Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Minggu, 26 April 2026

ESAI 1 REVIEW VIDIO, fransiska putri amelia-25310410001

                       NAMA                              : FRANSISKA PUTRY AMELIA

                       NIM                                  : 25310410001

                      MATA KULIAH               : PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORAGNISASI

                      TUGAS ESAI KE            : 2

                     NAMA TUGAS               : REVIEW VIDIO

                    DOSEN PENGAMPU      :Dr. Arundati Shinta M.A

                    TGL, BULAN DAN TAHUN : 26 april 2026 




                 ESAI KE 1 : REVIEW VIDIO

            Judul vidio : Penerbangan terakhir 

           link vidio   :https://youtu.be/wtWhEOJS9Js

           chanel youtube : @ jejakanakkampung2002

                                           ISI VIDIO  :

 Video tersebut merangkum alur cerita film tahun 2026 berjudul "Penerbangan Terakhir", yang mengisahkan sisi gelap kehidupan seorang pilot bernama Kapten Deva Angkasa. Deva digambarkan sebagai sosok yang karismatik namun sangat manipulatif, di mana ia menjalin hubungan asmara dengan seorang pramugari bernama Tiara setelah memanfaatkan nostalgia masa sekolah mereka. Di balik janji-janji manisnya, Deva ternyata hanya memanfaatkan Tiara untuk kepentingan pribadi, termasuk menipu Tiara agar memberikan uang sebesar Rp100 juta dengan alasan palsu untuk biaya pengobatan ibunya.Konflik memuncak ketika Tiara mengetahui bahwa pada hari yang sama saat Deva meminjam uang tersebut, ia justru melangsungkan pernikahan dengan seorang influencer bernama Nadya. Meskipun sudah menikah, Deva tetap berusaha mengejar Tiara dengan berbagai kebohongan dan drama, termasuk mengaku tertekan dalam pernikahannya. Namun, situasi berbalik menjadi bumerang bagi Tiara ketika Nadya mengetahui hubungan mereka dan menggunakan pengaruhnya di media sosial untuk memfitnah Tiara sebagai perusak rumah tangga demi konten dan simpati publik. Pada akhirnya, cerita ini berakhir dengan tragis bagi pihak perempuan yang jujur. Tiara harus kehilangan pekerjaannya sebagai pramugari dan menanggung beban sosial akibat fitnah yang viral, sementara Deva dan Nadya memilih untuk berdamai demi citra mereka. Film ini ditutup dengan pesan moral tentang pentingnya bagi seorang wanita untuk menghargai harga diri mereka dan tidak terjebak dalam manipulasi pria yang tidak setia, serta memberikan gambaran betapa kejamnya konsekuensi dari sebuah pengkhianatan dalam dunia profesional dan personal.

                               PERMASALAHAN:

Permasalahan utama dalam video tersebut berpusat pada tindakan manipulasi emosional dan penipuan yang dilakukan oleh Kapten Deva terhadap Tiara. Deva memanfaatkan kepercayaan dan perasaan cinta Tiara untuk melakukan penipuan finansial sebesar Rp100 juta dengan alasan palsu, sementara di saat yang sama ia menjalani kehidupan ganda dan mengkhianati Tiara dengan menikahi wanita lain. Masalah ini kemudian berkembang menjadi skandal publik ketika istri Deva, Nadya, menggunakan pengaruhnya sebagai influencer untuk memutarbalikkan fakta dan memfitnah Tiara sebagai perusak rumah tangga di media sosial. Akibatnya, muncul ketidakadilan yang nyata di mana Tiara harus menanggung beban sosial dan kehilangan kariernya sebagai pramugari, sementara pelaku utama pengkhianatan tersebut justru berhasil memperbaiki citra dan kembali ke kehidupan normalnya.

                                KRITIK :

Pertama, dari sisi moralitas dan etika profesi, film ini mengkritik habis perilaku penyalahgunaan kekuasaan di dunia kerja. Sosok Deva mewakili oknum yang menggunakan karisma dan jabatannya sebagai kapten pilot untuk memanipulasi bawahan (pramugari). 

Kedua, kritik terhadap kerentanan perempuan dalam hubungan yang toksik. Melalui karakter Tiara, film ini menggambarkan bagaimana cinta yang buta dapat membuat seseorang kehilangan akal sehat, hingga mengorbankan stabilitas finansial keluarga

                                  KESIMPULAN

Kesimpulan dari video tersebut adalah sebuah penggambaran mengenai kekejaman manipulasi dan ketidakadilan sosial yang terjadi dalam hubungan personal maupun ruang publik. Film ini menegaskan bahwa kesuksesan profesional seseorang tidak menjamin keluhuran budi pekerti, sebagaimana diperlihatkan melalui karakter Deva yang tega mengeksploitasi perasaan dan finansial korbannya demi kepuasan pribadi.

