Minggu, 26 Juli 2026

UAS UJIAN AKHIR SEMESTER TOPIK ;Persoalan organisasi Tingginya tingkat TURNOVER ( keluar masuk) Kawasan pada sebuah perusahan.

 

Persoalan organisasi
Tingginya tingkat TURNOVER  ( keluar masuk)
Kawasan pada sebuah  perusahan
 

Persoalan organisasi
Tingginya tingkat TURNOVER  ( keluar masuk)
Kawasan pada sebuah  perusahan 

     Oleh :

Nama :yonas yogi

  Nim : 24310410021

                           Uas :  Psikologi idudtri dan organisasi

pengampuh :Ibu SHINTA

       Perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital telah mengubah cara organisasi dalam mengelola data dan mengambil keputusan. Pada era persaingan yang semakin ketat, organisasi tidak lagi cukup mengandalkan intuisi atau pengalaman manajerial semata, melainkan dituntut untuk memanfaatkan data sebagai dasar dalam menyusun strategi dan menyelesaikan berbagai permasalahan organisasi. Menurut Davenport dan Harris (2007), organisasi yang mampu memanfaatkan analitika (analytics) secara efektif akan memiliki keunggulan kompetitif karena keputusan yang diambil didasarkan pada bukti (evidence-based decision making), bukan sekadar asumsi atau intuisi. Oleh sebab itu, analitika telah menjadi salah satu pendekatan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di berbagai sektor organisasi.Analitika merupakan proses sistematis untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan data sehingga menghasilkan informasi yang bernilai bagi organisasi. Sharda, Delen, dan Turban (2020) menjelaskan bahwa business analytics adalah penggunaan data, teknologi informasi, metode statistik, serta model kuantitatif untuk membantu organisasi memahami kondisi yang terjadi, memprediksi kejadian di masa depan, dan menentukan tindakan terbaik dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, analitika tidak hanya menghasilkan informasi, tetapi juga memberikan wawasan (insight) yang dapat digunakan dalam perencanaan strategis organisasi.

 Salah satu kerangka analitika yang banyak digunakan dalam dunia bisnis dan organisasi terdiri atas lima tahapan, yaitu descriptive analytics, diagnostic analytics, predictive analytics, prescriptive analytics, dan pre-emptive analytics. Descriptive analytics berfungsi menjelaskan apa yang telah terjadi berdasarkan data historis. Diagnostic analytics digunakan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya suatu peristiwa. Predictive analytics memanfaatkan model statistik dan machine learning untuk memperkirakan kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. Prescriptive analytics memberikan rekomendasi tindakan yang paling tepat berdasarkan hasil prediksi, sedangkan pre-emptive analytics berorientasi pada langkah-langkah antisipatif agar organisasi mampu mencegah munculnya permasalahan sekaligus menciptakan nilai tambah (Delen & Ram, 2018; Sharda et al., 2020).Dalam konteks manajemen sumber daya manusia, salah satu persoalan yang sering dihadapi organisasi adalah tingginya tingkat turnover karyawan. Tingginya turnover dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti meningkatnya biaya rekrutmen dan pelatihan, menurunnya produktivitas kerja, hilangnya pengetahuan organisasi, serta terganggunya kualitas pelayanan kepada pelanggan. Menurut Dessler (2020), pengelolaan sumber daya manusia yang efektif sangat menentukan keberhasilan organisasi karena karyawan merupakan aset strategis yang memengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Oleh karena itu, analisis terhadap faktor-faktor penyebab turnover menjadi sangat penting agar organisasi dapat merancang kebijakan yang tepat dalam mempertahankan karyawan berkualitas.

Berdasarkan uraian tersebut, tugas ini bertujuan untuk menerapkan lima tahapan analitika, yaitu descriptive, diagnostic, predictive, prescriptive, dan pre-emptive, dalam menganalisis permasalahan tingginya turnover karyawan. Melalui pendekatan tersebut diharapkan dapat diperoleh gambaran mengenai kondisi yang terjadi, penyebab utama, prediksi dampak di masa depan, rekomendasi solusi yang efektif, serta strategi pencegahan yang dapat meningkatkan kinerja dan keberlanjutan organisasi.Dibahwa  ini tahap pertanyaan  dan analisis;

 

          Tahap naik                     Pertanyaan              Analisisi

Descriptive ( apa yang tterjadi)

What happened?

