Sabtu, 23 Mei 2026

Esai ke -4_ Membuat produk dari barang bekas_ Putri Kahi Timba_25310410006.

Nama                 : Putri Kahi Timba

NIM                    : 25310410006

Kelas                  : A Reguler

Mata Kuliah        : Psikologi Industri dan Organisasi

Tugas esai Ke     : 4_ Membuat Produk

Nama Tugas        :  Membuat Produk dari barang bekas

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A

Tgl, Bulan & Tahun Publikasi: 23 Mei 2026


Esai Ke - 4 Membuat Produk dari barang bekas


Kilau Limbah: Sentuhan Psikologi Konsumen dalam Bisnis Bunga Kristal Botol Bekas

Dalam psikologi industri, kenyamanan visual di area ruang kerja atau belajar sangat memengaruhi kesejahteraan mental (well-being) dan produktivitas seseorang. Kehadiran dekorasi yang estetik terbukti mampu bertindak sebagai stimulus positif untuk mereduksi stres. Namun, jika ditinjau dari psikologi konsumen, terdapat hambatan persepsi (cognitive barrier) di masyarakat terkait produk daur ulang. Konsumen sering kali mengalami cognitive dissonance; mereka sadar pentingnya menjaga lingkungan, tetapi enggan membeli produk hasil daur ulang karena adanya stigma kognitif bahwa barang dari limbah plastik cenderung kotor dan murahan. Hambatan persepsi inilah yang melatarbelakangi terciptanya produk inovasi "Bunga Kristal Estetik" guna mengubah cara pandang konsumen terhadap nilai estetika sebuah limbah.

Alat dan Bahan Pembuatan Produk
Untuk membuat produk inovasi ini, saya menyiapkan beberapa alat dan bahan yang memanfaatkan limbah rumah tangga, yaitu:
  • Bahan Utama: Botol plastik transparan bekas, kawat kecil untuk tangkai, dan vas bening berbentuk silinder
  • Bahan Dekorasi: Pin payung berwarna-warni (hijau, kuning, biru) untuk putik, dan tali/kertas kuning keemasan untuk membalut kawat.
  • Alat Pembuatan: Gunting/pisau, lilin, korek api, dan lem tembak.
Langkah-Langkah Pembuatan Produk
  • Langkah 1: Menyiapkan Bahan Kelopak Mengumpulkan botol plastik transparan bekas, mencucinya hingga bersih, lalu memotong bagian bawah botol membentuk pola kelopak bunga melingkar yang mekar.
  • Langkah 2: Proses Pembentukan Efek Kristal Nyalakan lilin, lalu panaskan ujung potongan kelopak plastik di atas api secara hati-hati dengan jarak konstan 5 cm agar plastik tidak menghitam, melainkan meliuk alami menyerupai kaca kristal mewah.
  • Langkah 3: Perakitan Putik dan Tangkai Lubangi tengah kelopak bunga, lalu pasangkan pin payung berwarna-warni sebagai putik bunga. Sambungkan kelopak pada kawat tangkai yang telah dibalut warna kuning keemasan menggunakan lem tembak.
  • Langkah 4: Merakit dan Menata di Dalam Vas (Finishing) Tata tangkai bunga kristal secara kokoh di dalam vas silinder bening. Pastikan komposisi warna dan tinggi tangkai terlihat seimbang serta memiliki nilai jual yang menarik.

Proses Pemasaran, Hambatan, dan Solusi

Produk ini dipasarkan secara online seharga Rp10.000 melalui platform TikTok (Photo Mode)
Hambatan produksi terbesar adalah mengontrol fokus saat memanaskan plastik di atas lilin agar tidak rusak. Sementara dari sisi pemasaran, hambatannya adalah skeptisisme konsumen digital yang ragu karena tidak bisa menyentuh fisik produk. Solusinya, saya menerapkan strategi aesthetic framing dengan mengambil foto produk berlatar belakang kayu hangat untuk memicu kesan premium. Pembelian dirancang praktis via Direct Message (DM) atau link di bio profil untuk mempermudah proses pengambilan keputusan konsumen (consumer decision making).

Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan limbah botol plastik bekas mampu menghasilkan produk baru yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai guna (upcycling). Melalui strategi aesthetic framing di TikTok, stigma negatif masyarakat terhadap barang daur ulang dapat dikurangi. Meskipun belum menghasilkan penjualan massal, ketertarikan psikologis dan kesadaran merek (brand awareness) audiens sudah mulai terbangun secara positif melalui interaksi likes pada unggahan foto tersebut.


Foto dari hasil barang bekas :


0 komentar:

Posting Komentar