                                DAFTAR PUSTAKA

@jejakanakkampung, youtube, https://youtu.be/wtWhEOJS9Js







Sabtu, 25 April 2026

Esai 2- Review Jurnal- psikologi Industri dan Organisasi- Putri Kahi Timba-25310410006.




Nama             : Putri Kahi Timba

NIM                : 25310410006

Kelas              : A Reguler

Mata Kuliah    : Psikologi Industri dan Organisasi

Tugas esai Ke : 2 - Review Jurnal

Nama Tugas:  Meringkas Jurnal

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A

Tgl, Bulan & Tahun Publikasi: 25 April 2026



ESAI KE-2 REVIEW JURNAL


Topik

Analisis peran motivasi kerja dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan: Sebuah tinjauan literatur pada organisasi modern.

Sumber

Irawan, H., Ayu, I. W., Nurwahidah, S., & Darmanto. (2024). Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Riset Kajian Teknologi & Lingkungan (JRKTLO), 7(2), Desember, P280-P286. Link Jurnal: https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/1915

Permasalahan

Idealnya, setiap organisasi mengharapkan prestasi kerja yang optimal dari seluruh SDM untuk menjamin keberlangsungan perusahaan. Namun kenyataannya, mempertahankan tingkat prestasi kerja yang konsisten sangat sulit dilakukan, terutama pada pekerja kontrak atau sementara. Hal ini disebabkan oleh adanya ketidakpastian masa depan kerja, hubungan yang kurang harmonis dengan pihak manajemen, serta ketidakseimbangan beban kerja yang sering kali mematikan motivasi dan menurunkan kualitas output pekerjaan

Teori

  • Prestasi Kerja (Kinerja) :Merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Indikator utamanya mencakup waktu kerja, kualitas, kuantitas, dan kemampuan kerjasama tim
  • Motivasi Kerja: Faktor psikologis yang memacu antusiasme dan semangat kerja agar karyawan dapat bekerja secara efektif dengan mengintegrasikan segala kemampuannya untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Faktor Ekstrinsik: Mencakup kompensasi, hubungan dengan manajemen, dan kepastian pekerjaan yang menjadi stimulus luar bagi peningkatan prestasi kerja.

Metode

  • Alat ungkap: Studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai dokumen ilmiah, buku, dan artikel riset terkait.
  • Sumber data: Data sekunder yang berasal dari jurnal ilmiah nasional yang relevan dengan bidang Psikologi Industri dan Organisasi.
  • Analisis: Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk membedah keterkaitan antara motivasi dan capaian prestasi kerja individu dalam organisasi.

Hasil Penelitian

  • Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan antara motivasi kerja terhadap peningkatan prestasi kerja karyawan.
  • Faktor kunci yang menentukan prestasi pekerja (khususnya pekerja sementara) meliputi: kepastian pekerjaan, hubungan sehat dengan manajemen, keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance), dan sistem kompensasi yang adil.
  • Pemberian motivasi, baik secara positif (penghargaan) maupun negatif (standar kedisiplinan), terbukti mampu menjaga ritme kerja yang produktif.

Diskusi

Meskipun jurnal ini memaparkan hubungan motivasi dan prestasi dengan baik, terdapat beberapa catatan kritis untuk pembelajaran akademik:

  1. Validitas Metodologis: Karena menggunakan metode studi literatur, penelitian ini tidak menyertakan angka validitas dan reliabilitas alat ukur yang spesifik, sehingga sulit dijadikan acuan tunggal untuk penelitian replikasi tanpa data primer.
  2. Keterbatasan Variabel: Peneliti belum membedah secara mendalam pengaruh variabel demografis seperti perbedaan usia (generasi) terhadap jenis motivasi yang dibutuhkan untuk memicu prestasi kerja.
  3. Perspektif Kepemimpinan: Fokus penelitian lebih banyak pada sistem organisasi, namun kurang mendalami bagaimana gaya kepemimpinan secara personal dapat menjadi faktor perusak atau pembangun prestasi kerja secara langsung di lapangan.

Daftar Pustaka

Irawan, H., Ayu, I. W., Nurwahidah, S., & Darmanto. (2024). Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Riset Kajian Teknologi & Lingkungan, 7(2), 280-286. https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/1915

 

Jumat, 24 April 2026

Esai 1- Review vidio- psikologi Industri dan Organisasi- Putri Kahi Timba-25310410006.



