Nama Mahasiswa: Wulan Febriyani
NIM: 25310410008
Prodi: Psikologi
Semester: 2
Kelas: Reguler
Mata Kuliah: Psikologi Industri & Organisasi
Nama Tugas: Esai Ke-9 Pelatihan Komunitas
Dosen Pengampu:Dr. Arundati Shinta, M.A
Bulan & Tahun Publikasi: 26Juli 2026
Belajar Mengolah Sampah
melalui Kerja Sama di Komunitas Anak Desa
Pada tanggal 25 Juli 2025 saya
melakukan pelatihan bersama komunitas anak desa. Pelatihan ini dilakukan dengan
tujuan untuk mengajak anak-anak memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang lebih
berguna. Sampah yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sedotan bekas yang
kemudian diolah menjadi kerajinan tangan. Selain belajar tentang pemanfaatan
sampah, anak-anak juga belajar bagaimana caranya bekerja sama, berkomunikasi,
dan bertanggung jawab dalam sebuah kelompok.
Dalam kegiatan ini anak-anak saya
bagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok laki-laki dan kelompok perempuan.
Kelompok laki-laki membuat pouch lipstik, sedangkan kelompok perempuan membuat
pouch perhiasan. Meskipun membuat produk yang berbeda, kedua kelompok sama-sama
menggunakan sedotan bekas sebagai bahan untuk membuat kerajinan. Anak-anak
terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan ini karena mereka bisa membuat
sesuatu dengan tangan mereka sendiri. Dari kegiatan ini, mereka juga belajar
bahwa barang yang dianggap sebagai sampah tidak berguna ternyata masih bisa
dimanfaatkan dan dibuat menjadi barang yang menarik.
Selama kegiatan berlangsung, saya
melihat adanya perbedaan cara bekerja dari kedua kelompok. Kelompok perempuan
memiliki komunikasi dan kerja sama yang cukup baik. ketua kelompok mampu
mengarahkan anggotanya dengan baik dan menjelaskan apa saja yang harus
dilakukan. Setiap anggota juga mau bekerja sama dan saling membantu ketika ada
yang mengalami kesulitan. Mereka juga berdiskusi dan tidak ragu untuk bertanya
kepada ketua maupun anggota lainnya. Dengan komunikasi yang baik, pekerjaan
mereka menjadi lebih teratur dan setiap anggota bisa mengetahui tugasnya
masing-masing.
Berbeda dengan kelompok perempuan,
kelompok laki-laki memiliki komunikasi yang kurang baik bahkan ketua
kelompoknya tidak terlalu aktif untuk mengarahkan anggotanya sehingga anggota
kelompok terkadang terlihat bekerja sendiri-sendiri tanpa adanya arahan. Namun,
meskipun komunikasi dan arahan dari ketua masih kurang, anggota kelompok ini
memiliki keterampilan dan inisiatif yang cukup baik. Mereka cukup terampil
dalam membuat kerajinan sehingga tetap bisa menghasilkan kerajinan yang bagus.
Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan yang dimiliki oleh anggota juga dapat
membantu kelompok dalam menyelesaikan tugasnya.
Dari kegiatan ini, saya belajar
bahwa dalam sebuah kelompok, komunikasi dan kerja sama sangat penting. Ketu
kelompok tidak hanya bertugas untuk memimpin, tetapi juga memberikan arahan dan
membantu anggotanya agar dapat bekerja dengan baik. anggota kelompok juga perlu
saling berkomunikasi dan membantu satu sama lain. Namun, saya melihat bahwa
keterampilan setiap anggota memiliki peran penting dalam menghasilkan sebuah
karya.
Melalui pelatihan ini, saya
mendapatkan pengalaman bahwa setiap kelompok memiliki cara kerja dan kemampuan
yang berbeda. Ada kelompok yang memiliki komunikasi dan kerja sama yang baik,
ada juga kelompok yang masih perlu untuk meningkatkan komunikasi dan arahan
dari ketuanya. Walaupun begitu, kedua kelompok tetap mampu menghasilkan karya dari
sedotan bekas yang bereka buat bersama. Bagi saya kegiatan ini tidak hanya
tentang pelatihan membuat karya tetapi juga menjadi kesempatan bagi anak-anak
untuk belajar bekerja sama, berkomunikasi, mengembangkan keterampilan dan
memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan berharga.






0 komentar:
Posting Komentar