NAMA : ANDREAS GILCHRIST OLEZKA
NIM : 25310410009
MATKUL : PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI
TUGAS KE : UAS
DOSEN : ARUNDATI SHINTA
KELAS : REGULER
HARI/TGL : Senin, 27/7/2026
- SDM yang menjaga kos-kosan Anda pemalas sehingga kos-kosan di tempat Anda sangat kotor.
- Koki / tukang masak di restoran / warung makan langganan
Anda sering tidak masuk sehingga kualitas makanan menjadi buruk.
- Penjaga kos-kosan Anda sering mengintip mahasiswa yang
sedang mandi.
- Pemilik kos tempat Anda sering tidak sabar bila Anda
terlambat membayar uang bulanan.
- Bagian administrasi keuangan tempat Anda menuntut ilmu,
sering salah hitung uang sehingga uang kuliah Anda kadang kala jumlahnya
terlalu tinggi.
Tugas Anda adalah membuat analisis mulai dari tahap descriptive, diagnostic, predictive, prescriptive dan pre-emptive dengan menggunakan bagan di bawah ini. Pilihlah 1 dari 5 persoalan organisasi yang ada.
Dari ke 5 persoalan organisasi tersebut saya memilih nomor 2
"Koki / tukang masak di restoran / warung makan langganan Anda sering tidak masuk sehingga kualitas makanan menjadi buruk"
1. Descriptive Analytics (What happened?)
Dalam kasus ini, tercatat adanya penurunan frekuensi kehadiran koki utama secara berulang dalam periode tertentu. Dampak langsung yang terlihat adalah masakan terpaksa disiapkan oleh koki pengganti atau asisten yang belum memiliki standar keahlian setara. Hal ini menyebabkan ketidakkonsistenan rasa, penurunan kualitas hidangan, serta keluhan dari pelanggan terkait waktu penyajian yang lebih lambat dan cita rasa yang berubah.
2. Diagnostic Analytics (Why did it happen?)
Seringnya koki utama absen sebenarnya bisa dipicu oleh banyak hal, mulai dari masalah kesehatan, rasa lelah luar biasa (burnout) akibat beban kerja, ketidakpuasan soal gaji, hingga urusan pribadi. Namun, letak masalah terbesarnya bukan cuma di individu koki, melainkan pada sistem dapur yang belum punya Standar Operasional Prosedur (SOP) resep secara tertulis. Selama ini, dapur terlalu bergantung penuh pada keahlian, ingatan, dan intuisi koki utama. Begitu koki tersebut tidak hadir, operasional langsung goyah karena staf lain tidak punya acuan yang jelas.
3. Predictive Analytics (What will happen?)
Dalam jangka pendek, pelanggan setia akan merasa kecewa dan mulai beralih ke restoran kompetitor. Dalam jangka menengah, ulasan negatif di media sosial maupun platform digital seperti Google Maps akan merusak reputasi bisnis secara luas. Secara jangka panjang, penurunan jumlah konsumen yang signifikan ini akan memangkas pendapatan restoran dan mengancam keberlangsungan usaha hingga risiko penutupan.
4. Prescriptive Analytics (What should I do?)
Langkah cepat yang wajib diambil pemilik restoran adalah membakukan resep ke dalam dokumen SOP yang mendetail, mulai dari takaran bumbu yang presisi, porsi hidangan, hingga alur memasaknya. Dengan begitu, siapa pun yang memegang penggorengan tetap bisa menghasilkan rasa yang sama. Di saat yang sama, pemilik perlu mengajak koki utama duduk bersama untuk berdiskusi demi memahami kendala pribadinya, seraya menawarkan skema bonus berbasis kehadiran. Asisten dapur juga harus rutin dilatih (cross-training) supaya mereka selalu siap mengambil alih peran dapur kapan saja.
5. Pre-emptive Analytics (What more can I do?)
Untuk mengamankan bisnis dalam jangka panjang, pemilik restoran bisa melangkah lebih jauh dengan menerapkan sistem bumbu racikan siap pakai atau menggunakan konsep dapur terpusat agar standar rasa terkunci aman tanpa tergantung pada figur tertentu. Selain itu, penting untuk membangun jaringan dengan koki cadangan yang siap dipanggil saat situasi darurat, serta memanfaatkan aplikasi absensi dan evaluasi kinerja digital. Strategi preventif ini akan membantu mengendus potensi masalah ketenagakerjaan lebih awal sekaligus menjaga stabilitas operasional restoran.







0 komentar:
Posting Komentar