Nama : Andreas Gilchrist Olezka
NIM : 25310410009
Prodi : Psikologi
Semester : 2
Mata Kuliah : Psikologi Industri & Organisasi
Tugas ke : Esai 3
Dosen Pengampu : Dr Arundati Shinta M.A
Publikasi : Jumat, 22 Mei 2026
Subjek Wawancara
K adalah seorang pemuda yang bekerja di sebuah toko mainan anak-anak skala besar di Yogyakarta. K bekerja sebagai Store Assistant sekaligus penanggung jawab area pajangan (visual merchandiser) di toko tersebut. K sudah mendedikasikan dirinya di toko mainan ini selama kurang lebih 1,5 tahun.
Hasil Wawancara
Dalam menjalankan pekerjaannya, K menghadapi berbagai hambatan yang cukup menguras energi fisik dan emosionalnya. Dari lingkungan internal tim, toko mainan tersebut menerapkan sistem target penjualan individu yang sangat ketat, sehingga memicu persaingan tidak sehat antarkaryawan, rekan kerja cenderung saling berebut pelanggan dan enggan membantu saat toko sedang ramai. Hambatan ini diperparah oleh sistem manajerial toko yang kurang profesional, seperti keterlambatan pencairan bonus penjualan bulanan dan sistem inventaris barang digital yang sering error (stok di komputer berbeda dengan barang asli di gudang). Beban kerja K juga meluas di luar batasan kerja (jobdesk), di mana ia sering kali harus merangkap sebagai tenaga keamanan toko, kasir cadangan, hingga bertugas membungkus kado dalam jumlah ratusan saat musim liburan tanpa kompensasi tambahan. Tekanan kerja terasa berat karena jam kerja yang panjang (sistem shift berdiri sepanjang hari) serta kelelahan mental akibat menghadapi komplain dari orang tua yang tidak sabar atau anak-anak yang merusak sampel mainan. Di sisi lain, suasana gudang penyimpanan juga kurang kondusif karena rekan kerja lebih memilih bermalas-malasan di balik tumpukan kardus daripada membantu merapikan stok mainan baru. Masalah privasi pun menjadi isu, di mana manajer toko sering memanfaatkan grup WhatsApp kerja untuk menanyakan urusan pribadi karyawan di luar urusan toko. Gabungan dari faktor-faktor ini sangat memengaruhi kenyamanan dan menurunkan motivasi kerja K sehari-hari.
Danpak Masalah Pada Individu
Berbagai hambatan yang terjadi di lingkungan kerja tersebut memberikan dampak yang nyata dan signifikan terhadap kondisi kesejahteran K, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Secara fisik, jam kerja yang panjang dengan sistem shift berdiri sepanjang hari serta beban kerja berlebih di gudang membuat K sering mengalami kelelahan fisik , nyeri otot kaki, dan gangguan pola tidur yang menyebabkan daya tahan tubuhnya menurun.
Cara Individu Mengatasi Masalah
Untuk menghadapi masalah tersebut, K menerapkan strategi penanganan stres yang berfokus pada dua pendekatan utama, yaitu penyelesaian masalah secara langsung dan pengelolaan emosi.K mengambil tindakan nyata berupa pembuatan jadwal harian yang sangat terstruktur untuk membagi energi fisiknya, serta mempraktikkan komunikasi asertif dengan berani menolak secara halus tuntutan di luar jobdesk jika kapasitas fisiknya sudah tidak memungkinkan. Ia juga secara proaktif mencatat data stok barang secara manual di buku saku pribadinya untuk mengantisipasi ketidakakuratan sistem inventaris digital toko yang sering kali mengalami gangguan.







0 komentar:
Posting Komentar