Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Jumat, 22 Mei 2026

ESSAI 1 : Review Video - Risma Ristiyana

 


Nama : Risma Ristiyana 


Nim : 25310410007

 

Prodi : Psikologi 

 

Semester : 2

 

Kelas : A

 

Mata Kuliah : Psikologi Industri dan Organisasi 

 

Tugas Esai : 1 - Review Video

 

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A

 

ESSAI 1 REVIEW VIDEO 

Judul Video : Spongebob Squarepants | Mobil gelembung | Nickelodeon Bahasa

Like : 89 rb

View : 26 jt

Tahun : Maret 2021

 

Channel : Nickelodeon Bahasa

 

 

ISI VIDEO Video berjudul "SpongeBob SquarePants | Mobil gelembung" ini menceritakan tentang SpongeBob yang kembali mengalami kekecewaan setelah gagal dalam tes mengemudi kapal laut oleh Nyonya Puff. Di tengah rasa putus asanya ia mendapatkan sebuah ide kreatif yaitu untuk menciptakan alternatif kendaraan sendiri dengan bentuk sebuah perahu atau mobil yang terbuat dari gelembung sabun. Dengan keahlian uniknya dalam meniup gelembung, SpongeBob berhasil berkendara di jalan raya tanpa memerlukan Surat Izin Mengemudi atau SIM konvensional. inovasi unik ini segera memicu perhatian dan rasa penasaran dari para warga Bikini Bottom lainnya, termasuk Plankton dan Larry yang tertarik untuk ikut mencoba berkendara dengan kapal gelembung buatan SpongeBob tersebut.

 

PERMASALAHAN : Permasalahan utama dalam cerita ini berpusat pada sikap SpongeBob yang mencari jalan pintas demi dapat berkendara tanpa memedulikan regulasi yang sah. Masalah baru muncul saat tren mobil gelembung ini menyebar ke seluruh warga bikini bottom. Keinginan instan warga kota untuk memiliki kendaraan serupa tanpa memikirkan terlebih dahulu aspek keselamatan memicu potensi kekacauan di jalanan, terutama ketika karakter licik seperti Plankton yang mulai ikut memanfaatkan kondisi tersebut.

 

KEJANGGALAN : Terdapat beberapa kejanggalan yang sangat jelas jika dinilai dengan logika dunia nyata, namun malah menjadi fondasi fiksi yang wajar di dalam serial ini. Pertama, latar tempat menunjukkan sebuah kota sub-akuatik bernama Bikini Bottom yang dipenuhi oleh hal unik, seperti sebuah rumah berbentuk nanas di dalam laut, jalanan beraspal yang tetap kering, dan kendaraan berbentuk kapal yang berlaku seperti mobil di atas daratan. Kedua, aspek biologis yang diabaikan melalui karakter siput laut milik Spongebob yang mengeluarkan suara mengeong seperti kucing.

Selain hukum alam yang terabaikan, hukum fisika dalam episode ini juga sangat janggal karena sebuah gelembung sabun yang rapuh dapat menahan tubuh pengemudi dan berjalan di jalan raya. Hal ini diperparah oleh aturan hukum lalu lintas yang sangat bebas, di mana petugas kepolisian langsung membebaskan SpongeBob dari tilang hanya karena sebuah argumen jika mengendarai gelembung tidak memerlukan kepemilikan SIM.

 

KRITIK : Secara keseluruhan, episode ini sangat menghibur dengan komedi visual yang ringan. Namun, alur ceritanya terasa terlalu singkat dan terburu-buru dalam menyelesaikan konflik. Pesan moral tentang pentingnya mematuhi aturan berkendara juga jadi kabur karena penyelesaian masalah yang terlalu dipermudah. Meski begitu, kualitas dubbing bahasa Indonesia di video ini sangat natural dan ekspresif.

 

KESIMPULAN : Video "SpongeBob SquarePants | Mobil gelembung" merupakan tontonan komedi yang sangat menghibur. Melalui narasi yang sederhana, cerita ini mengingatkan penonton tentang bagaimana ambisi dan keinginan instan sering membuat seseorang mengabaikan  aturan keselamatan yang berlaku. Walaupun dipenuhi dengan berbagai kejanggalan logika kartun yang tidak masuk akal, tayangan ini tetap memiliki daya tarik yang kuat berkat visualnya yang lucu dan penyampaian cerita yang interaktif, menjadikannya sebuah hiburan fantasi yang menyenangkan tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga bagi orang dewasa.