Dalam satut tahun terahir,  perusahan mengalami tingkat turnover karyawan sebesar 25%,meningkatan dibagdingkan  tahunsebelumnya hanya 12% . devinisi pemasaran dan  operasional menjadi bagian  dengan tingkat  pengundiran diri  tertinggih . prodiktivitas perusahan menurun sekitar 15% karena serng terjadi pergantian tenagah.

Diagnostik( mengapahalitu terjadi )

What didit happen?

Hasil survei menunjukan beberapa  penyebab utama, yaitu gaaji kurang kopetitif, bebanya tinggih  kuranya kesempatang  promosi. Kepimpinana yang kurang mendukung , serta budaya organisasi yang  kurang kondustif.selain itu ,banyak pesaing yang menawarkan  kombensasi dan fasilitas  kerja yang lebih baik.

Predictive ( apa yang akan terjadi)

What will happen?

Jika kondisi tersebut tidak segerah perbaiki, memperkirahkan turnover  akan mengigatkan menjadi sekitar 30-35% pada tahun berikutnya. Biyaiya rekrutmen  dan pelatihan  akan semaking besar,  produktivitas terus  menurung, kepuasan pengan  berkurang,dan berusaha berpoteni kehilangan tenagagkerja berkualitas.

Prescriptive (apayangharus dilakukan )

What shoouid I do?

 Prusahan perluh melakukan evaluasi  sisitem kompensasi , meningkatkan  kesejaterahan  karyawan, menyediakan jalur  karier yang jelas memberikan  pelatihan  kepimpinanbagi menajer, serta melakukan survei kepuasan karyawan secara  berkalah untuk mengetahui  masalah sejak dini.

Pre-emptive ( apa lagi yang dapat dilakukkan untuk mnerikan nilain tambah)

Whatt mote can I offer

 Perusahandapt mangfaatkan  People Analytics  dengan  kecerdasan buatan IA  untuk prediksi  aryawan yang berpotensi, penilaian kinerja , dan tingkat kepuasahan.  Selain itu,perusahan dapa menbangun progeram monitoring,pengembagan kompetensi digital,sistem kerja fleksibel (hybrind),  serta dashboard  monitoring SDM secara real-time sehinga keputusan  dapat di ambil lebih cepat.

Melalui pendekatan analitika, organisasi dapat mengambil keputusan yang lebih sistematis, berbasis data, dan berorientasi pada masa depan. Proses analisis dimulai dengan descriptive analytics, yaitu mengidentifikasi dan menggambarkan apa yang telah terjadi berdasarkan data yang tersedia. Setelah kondisi tersebut dipahami, analisis dilanjutkan dengan diagnostic analytics untuk mengungkap penyebab utama yang melatarbelakangi terjadinya permasalahan. Dengan mengetahui akar penyebabnya, organisasi dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja.Tahap berikutnya adalah predictive analytics, yaitu memanfaatkan data historis dan pola yang ada untuk memprediksi kemungkinan peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang apabila kondisi saat ini tidak mengalami perubahan. Hasil prediksi tersebut menjadi dasar bagi organisasi untuk memasuki tahap prescriptive analytics, yaitu menentukan berbagai alternatif solusi dan memilih tindakan yang paling efektif dalam mengatasi masalah serta mencapai tujuan organisasi. Selanjutnya, pada tahap pre-emptive analytics, organisasi tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah yang ada, tetapi juga mengembangkan strategi pencegahan dan inovasi agar permasalahan serupa tidak kembali terjadi di masa depan serta mampu menciptakan nilai tambah bagi organisasi. Dengan demikian, penerapan lima tahapan analitika—descriptive, diagnostic, predictive, prescriptive, dan pre-emptive—memberikan kerangka berpikir yang komprehensif dalam pengambilan keputusan. Pendekatan ini memungkinkan organisasi untuk memahami kondisi yang sedang dihadapi, mengidentifikasi penyebabnya, memperkirakan dampak di masa depan, merancang solusi yang tepat, serta membangun strategi antisipatif yang mendukung peningkatan efektivitas, efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan organisasi..


Kesimpulan

       Melalui pendekatan analitika, organisasi tidak hanya mengetahui apa yang telah terjadi (descriptive), tetapi juga memahami penyebabnya (diagnostic), memprediksi apa yang mungkin terjadi di masa depan (predictive), menentukan langkah terbaik (prescriptive), dan akhirnya menciptakan strategi pencegahan yang inovatif (pre-emptive). Pendekatan ini membantu organisasi mengambil keputusan yang lebih tepat, mengurangi risiko, dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan.

0 komentar:

Posting Komentar