Persoalan organisasi
Tingginya tingkat TURNOVER ( keluar masuk)
Kawasan pada sebuah perusahan
Persoalan organisasi
Tingginya tingkat TURNOVER ( keluar masuk)
Kawasan pada sebuah perusahan
Perkembangan
teknologi informasi dan transformasi digital telah mengubah cara organisasi
dalam mengelola data dan mengambil keputusan. Pada era persaingan yang semakin
ketat, organisasi tidak lagi cukup mengandalkan intuisi atau pengalaman
manajerial semata, melainkan dituntut untuk memanfaatkan data sebagai dasar
dalam menyusun strategi dan menyelesaikan berbagai permasalahan organisasi.
Menurut Davenport dan Harris (2007), organisasi yang mampu memanfaatkan
analitika (analytics) secara efektif akan memiliki keunggulan kompetitif karena
keputusan yang diambil didasarkan pada bukti (evidence-based decision making),
bukan sekadar asumsi atau intuisi. Oleh sebab itu, analitika telah menjadi
salah satu pendekatan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pengambilan
keputusan di berbagai sektor organisasi.Analitika merupakan proses sistematis
untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan data
sehingga menghasilkan informasi yang bernilai bagi organisasi. Sharda, Delen,
dan Turban (2020) menjelaskan bahwa business analytics adalah penggunaan data,
teknologi informasi, metode statistik, serta model kuantitatif untuk membantu
organisasi memahami kondisi yang terjadi, memprediksi kejadian di masa depan,
dan menentukan tindakan terbaik dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian,
analitika tidak hanya menghasilkan informasi, tetapi juga memberikan wawasan
(insight) yang dapat digunakan dalam perencanaan strategis organisasi.
Berdasarkan uraian tersebut, tugas ini bertujuan untuk
menerapkan lima tahapan analitika, yaitu descriptive, diagnostic, predictive,
prescriptive, dan pre-emptive, dalam menganalisis permasalahan tingginya
turnover karyawan. Melalui pendekatan tersebut diharapkan dapat diperoleh
gambaran mengenai kondisi yang terjadi, penyebab utama, prediksi dampak di masa
depan, rekomendasi solusi yang efektif, serta strategi pencegahan yang dapat
meningkatkan kinerja dan keberlanjutan organisasi.Dibahwa ini tahap pertanyaan dan analisis;
Tahap naik Pertanyaan Analisisi
|
Descriptive ( apa yang tterjadi) |
What happened? |
Dalam satut tahun terahir,
perusahan mengalami tingkat turnover karyawan sebesar 25%,meningkatan
dibagdingkan tahunsebelumnya hanya 12%
. devinisi pemasaran dan operasional
menjadi bagian dengan tingkat pengundiran diri tertinggih . prodiktivitas perusahan menurun
sekitar 15% karena serng terjadi pergantian tenagah. |
|
Diagnostik( mengapahalitu terjadi ) |
What didit happen? |
Hasil survei menunjukan beberapa penyebab utama, yaitu gaaji kurang kopetitif,
bebanya tinggih kuranya kesempatang promosi. Kepimpinana yang kurang mendukung ,
serta budaya organisasi yang kurang
kondustif.selain itu ,banyak pesaing yang menawarkan kombensasi dan fasilitas kerja yang lebih baik. |
|
Predictive ( apa yang akan terjadi) |
What will happen? |
Jika kondisi tersebut tidak segerah perbaiki,
memperkirahkan turnover akan mengigatkan
menjadi sekitar 30-35% pada tahun berikutnya. Biyaiya rekrutmen dan pelatihan akan semaking besar, produktivitas terus menurung, kepuasan pengan berkurang,dan berusaha berpoteni kehilangan
tenagagkerja berkualitas. |
|
Prescriptive (apayangharus dilakukan ) |
What shoouid I do? |
Prusahan perluh
melakukan evaluasi sisitem kompensasi
, meningkatkan kesejaterahan karyawan, menyediakan jalur karier yang jelas memberikan pelatihan
kepimpinanbagi menajer, serta melakukan survei kepuasan karyawan
secara berkalah untuk mengetahui masalah sejak dini. |
|
Pre-emptive ( apa lagi yang dapat dilakukkan untuk mnerikan
nilain tambah) |
Whatt mote can I offer |
Perusahandapt mangfaatkan People Analytics dengan
kecerdasan buatan IA untuk
prediksi aryawan yang berpotensi,
penilaian kinerja , dan tingkat kepuasahan.
Selain itu,perusahan dapa menbangun progeram monitoring,pengembagan
kompetensi digital,sistem kerja fleksibel (hybrind), serta dashboard monitoring SDM secara real-time sehinga
keputusan dapat di ambil lebih cepat. |
Melalui pendekatan analitika, organisasi dapat mengambil keputusan yang lebih sistematis, berbasis data, dan berorientasi pada masa depan. Proses analisis dimulai dengan descriptive analytics, yaitu mengidentifikasi dan menggambarkan apa yang telah terjadi berdasarkan data yang tersedia. Setelah kondisi tersebut dipahami, analisis dilanjutkan dengan diagnostic analytics untuk mengungkap penyebab utama yang melatarbelakangi terjadinya permasalahan. Dengan mengetahui akar penyebabnya, organisasi dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja.Tahap berikutnya adalah predictive analytics, yaitu memanfaatkan data historis dan pola yang ada untuk memprediksi kemungkinan peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang apabila kondisi saat ini tidak mengalami perubahan. Hasil prediksi tersebut menjadi dasar bagi organisasi untuk memasuki tahap prescriptive analytics, yaitu menentukan berbagai alternatif solusi dan memilih tindakan yang paling efektif dalam mengatasi masalah serta mencapai tujuan organisasi. Selanjutnya, pada tahap pre-emptive analytics, organisasi tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah yang ada, tetapi juga mengembangkan strategi pencegahan dan inovasi agar permasalahan serupa tidak kembali terjadi di masa depan serta mampu menciptakan nilai tambah bagi organisasi. Dengan demikian, penerapan lima tahapan analitika—descriptive, diagnostic, predictive, prescriptive, dan pre-emptive—memberikan kerangka berpikir yang komprehensif dalam pengambilan keputusan. Pendekatan ini memungkinkan organisasi untuk memahami kondisi yang sedang dihadapi, mengidentifikasi penyebabnya, memperkirakan dampak di masa depan, merancang solusi yang tepat, serta membangun strategi antisipatif yang mendukung peningkatan efektivitas, efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan organisasi..
Kesimpulan
Melalui pendekatan analitika, organisasi tidak hanya
mengetahui apa yang telah terjadi (descriptive), tetapi juga memahami
penyebabnya (diagnostic), memprediksi apa yang mungkin terjadi di masa depan
(predictive), menentukan langkah terbaik (prescriptive), dan akhirnya
menciptakan strategi pencegahan yang inovatif (pre-emptive). Pendekatan ini
membantu organisasi mengambil keputusan yang lebih tepat, mengurangi risiko,
dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan.






0 komentar:
Posting Komentar