 

DAFTAR PUSTAKA : Nickelodeon Bahasa. SpongeBob SquarePants | Mobil gelembung | Nickelodeon Bahasa. YouTube, diakses Mei 2026.

 

https://youtu.be/-H7BHCLDtVQ?feature=shared

ESSAI 2 : Review Jurnal - Risma Ristiyana

 


Nama : Risma Ristiyana


Nim : 25310410007

 

Prodi : Psikologi 

 

Semester : 2

 

Kelas : A

 

Mata Kuliah : Psikologi Industri dan Organisasi 

 

Tugas Esai : 2 - Review Jurnal

 

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A

  


ESSAI 2 REVIEW JURNAL



JUDUL : MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN KINERJA KARYAWAN PERUSAHAAN ASURANSI X.

 

TOPIK : Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan di perusahaan asuransi x semarang.

 

SUMBER : Saragih, D. E. G., & Pramudita, D. P. D. (2024). MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN KINERJA KARYAWAN PERUSAHAAN ASURANSI X. Jurnal Akuntansi dan Manajemen, 35(1), 59-72.

 

PERMASALAHAN : Perubahan lanskap bisnis yang bergerak sangat cepat di era modern ini menuntut setiap organisasi, khususnya perusahaan asuransi untuk memiliki sumber daya manusia yang adaptif dan memiliki kinerja tinggi. Pada Perusahaan Asuransi X yang berada di Semarang, target bisnis yang fluktuatif sering menjadi beban tersendiri bagi para karyawan.

Fenomena yang ditemukan di lapangan ini menunjukkan bahwa adanya kesenjangan performa antarindividu. Sebagian karyawan mampu mencapai target secara konsisten, sementara itu sebagian lainnya mengalami penurunan produktivitas. Masalah utamanya adalah bagaimana fluktuasi kinerja ini berakar dari tingkat motivasi yang masih belum merata serta kondisi lingkungan kerja yang belum sepenuhnya mendukung kenyamanan karyawan dalam bertugas.

 

TUJUAN : Untuk menganalisis dan membuktikan pengaruh motivasi kerja secara parsial terhadap peningkatan kinerja karyawan, mengetahui kontribusi lingkungan kerja terhadap optimalisasi performa, serta menguji coba pengaruh yang dihasilkan secara simultan antara variabel motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.

 

ISI: Membahas definisi ketiga variabel utama penelitian berdasarkan landasan teori manajemen sumber daya manusia. Motivasi kerja didefinisikan sebagai dorongan psikologis yang menggerakkan seseorang agar mencapai hasil kerja yang optimal. Lingkungan kerja ini mencakup seluruh kondisi fisik maupun non-fisik di sekitar tempat kerja yang memengaruhi kenyamanan karyawan. Sedangkan kinerja karyawan merupakan hasil dari kerja secara kualitas dan kuantitas yang telah dicapai dalam melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan.

 

METODE PENELITIAN : Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sampel berjumlah 34 orang karyawan diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda yang diproses lewat software SPSS untuk melihat pengaruh parsial maupun simultan.

 

HASIL : Variabel motivasi kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan (signifikansi < 0.05). Nilai Koefisien Determinasi (R^2) menunjukkan bahwa sebesar 63,6% variasi pada kinerja karyawan dapat dijelaskan secara simultan oleh variabel motivasi kerja dan lingkungan kerja, sedangkan 36,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian seperti kompetensi dan kompensasi.

 

DISKUSI : Jurnal ini sangat relevan karena membuktikan bahwa aspek psikologis dan kondisi fisik tempat kerja memegang peran krusial bagi produktivitas perusahaan. Manajemen tidak bisa hanya menuntut pemenuhan target yang tinggi tanpa melakukan investasi pada skema insentif, kejelasan karier, serta suasana kantor yang minim tekanan negatif guna menjaga performa karyawan tetap stabil.

