Nama : Muhamad Ridho Rasyidin
NIM : 25310410005
Prodi : Psikologi
Semester : 2
Mata Kuliah : Psikologi Industri & Organisasi
Tugas ke : Esai 3 (Wawancara Karyawan)
Dosen Pengampu : Dr Arundati Shinta M.A
Publikasi : Senin, 18 Mei 2026
Waktu : 15.55
Esai 3 Wawancara Karyawan
Tujuan Wawancara
Lewat esai ini, saya ingin melihat langsung bagaimana situasi kerja nyata yang dihadapi oleh seorang karyawan operasional. Menggunakan sudut pandang Psikologi Industri dan Organisasi (PIO), saya berfokus untuk memahami bagaimana perlakuan atau sikap dari atasan bisa mempengaruhi naik-turunnya motivasi kerja seseorang di lingkungan aslinya.
Hasil Wawancara
Tepat pada bulan sekitar awal Mei 2026 kemarin, saya mengobrol lewat telepon dengan seorang karyawan berinisial S. Saat ini, S bekerja sebagai staf cleaning di salah satu perusahaan swasta yang ada di daerah Garut, Jawa Barat. Dalam obrolan santai kami, S ini mulai membagikan keluh kesahnya yang cukup mengganjal di hati mengenai hubungannya dengan sang atasan.
S merasa ada ketidakadilan yang nyata dalam pembagian beban kerja sehari-hari. S bercerita kepada saya dan berkata : “Saya merasa pimpinan saya sering menyuruh saya berlebihan di pekerjaan dibandingkan rekan kerja yang lain. Rasanya capek banget, karena area kerja yang luas dan melelahkan selalu dilempar ke saya tanpa ada rotasi yang adil.” Masalah ini terasa semakin berat karena ketika S mencoba mengkomunikasikan hal tersebut, respons dari supervisor justru kurang mengenakkan dan malah menyudutkannya.
Dampak Masalah pada Individu
Jika kita ulas dari kacamata PIO, keluhan yang dirasakan oleh S ini berkaitan erat dengan masalah keadilan organisasi (organizational justice). Perlakuan pilih kasih dari atasan tersebut terbukti langsung memotong motivasi kerja S secara drastis. S mengaku sekarang sering merasa malas, lesu, dan tertekan setiap kali bersiap berangkat kerja. Rasa dihargai sebagai karyawan perlahan hilang karena usaha kerasnya dianggap sebelah mata, akhirnya memicu stres kerja harian bagi S.
Cara Individu Mengatasi Masalah
Menghadapi situasi yang tidak menyenangkan ini, S memilih cara adaptasi yang berfokus pada pengelolaan emosi, S memutuskan untuk menarik diri secara sosial dari atasannya, artinya ia hanya berinteraksi seperlunya saja demi menyelesaikan pekerjaan dan menghindari konflik baru. Untuk mengembalikan semangatnya yang luntur, S selalu mengingat tujuan utamanya bekerja yaitu mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya di Garut. Dukungan penuh dari keluarga di rumah inilah yang menjadi bahan bakar utama bagi S untuk tetap bertahan menghadapi tekanan di tempat kerja.







0 komentar:
Posting Komentar