Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Minggu, 26 Juli 2026

Esai 9 Pelatihan Komunitas - Arman Ramadhan Zulvian - Psikologi Industri dan Organisasi

 


Nama: Arman Ramadhan Zulvian 

NIM: 25310410052

Kelas: A.Reguler

Prodi: Psikologi 

Mata Kuliah: Psikologi Industri dan Organisasi (PIO)

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

Tanggal Pengerjaan: 27 Juli 2026


Esai 9: Pelatihan Komunitas 



Coaching/Pelatihan Atlet Taekwondo 

Pada Tanggal 10-12 Juli, ada sebuah kejuaraan taekwondo berskala kabupaten yang bernama "Kejurkab". Kejuaraan ini diselenggarakan di GOR Pangukan, Sleman, yang bertujuan untuk mencari bibit-bibit atlet muda berbakat, dan juga digunakan untuk penilaian untuk masuk ke team atlet taekwondo pro sleman yang akan bertanding di kejuaraan yang lebih besar selanjutnya yaitu PORDA/POPDA. Saya diberikan kesempatan oleh Sabeum saya untuk membimbing atlet yang lain untuk mengikuti kejuaraan ini, tentu saja ini kesempatan yang tidak dapat saya sia-siakan. Di balik semua itu, saya menyadari bahwa menjadi pembimbing bukan hanya tentang mengajarkan teknik tendangan atau strategi bertarung, tapi juga tentang memahami jiwa dan pikiran para atlet yang saya bina. Dari sinilah saya mulai mengaitkan pengalaman saya dengan beberapa teori Psikologi Industri dan Organisasi yang pernah saya pelajari, karena ternyata ilmu itu sangat berkaitan dengan kejuaraan ini.

Saat atlet pertama saya turun dari matras dengan wajah kecewa setelah kalah di babak penyisihan, saya tidak langsung memberi instruksi teknis. Saya teringat pada teori Self-Determination yang menekankan pentingnya otonomi dan rasa kompeten. Saya mendekatinya, menepuk pundaknya, dan berkata bahwa kekalahan ini bukan akhir dari segalanya. Saya tanyakan apa yang ia rasakan, dan saya biarkan ia mengungkapkan kekecewaannya tanpa menghakimi. Setelah itu, saya ajak ia menganalisis dan merancang strategi ulang untuk pertandingan berikutnya. Saya memberi ia rasa kontrol atas dirinya sendiri, bukan sekadar mengikuti perintah saya. 

Selanjutnya, saya menerapkan prinsip Transformational Leadership dari Bass. Di tengah jeda pertandingan, saya tidak hanya duduk diam, tetapi saya berkeliling menyapa setiap atlet. Saya memberi stimulasi intelektual dengan mengingatkan pola gerakan lawan yang sudah saya amati dari pertandingan sebelumnya. Saya juga memberikan perhatian individual kepada setiap atlet ada yang butuh semangat keras, ada yang butuh ketenangan, dan ada pula yang hanya butuh didengarkan. Saya menyesuaikan gaya coaching saya dengan karakter masing-masing, dan saya melihat mereka merespon dengan cara yang berbeda-beda namun positif.

Saya juga tidak melupakan pentingnya psychological safety di dalam tim. Saat salah satu atlet kami terjatuh dan terkena cedera ringan, saya melihat rekan-rekan setimnya langsung berlari menghampiri, bukan malah sibuk dengan pertandingan mereka sendiri. Mereka saling menepuk punggung dan saling menyemangati. Itu adalah momen yang menyentuh hati saya, karena saya tahu bahwa ikatan yang saya bangun selama latihan telah terwujud di saat paling kritis. Saya terus mengingatkan mereka bahwa kita adalah satu tim, bahwa kemenangan dan kekalahan ditanggung bersama, dan bahwa yang terpenting adalah mereka sudah berjuang sekuat tenaga.

