Nama : Putri Kahi Timba
NIM : 25310410006
Kelas : A Reguler
Mata Kuliah : Psikologi Industri dan Organisasi
Tugas esai Ke : 3_ Wawancara Karyawan
Nama Tugas : Mewawancara Karyawan
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A
Tgl, Bulan & Tahun Publikasi: 23 Mei 2026
Esai ke - 4 wawancara karyawan
Situasi Kerja dan Tuntutan Emosional Penjaga Asrama Sekolah Teologi
Tujuan Wawancara
Wawancara mandiri ini dilaksanakan untuk memahami situasi kerja riil di lapangan serta mengidentifikasi permasalahan spesifik dari kacamata Psikologi Industri dan Organisasi (PIO). Melalui penggalian data ini, mahasiswa dapat menganalisis bagaimana beban kerja memengaruhi kondisi psikologis pekerja, serta bagaimana strategi individu dan organisasi dalam menjaga kesejahteraan mental di lingkungan kerja.
Hasil Wawancara
Subjek wawancara adalah Ibu D (inisial), seorang wanita yang bekerja sebagai penjaga sekaligus pengasuh asrama di sebuah sekolah teologi selama kurang lebih satu tahun terakhir. Dalam kesehariannya, subjek menanggung beban aktivitas yang sangat padat sejak fajar menyingsing. Subjek mengawali rutinitasnya pada pukul 04.30 WIB untuk memimpin ibadah renungan pagi bersama anak asrama, lalu memantau kesiapan mereka berangkat kuliah. Memasuki siang hari, subjek siaga mengingatkan jadwal makan siang mahasiswa. Aktivitas berlanjut sore hari dengan mengawasi kegiatan olahraga, dan ditutup dengan memantau waktu belajar mandiri mahasiswa secara ketat mulai pukul 18.30 hingga 20.30 WIB sebelum beristirahat.
Terkait relasi profesional, subjek mengungkapkan bahwa hubungan kerja dengan jajaran dosen maupun pimpinan berjalan dengan sangat baik, harmonis, dan adil. Subjek juga merasa mendapatkan apresiasi yang layak atas kinerjanya. Meskipun pada awal masa kerja subjek sempat mengalami hambatan adaptasi karena harus tinggal di dalam asrama dan menyesuaikan diri dengan sistem peraturan lembaga yang sangat ketat, subjek mampu mengatasi fase tersebut dengan baik seiring berjalannya waktu.
Dampak Masalah pada Individu
Meskipun relasi kerja cenderung positif, subjek menghadapi permasalahan PIO berupa kejenuhan kerja akibat beban tugas berlebih (role overload) dan tuntutan emosional (emotional labor). Subjek kerap kali merasakan kelelahan fisik dan mental yang luar biasa karena harus selalu bersiaga penuh selama 24 jam di asrama, terutama saat merawat anak asrama yang jatuh sakit serta memantau asupan makanan mereka.
Selain kelelahan fisik, gesekan psikologis muncul ketika anak asrama melanggar aturan institusi, seperti larangan keras untuk berpacaran. Menghadapi ketidakpatuhan ini menciptakan dilema batin bagi subjek yang harus tetap sabar sekaligus tegas. Akumulasi dari keluhan inilah yang kemudian memicu stres kerja tinggi, hingga sempat memunculkan keinginan dari dalam diri subjek untuk menyerah dan mengundurkan diri (turnover intention) sebagai penjaga asrama.
Cara Individu Atasi Masalah
Untuk mengatasi stres kerja tersebut, subjek menerapkan strategi koping yang bervariasi. Secara personal, subjek adakalanya memilih memendam sendiri beban pikiran yang dirasakannya, namun di waktu lain subjek mencoba terbuka dengan mendiskusikan masalah tersebut secara asertif kepada pihak terkait di asrama. Ketika suasana hatinya memburuk, subjek segera mengatasinya secara mandiri melalui aktivitas olahraga ringan atau berjalan-jalan keluar asrama demi menyegarkan pikiran.
Di sisi lain, organisasi tempatnya bernaung juga memberikan dukungan sosial yang kuat. Pihak lembaga menyediakan ruang penguatan spiritual dalam bentuk kegiatan saling mendoakan antarstaf serta konsisten memberikan dukungan psikologis. Kehadiran dukungan organisasi yang positif ini terbukti mampu memulihkan motivasi subjek, membantunya mereduksi stres, dan membuatnya tetap bertahan menjalankan perannya di asrama.







0 komentar:
Posting Komentar