ridho Rasyidin

NIM : 25310410005

Prodi : Psikologi

Semester : 2

Mata kuliah : Psikologi Industri & Organisasi

Tugas Esai 1 : Review video

Dosen Pengampu :  Dr Arundati Shinta 

Tanggal Publikasi : Selasa 21 April 2026

Waktu Publikasi : 12.45 (WIB) 



ESAI 1 REVIEW VIDEO

Judul Video :”BOCIL LEBIH PILIH MAINAN DARIPADA.. 😱”


Like : 584 ribu
View : 30.724.052
Tahun : Januari 2026
Channel : Iben M.A.

Ada sebuah video berjudul : "BOCIL LEBIH PILIH MAINAN DARIPADA...😱" dari seorang konten kreator bernama Iben M.A. yang mendapatkan 584 ribu like dan komen sebanyak 4,2 ribu.
Dalam tayangan tersebut ada seorang anak kecil dihadapkan pada dua pilihan untuk memilih antara sebuah mainan yang menarik secara visual atau sejumlah uang yang nilainya secara objektif jauh lebih tinggi bagi orang dewasa. Sesuai dugaan sang anak dengan polosnya memilih mainan tersebut.
 
Video ini dikemas untuk hiburan penonton. Namun di akhir video ada seorang anak yang memilih untuk mendapatkan uang sebesar 5 juta dan berbicara bahwa “Uang aja bang 5 Juta buat mama di rumah”. Sebenarnya ada hal yang lumayan janggal dan disayangkan pada video ini dikarenakan anak kecil yang notabene nya masih di fase perkembangan menurut psikologi tapi dia bisa memilih uang dan memikirkan ekonomi yang terjadi pada keluarganya.

Namun disinilah juga letak permasalahannya. Video tersebut hanya mengeksploitasi keluguan anak untuk tujuan hiburan semata tanpa memberikan konteks edukasi yang memadai. Seharusnya video itu juga membahas tentang alasan psikologis di balik keputusan sang anak dan bukan hanya untuk menjadikannya bahan tontonan lucu-lucuan. Alasannya adalah penonton awam mungkin akan menganggap anak tersebut kurang cerdas atau membuat keputusan yang salah dan merugikan dirinya sendiri. 

Padahal dari sudut pandang psikologi keputusan anak tersebut sangat wajar dan valid sesuai dengan tahap perkembangannya. Jika kita membedah fenomena ini menggunakan Teori Perkembangan Kognitif dari Jean Piaget, dimana anak-anak terutama yang berada pada tahap pra-operasional (usia 2-7 tahun) itu belum sepenuhnya memahami konsep pemikiran abstrak. Dimana uang kertas pada dasarnya adalah sebuah konsep simbolik dan abstrak. Lembaran uang itu tidak memiliki nilai intrinsik bagi anak kecil yang belum memahami fungsi pertukaran ekonomi. Sebaliknya mainan memberikan stimulus visual yang baik untuk bermain dan belajar anak. Selain itu hal ini juga berkaitan erat dengan konsep Nilai Subjektif dimana bagi seorang anak utilitas atau kegunaan sebuah mainan saat itu juga jauh melampaui janji nilai masa depan dari selembar uang. 

Kritik : 
Sayangnya video ini gagal menyoroti bias kognitif orang dewasa yang seringkali memaksakan standar pemikiran logis mereka kepada seorang anak-anak yang struktur kognitifnya memang belum berkembang untuk memproses hal tersebut dan menganggap bahwa anak tersebut di kacamata orang dewasa sangat bodoh dan ga masuk akal karena tidak memilih uang yang seharusnya nominalnya lebih besar dari sekedar mainan, dan disinilah fungsi psikologi sebagai alat atau cara untuk memahami hal tersebut padahal yang dilakukan anak sudah semestinya sesuai dengan proses perkembangan seorang anak.
Alangkah baiknya jika konten ini akan jauh lebih berkualitas jika disisipi dengan penjelasan psikologis yang mendasar. Karena seorang kreator di era digital seharusnya tidak hanya fokus mengejar views dari kepolosan anak-anak tetapi juga memberikan pemahaman yang benar kepada audiens.

Daftar Pustaka
Iben M.A. (2026). BOCIL LEBIH PILIH MAINAN DARIPADA.. 😱. 
YouTube.