Hari tanding berakhir, dan meskipun hasil akhir tidak sepenuhnya sempurna, saya pulang dengan perasaan lega dan bangga. Saya menyaksikan sendiri bagaimana teori-teori Psikologi Industri dan Organisasi yang saya pelajari benar-benar bekerja di lapangan. Saya belajar bahwa coaching bukan tentang memarahi, tetapi tentang menjadi pemimpin yang mampu membangkitkan potensi terbaik dari setiap individu. Kesempatan yang diberikan Sabeum saya ini bukan hanya pengalaman berharga, tetapi juga bukti bahwa ilmu psikologi tidak hanya berlaku di ruang kelas atau kantor, tetapi juga di atas matras taekwondo.

Bukti-bukti foto yang lain:







esay ke-7-lomba-psikologi industri dan organisasi-paulus fernando watem-25310410010

 

NAMA                           : paulus fernando watem

NIM                                : 25310410010

PRODI                            : psikologi

MATA KULIAH             : psikologi industri dan organisasi

TUGAS ESAY                : esay ke-7

NAMA TUGAS              : lomba

DOSEN PENGAMPUH : Dr. Arundati Shinta M.A.

TGL/BLN/THN PUBLIKASI :26 JULI 2026 

Melalui kegiatan yang saya ikuti beberapa waktu lalu pada tanggal 20 mey 2026, yaitu lomba futsal antar tim, saya mendapatkan pengalaman yang cukup berkesan dan sulit untuk dilupakan. Sejak awal, saya dan teman-teman sudah merasa sangat antusias karena ini bukan sekadar pertandingan biasa, tetapi juga menjadi ajang untuk menguji kekompakan, kerja sama, dan semangat kami sebagai satu tim.

Persiapan kami dimulai beberapa hari sebelum pertandingan. Kami rutin berlatih setelah jam sekolah atau di waktu senggang. Walaupun tidak selalu lengkap, kami tetap berusaha memaksimalkan latihan yang ada. Di setiap sesi latihan, kami belajar mengatur strategi, memperbaiki komunikasi di lapangan, dan saling memahami peran masing-masing. Ada kalanya kami merasa lelah, tetapi semangat untuk tampil maksimal membuat kami tetap bertahan dan terus berlatih.

Saat hari pertandingan tiba, suasana terasa sangat berbeda. Jantung saya berdebar lebih cepat dari biasanya. Sorakan penonton, suara peluit wasit, dan atmosfer kompetisi membuat adrenalin meningkat. Di pertandingan pertama, kami sempat gugup sehingga beberapa kali melakukan kesalahan kecil. Namun, kami berusaha tetap tenang dan saling menyemangati satu sama lain. Perlahan, kami mulai menemukan ritme permainan dan bisa bermain lebih kompak.


 

Setiap pertandingan memberikan pelajaran yang berbeda. Ada momen ketika kami tertinggal skor, tetapi justru di situ kami belajar untuk tidak mudah menyerah. Kami berusaha bangkit dengan memperbaiki strategi dan meningkatkan komunikasi di lapangan. Meskipun tidak semua pertandingan berakhir dengan kemenangan, kami tetap merasa bangga karena sudah berjuang dengan maksimal.

Dari kegiatan lomba futsal ini, saya menyadari bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan utama. Yang lebih penting adalah proses, kebersamaan, dan usaha yang dilakukan bersama tim. Saya juga belajar bahwa kerja sama, disiplin, dan saling percaya sangat berpengaruh dalam mencapai hasil yang baik. Tanpa itu semua, sulit rasanya untuk bisa bermain dengan solid

Pengalaman ini benar-benar memberikan kesan mendalam bagi saya. Selain menambah pengalaman di bidang olahraga, saya juga belajar banyak hal tentang arti kebersamaan dan semangat pantang menyerah. Saya berharap di kesempatan berikutnya, kami bisa tampil lebih baik lagi dan terus mengembangkan kemampuan, baik secara individu maupun sebagai tim. 

esay ke-5 dan 6-pidato : pemberian motivasi secara visual dan pemberian motivasi secara tertulis-psikologi industri dan organisasi-paulus fernando watem-25310410010

NAMA                           : paulus fernando watem

NIM                                : 25310410010

PRODI                            : psikologi

MATA KULIAH             : psikologi industri dan organisasi 

TUGAS ESAY                : ke 5 and 6

NAMA TUGAS              : pidato 

DOSEN PENGAMPUH : Dr. Arundati Shinta M.A.