 

DAFTAR PUSTAKA : Saragih, D. E. G., & Pramudita, D. P. D. (2024). MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN KINERJA KARYAWAN PERUSAHAAN ASURANSI X. Jurnal Akuntansi dan Manajemen, 35(1), 59-72.

 

https://jam.stieykpn.ac.id/index.php/jam/article/download/131/32

 

Esai 3 Wawancara Karyawan - Andreas Gilchrist Olezka_25310410009_Psikologi Industri Dan Organisasi





Nama : Andreas Gilchrist Olezka

NIM : 25310410009

Prodi : Psikologi

Semester : 2

Mata Kuliah : Psikologi Industri & Organisasi

Tugas ke : Esai 3

Dosen Pengampu : Dr Arundati Shinta M.A

Publikasi : Jumat, 22 Mei 2026



Subjek Wawancara

K adalah seorang pemuda yang bekerja di sebuah toko mainan anak-anak skala besar di Yogyakarta. K bekerja sebagai Store Assistant sekaligus penanggung jawab area pajangan (visual merchandiser) di toko tersebut. K sudah mendedikasikan dirinya di toko mainan ini selama kurang lebih 1,5 tahun.




Hasil Wawancara

Dalam menjalankan pekerjaannya, K menghadapi berbagai hambatan yang cukup menguras energi fisik dan emosionalnya. Dari lingkungan internal tim, toko mainan tersebut menerapkan sistem target penjualan individu yang sangat ketat, sehingga memicu persaingan tidak sehat antarkaryawan, rekan kerja cenderung saling berebut pelanggan dan enggan membantu saat toko sedang ramai. Hambatan ini diperparah oleh sistem manajerial toko yang kurang profesional, seperti keterlambatan pencairan bonus penjualan bulanan dan sistem inventaris barang digital yang sering error (stok di komputer berbeda dengan barang asli di gudang). Beban kerja K juga meluas di luar batasan kerja (jobdesk), di mana ia sering kali harus merangkap sebagai tenaga keamanan toko, kasir cadangan, hingga bertugas membungkus kado dalam jumlah ratusan saat musim liburan tanpa kompensasi tambahan. Tekanan kerja terasa berat karena jam kerja yang panjang (sistem shift berdiri sepanjang hari) serta kelelahan mental akibat menghadapi komplain dari orang tua yang tidak sabar atau anak-anak yang merusak sampel mainan. Di sisi lain, suasana gudang penyimpanan juga kurang kondusif karena rekan kerja lebih memilih bermalas-malasan di balik tumpukan kardus daripada membantu merapikan stok mainan baru. Masalah privasi pun menjadi isu, di mana manajer toko sering memanfaatkan grup WhatsApp kerja untuk menanyakan urusan pribadi karyawan di luar urusan toko. Gabungan dari faktor-faktor ini sangat memengaruhi kenyamanan dan menurunkan motivasi kerja K sehari-hari.




Danpak Masalah Pada Individu

Berbagai hambatan yang terjadi di lingkungan kerja tersebut memberikan dampak yang nyata dan signifikan terhadap kondisi kesejahteran K, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Secara fisik, jam kerja yang panjang dengan sistem shift berdiri sepanjang hari serta beban kerja berlebih di gudang membuat K sering mengalami kelelahan fisik , nyeri otot kaki, dan gangguan pola tidur yang menyebabkan daya tahan tubuhnya menurun.




Cara Individu Mengatasi Masalah

Untuk menghadapi masalah tersebut, K menerapkan strategi penanganan stres yang berfokus pada dua pendekatan utama, yaitu penyelesaian masalah secara langsung  dan pengelolaan emosi.K mengambil tindakan nyata berupa pembuatan jadwal harian yang sangat terstruktur untuk membagi energi fisiknya, serta mempraktikkan komunikasi asertif dengan berani menolak secara halus tuntutan di luar jobdesk jika kapasitas fisiknya sudah tidak memungkinkan. Ia juga secara proaktif mencatat data stok barang secara manual di buku saku pribadinya untuk mengantisipasi ketidakakuratan sistem inventaris digital toko yang sering kali mengalami gangguan.