Minggu, 26 Juli 2026

esai - 9 Pelatihan Komunitas (Risma Ristiyana)

 


Nama Mahasiswa: Risma Ristiyana 

NIM: 25310410007

Prodi: Psikologi

Semester: 2

Kelas: Reguler

Mata Kuliah: Psikologi Industri & Organisasi

Nama Tugas: Esai Ke-9 Pelatihan Komunitas

Dosen Pengampu:Dr. Arundati Shinta, M.A

Bulan & Tahun Publikasi: 27 Juli 2026


Meningkatkan Jiwa Kepemimpinan Melalui Pelatihan Kepemimpinan Secara Individu


Pada tanggal 25 Juli 2026 saya melaksanakan pelatihan kepemimpinan secara individu kepada salah satu anggota organisasi. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta memahami bagaimana menjadi seorang pemimpin yang bertanggung jawab, mampu berkomunikasi dengan baik, dan berani mengambil keputusan. Menurut saya, kemampuan memimpin tidak hanya dibutuhkan oleh ketua organisasi, tetapi juga oleh setiap anggota karena setiap orang memiliki kesempatan untuk memimpin dalam situasi tertentu.


Kegiatan diawali dengan mengenalkan materi mengenai arti kepemimpinan dan karakter yang perlu dimiliki seorang pemimpin. Saya menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi contoh yang baik, bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, mampu mendengarkan pendapat orang lain, dan dapat menyelesaikan masalah dengan tenang. Setelah penyampaian materi, saya mengajak peserta berdiskusi mengenai pengalaman yang pernah dialaminya ketika harus memimpin suatu kegiatan di organisasi.


Selama proses pelatihan, saya memberikan beberapa contoh kasus yang sering terjadi dalam organisasi, seperti anggota yang kurang aktif, perbedaan pendapat dalam rapat, serta kesulitan membagi tugas. Peserta diminta menjelaskan bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut apabila dirinya menjadi seorang pemimpin. Dari jawaban yang diberikan, saya melihat bahwa peserta sebenarnya sudah memiliki kemampuan berpikir yang cukup baik, tetapi masih kurang percaya diri dalam mengambil keputusan dan menyampaikan pendapat kepada orang lain.


Untuk membantu meningkatkan rasa percaya dirinya, saya memberikan beberapa masukan mengenai cara berkomunikasi yang lebih efektif. Saya juga menjelaskan pentingnya mendengarkan pendapat anggota sebelum mengambil keputusan, sehingga setiap anggota merasa dihargai. Selain itu, saya menyampaikan bahwa seorang pemimpin tidak harus selalu benar, tetapi harus mau belajar dari kesalahan dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.


Setelah mengikuti pelatihan, peserta terlihat lebih memahami peran seorang pemimpin. Ia mulai berani menyampaikan pendapat saat berdiskusi dan mampu menjelaskan langkah-langkah yang akan dilakukan ketika menghadapi suatu permasalahan dalam organisasi. Meskipun masih membutuhkan pengalaman, saya melihat adanya perubahan pada kepercayaan dirinya dibandingkan sebelum pelatihan berlangsung.


Dari kegiatan ini saya belajar bahwa pelatihan secara individu memberikan kesempatan untuk mengenali kelebihan dan kekurangan peserta secara lebih mendalam. Materi yang diberikan juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta sehingga proses belajar menjadi lebih efektif.


Jika dikaitkan dengan Psikologi Industri dan Organisasi, pelatihan kepemimpinan merupakan salah satu bentuk pengembangan sumber daya manusia. Kemampuan memimpin, berkomunikasi, bekerja sama, dan mengambil keputusan merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Oleh karena itu, pelatihan seperti ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi peserta agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan dalam organisasi maupun ketika memasuki dunia kerja.




0 komentar:

Posting Komentar