TGL/BLN/THN PUBLIKASIH ; 26 JULI 2026 

 ESAY KE 5 and 6 pidato: pemberian motifasi secara visual dan tertulis

 JUDUL :menjadi karyawan yang berdampak bukan sekedar pekerja 

Melalui pidato yang saya sampaikan, saya ingin mengajak setiap karyawan untuk memahami bahwa bekerja bukan hanya sekadar menjalankan kewajiban atau mencari penghasilan setiap bulan. Bekerja juga merupakan kesempatan untuk mengembangkan diri, membangun karakter, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan kerja maupun kehidupan pribadi. Saya ingin menyampaikan bahwa setiap pekerjaan akan memiliki makna apabila dilakukan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, disiplin, dan semangat untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.


Dalam pidato tersebut saya menekankan bahwa setiap orang pasti akan menghadapi berbagai tantangan di tempat kerja. Ada kalanya kita merasa lelah, kehilangan semangat, menghadapi tekanan pekerjaan, atau bahkan mengalami kegagalan. Kondisi seperti itu merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari dunia kerja. Namun, saya percaya bahwa tantangan bukanlah alasan untuk berhenti atau menyerah. Sebaliknya, tantangan dapat menjadi proses pembelajaran yang membentuk seseorang menjadi lebih kuat, lebih sabar, dan lebih dewasa dalam mengambil keputusan. Dari pengalaman itulah seseorang dapat belajar untuk bangkit dan terus memperbaiki diri.

Selain itu, saya juga ingin mengingatkan bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki, tetapi juga oleh sikap yang ditunjukkan setiap hari. Kebiasaan sederhana seperti datang tepat waktu, bekerja dengan jujur, menghargai rekan kerja, menjaga komunikasi yang baik, serta menyelesaikan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab merupakan nilai-nilai yang sangat penting. Hal-hal sederhana tersebut mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter seorang karyawan yang profesional dan dapat dipercaya. Menurut saya, perusahaan tidak hanya membutuhkan orang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membutuhkan pribadi yang memiliki integritas, semangat, dan komitmen dalam bekerja.

Pidato ini juga mengajarkan pentingnya memiliki kemauan untuk terus belajar. Perkembangan teknologi dan dunia kerja yang semakin cepat menuntut setiap orang agar tidak mudah merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki. Sebaliknya, kita harus terus membuka diri terhadap pengalaman baru, menerima masukan, dan meningkatkan kualitas diri. Dengan memiliki sikap seperti itu, seseorang akan lebih siap menghadapi perubahan serta mampu memberikan kontribusi yang lebih baik bagi perusahaan maupun lingkungan kerjanya.

Secara keseluruhan, makna yang ingin saya sampaikan melalui pidato ini adalah bahwa setiap karyawan memiliki potensi untuk menjadi pribadi yang membawa perubahan positif. Keberhasilan bukan hanya tentang jabatan atau pencapaian, tetapi juga tentang bagaimana seseorang bekerja dengan hati, menjaga nilai-nilai kejujuran, bertanggung jawab atas setiap tugas, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Saya berharap pesan dalam pidato ini dapat menjadi motivasi bagi setiap orang untuk bekerja dengan semangat, saling mendukung, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, serta terus memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. Dengan demikian, pekerjaan yang dilakukan tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun masa depan yang lebih baik, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang-orang di sekitar.  

 link video pidato : https://youtu.be/2hna8UWZn20?si=vlsiFJfCxCx7kx6I