Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Selasa, 03 April 2018

PEMBEKALAN PSIKOLOGIS UNTUK SISWA YANG MENGHADAPI UN



Reni Suryani
Fak. Psikologi UP 45
17.310.410.1169

Psikologi sosial 1

      Pelaksanaan ujian nasional (UN)  pada April saat ini, siswa SMA akan menghadapi ujian yang menjadi penentu kelulusan  dari jenjang pendidikan menengah. Sejumlah sekolah sebelumnya  sudah melakukan berbagai persiapan. Ada yang sudah menggelar uji coba alias try out, ada pula yang sudah mengadakan bimbingan belajar bagi para siswa. Di luar persiapan yang bersifat akademis, seperti  SMA Negeri 24, Jakarta, ternyata punya strategi lain yang dinilai perlu dipersiapkan untuk mendukung kesuksesan siswa dalam pelaksanaan UN.

            Apa persiapannya? Persiapan psikologis siswa Sejak awal semester, di seluruh ruang kelas tiga (kelas XII) SMAN 24 sudah diatur tempat duduk yang akan diduduki siswa pada ujian nasional. Pemberitahuan nomor dan lokasi ujian memang sudah diberitahukan jauh-jauh hari dengan tujuan agar siswa tidak kaget dengan posisi yang pasti berbeda dengan yang didiami sehari-hari. kemungkinan saat ujian nanti , siswa akan merasakan suasana seperti sekolah sehari-hari.

     Mengetahui sejak awal posisi duduk saat ujian, menurut  salah seorang siswa kelas XII IPA 1, Aditya Dwi R, sangat membantu persiapannya menghadapi ujian nasional. Selain lebih siap mental, ia juga lebih mengenal teman-teman yang akan berada pada ruangan yang sama pada saat ujian.seperti teman yang belum kenal menjadi akrab , suasana tidak menegangkan. Secara psikologis, hal ini membuat suasana lebih nyaman dan percaya diri. 

     Sekolah yang berlokasi di kawasan Lapangan Tembak, Jakarta Selatan, ini juga mengadakan penyuluhan yang bisa memotivasi semangat dan spiritual siswa. Program ini dinamakan Bina Mental Spiritual. Orangtua siswa juga berkontribusi dalam program motivasi ini. Persiapan UN sudah memasuki tahap waspada. Mulai dari bimbel-bimbel diikuti semua, latihan-latihan dari guru-guru maupun dari soal yang kita buat sendiri.

           Siswa  juga harus pelajari materi-materi di kelas X dan XI, mempelajari dan hafalkan rumus-rumus eksakta juga , usahakan siswa tidak nervous dalam menghadapi UN. Perasaan cemas pasti ada disetiap siswa , oleh karena itu peran orang tua dan guru sangat dibutuhkan untuk pembekalan psikologis siswa yang akan menghadapi UN.



sumber :  https://edukasi.kompas.com/read/2012/01/19/08575246/Strategi.Persiapkan.Psikologis.Siswa.Jelang.UN. 


Kompas,Jakarta  19 Januari 2012

PENYEBAB TERJADINYA TAWURAN ANTAR PELAJAR



Reni Suryani
Fak Psikologi UP 45
17.310.410.1169

Psikologi Sosial 1


         Tawuran merupakan perkelahian secara massal yang dilakukan secara ramai-ramai antara sekelompok pelajar satu dengan pelajar lainnya. Tawuran sudah menjadi kegiatan bagi mereka, yang menjadi bahan utama tawuran antar pelajar hanya menjadi permasalahan sosial yang terdapat pada pelajar perkotaan. Permasalahan  sosial seperti ini sudah sangat jelas bertentangan dengan norma dan nilai dalam masyarakat. Tawuran awalnya hanya diawali karena adanya konflik yang terjadi antar satu sekolah atau konflik antar sekolah, entah itu karena perasaan solidaritas antar siswa dan sebagainya.
Perkelahian dapat menghasilkan konflik antar siswa dari sekolah yang berlainan. Terkadang siswa yang terpaksa ikut tawuran karena tidak ingin disebut  tidak setia kawan dan tidak memiliki keberanian alias penakut. Tawuran antar pelajar merupakan masalah sosial yang serius, karena peserta tawuran mengabaikan norma yang ada dan melibatkan korban yang tidak bersalah juga merusak benda yang ada disekitar. Tawuran menjadi salah satu kegiatan turun temurun di jaman modern ini.

Faktor Penyebab Tawuran
  1. Faktor Keluarga
    Adanya parenting otoriter, dalam pengasuhan yang dipenuhi tindakan kekerasan terhadap anak.
  2. Kurang kasih sayang dari orang tua.
  3. Tidak adanya perlindungan yang lebih dari orang tua.
  4. Broken home, karena orang tua yang selalu bertengkar.
  5. Pengaruh buruk dari orang tua seperti tindakan asusila dan tingkah laku kriminal.
  6. Faktor Lingkungan Sekolah
  7. Kualitas pengajaran yang tidak begitu memadai dan kurang menunjang proses belajar.
  8. Guru yang lebih berperan sebagai pelaksana aturan dan sebagai penghukum.
  9. Faktor Lingkungan
    Anggota lingkungan yang memiliki perilaku buruk, seperti pemakai narkoba, pengeroyokan, pemabuk, dan tindakan brutal lainnya.
    2. Lingkungan kota yang penuh dengan kekerasan, yang disaksikan para remaja.
    3. Adanya kelompok geng yang memiliki perilaku tidak baik.
    4. Munculnya perbedaan resepsi yang akan mengakibatkan konflik diantara masyrakat lingkungan.

         Tawuran mengakibatkan luka-luka, akibat dari terkena lemparan batu dari musuh atau terkenan pukulan ibenda berbahaya dari salah satu musuh.  akibat perkelahian yang saling serang menyerang, maka pada akhirnya peserta tawuran akan mendapatkan hukuman dari sekolah, yang dapat memberikan efek jera bagi pelajar bahkan siswa yang mengikuti tawuran akan dikeluarkan dari sekolah.
Apabila tertangkap polisi, dan dianggap akan membahayakan nyawa maka akan terkena pasal 351 ayat 3 dengan hukuman penjara selama 7 tahun. Yang paling parah adalah seseorang yang kehilangan nyawa nya akibat mengikuti tawuran.

         Untuk menghindari tawuran, maka jangan mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar. Menolak ajakan-ajakan untuk mengikuti tawuran, jika pulang kesekolah langsung pulang ke rumah agar tidak bertemu senior yang selalu mengajak kerusuhan, jangan terlalu keseringan nongkrong bersama teman-teman, lakukan kegiatan yang positif misalnya mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah.


SUMBER Faktor Penyebab Terjadinya Tawuran Pelajar | Jaya Kurnia 4.5

Sabtu, 31 Maret 2018

Kurangnya Kesadaran Masyarakat Untuk Tertib Berlalu Lintas

Kesadaran masyarakat indonesia untuk berlalu lintas masih kurang. Hal ini terlihat pada banyaknya pelanggaran yang berpotensi terhadap kecelakaan yang