Nama             : Putri Kahi Timba

NIM                : 25310410006

Kelas              : A Reguler

Mata Kuliah    : Psikologi Industri dan Organisasi

Tugas esai Ke :  1- Review Vidio

Nama Tugas: Esai Kritis Review Video

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A

 Tgl, Bulan & Tahun Publikasi: 25 April 2026



ESAI KE-1 REVIEW VIDIO

Gugatan Terhadap Narasi "Slow but Sure": Analisis Kritis Produktivitas dalam Kompetisi Menebang Kayu

Sumber Vidio :

Judul Video: #babyshorts (Jangan pernah remehkan orang yang terlihat santai)

Link Video: https://youtube.com/shorts/VOiAZQVBU0U

Chanel Youtube : AC STORY

Isi Video :

Video pendek dari akun YouTube AC STORY ini memperlihatkan sebuah perlombaan menebang kayu yang diikuti oleh beberapa pria. Saat aba-aba dimulai, semua peserta langsung mengayunkan kapak mereka dengan sangat cepat dan bertenaga. Namun, ada satu pria yang justru memilih untuk diam memegang kapaknya tanpa melakukan gerakan apa pun. Narasi video menjelaskan bahwa pria tersebut tidak sedang menunda, melainkan sedang mengamati serat kayu dan mencari sudut terbaik agar tenaganya tidak terbuang sia-sia. Video ini ingin menunjukkan bahwa strategi dan kesabaran jauh lebih efektif daripada sekadar adu kecepatan.

Permasalahan :

Persoalan utama dalam video ini adalah adanya upaya untuk membenarkan ketidaksiapan kerja dengan bungkusan "strategi". Penonton digiring untuk percaya pada narasi romantis bahwa orang yang diam adalah orang yang paling pintar dalam sebuah sistem kerja. Hal ini memicu pola pikir yang tidak kritis karena mengabaikan fakta-fakta teknis dan visual yang ada di depan mata hanya demi mendapatkan pesan moral yang terasa "bijak". Inilah yang disebut sebagai bentuk pengaburan logika dalam konten media sosial.

Kritik :

Bila kita telisik lebih dalam, terdapat beberapa kejanggalan yang membuktikan bahwa narasi video ini tidak logis dan cenderung membodohi penonton:

  1. Manipulasi Hasil Akhir: Jika kita jeli memperhatikan area latar belakang pada detik-detik akhir video, ada peserta di sisi kiri yang sebenarnya sudah menjatuhkan potongan kayunya lebih cepat. Namun, narator tetap mengarahkan penonton untuk melihat pria yang "diam" tadi sebagai pemenangnya. Ini adalah kesalahan fakta yang fatal demi sebuah konten motivasi.

  2. Kekeliruan Konsep Persiapan (PIO): Dalam kacamata Psikologi Industri dan Organisasi, persiapan teknis seperti melihat serat kayu seharusnya dilakukan dalam tahap perencanaan (planning) sebelum waktu kompetisi berjalan. Diam di saat waktu sudah dihitung bukan merupakan strategi, melainkan bentuk inefisiensi. Dalam dunia industri, perilaku seperti ini justru menghambat alur kerja dan menurunkan produktivitas tim.

  3. Mitos "Tenaga Cadangan": Video mengeklaim bahwa pria tersebut menyimpan tenaga sementara yang lain kelelahan. Padahal, dalam kompetisi fisik sesingkat itu, momentum awal adalah kunci. Memberikan ruang bagi lawan untuk melaju jauh hanya akan menciptakan beban psikologis dan ketertinggalan yang sulit dikejar, meskipun kapak diayunkan dengan sudut yang tepat sekalipun.

  4. Ketidaklogisan Narasi Motivasi: Narasi ini mendidik penonton untuk merasa nyaman dengan kelambanan bertindak. Seharusnya, efektivitas kerja dicapai dengan menggabungkan persiapan matang dan eksekusi yang cepat. Memilih salah satunya saja—apalagi memilih untuk diam saat kompetisi dimulai—adalah cara pandang yang keliru dalam manajemen kinerja.

 Sebetulnya, solusi dari tantangan menebang kayu adalah melakukan riset sebelum mulai dan mengeksekusinya dengan kecepatan penuh. Tidak perlu ada drama "berdiam diri" yang justru memperlihatkan kurangnya kesiapan mental dalam menghadapi persaingan.

Kesimpulan

Kita harus lebih kritis dalam membedah konten media sosial agar tidak terjebak dalam pembodohan massal yang dibungkus dengan visual menarik. Strategi tanpa kecepatan eksekusi adalah kegagalan dalam manajemen waktu. Di era industri yang serba cepat, pemenang yang sesungguhnya adalah mereka yang mampu berpikir cepat sekaligus bertindak secara akurat.

Daftar Pustaka :

AC STORY. (2026, 24 Februari). #babyshorts [Video]. YouTube. https://youtube.com/shorts/VOiAZQVBU0U.