Jawaban Ujian Akhir Semester Psikologi Industri & Organisasi, Juli 2026
Nama: Risma Ristiyana
Mata Kuliah: Psikologi Industri & Organisasi
NIM : 25310410007
Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A
Semester: 2
Kelas: Reguler/A
Tanggal Publikasi: 27 Juli 2026
Analisis Kasus: SDM yang Menjaga Kos-Kosan Pemalas sehingga Kos-Kosan Sangat Kotor
Dalam sebuah organisasi, tentunya SDM merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan. Hal tersebut tidak hanya berlaku pada perusahaan besar, tapi juga pada organisasi sederhana seperti pengelolaan rumah kos. Salah satu permasalahan yang sering kali terjadi adalah petugas yang bertanggung jawab menjaga kebersihan bekerja dengan kurang maksimal sehingga membuat lingkungan kos menjadi kotor dan tidak nyaman. Jika masalah ini tidak segera ditangani, maka akan berdampak pada kepuasan penghuni dan citra tempat kos tersebut. Oleh karena itu, tentunya sangat diperlukan analisis untuk mengetahui penyebab masalah serta menentukan solusi yang tepat.
Descriptive (Deskripsi Masalah)
Kasus yang terjadi adalah petugas kebersihan atau penjaga kos tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Yakni, sampah sering menumpuk, halaman terlihat kotor, kamar mandi jarang dibersihkan, dan fasilitas umum kurang terawat. Kondisi ini membuat penghuni merasa sangat kurang nyaman saat tinggal di kos. Beberapa penghuni mulai mengeluhkan kebersihan kepada pemilik kos, bahkan ada yang mempertimbangkan untuk mencari tempat tinggal lain karena merasa lingkungan yang kotor dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Diagnostic (Analisis Penyebab)
Permasalahan ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, petugas memiliki motivasi kerja yang rendah sehingga tidak memiliki semangat untuk menyelesaikan pekerjaannya secara maksimal. Kedua, pemilik kos kurang melakukan pengawasan terhadap pekerjaan petugas sehingga ia tidak mengetahui apakah tugas telah dilakukan sesuai tanggung jawab atau belum. Ketiga, pembagian tugas dan standar kerja belum dibuat secara jelas. Akibatnya, petugas tidak memiliki pedoman mengenai pekerjaan yang harus dilakukan setiap hari. Selain itu, tidak adanya sistem penghargaan bagi petugas yang bekerja dengan baik maupun sanksi bagi yang lalai membuat kinerja petugas tidak mengalami peningkatan. Dalam perspektif Psikologi Industri dan Organisasi, motivasi, pengawasan, serta kejelasan peran merupakan faktor yang sangat memengaruhi kinerja seseorang di tempat kerja.
Predictive (Prediksi Dampak)
Jika kondisi ini terus dibiarkan, dampaknya akan semakin besar. Lingkungan kos akan menjadi semakin kotor dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi penghuni. Penghuni yang merasa tidak puas kemungkinan akan pindah ke tempat kos lain dan memberikan penilaian negatif kepada calon penyewa. Hal tersebut dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap kos tersebut sehingga jumlah penyewa berkurang. Pada akhirnya, pemilik kos akan mengalami kerugian karena pendapatan menurun. Selain itu, hubungan kerja antara pemilik kos dan petugas juga dapat memburuk akibat tidak adanya penyelesaian terhadap masalah yang terjadi.
Prescriptive (Solusi)
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemilik kos perlu membuat pembagian tugas yang jelas beserta jadwal kebersihan yang harus dipatuhi oleh petugas. Pemilik juga perlu melakukan pengecekan secara berkala agar pekerjaan dapat dipantau. Selain itu, pemberian penghargaan bagi petugas yang bekerja dengan baik dapat meningkatkan motivasi kerja. Sebaliknya, apabila petugas tetap mengabaikan tanggung jawabnya setelah diberikan pembinaan dan peringatan, maka pemilik kos dapat memberikan sanksi sesuai aturan yang telah disepakati atau mempertimbangkan untuk mengganti petugas dengan orang yang lebih bertanggung jawab.
Pre-emptive (Pencegahan)
Agar masalah serupa tidak terjadi lagi, pemilik kos perlu menerapkan sistem kerja yang lebih terstruktur. Sejak awal perekrutan, petugas harus mendapatkan penjelasan mengenai tugas, tanggung jawab, dan standar kebersihan yang diharapkan. Selain itu, evaluasi kinerja sebaiknya dilakukan secara rutin agar setiap permasalahan dapat diketahui lebih cepat. Komunikasi yang baik antara pemilik kos dan petugas juga perlu dijaga sehingga apabila terdapat kendala dalam bekerja dapat segera dicari solusinya. Dengan adanya aturan yang jelas, pengawasan yang konsisten, dan komunikasi yang baik, diharapkan kualitas pelayanan kos dapat terus terjaga serta memberikan kenyamanan bagi seluruh penghuni.
Daftar Pustaka
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational Behavior (18th ed.). Pearson.
Spector, P. E. (2022). Industrial and Organizational Psychology: Research and Practice (9th ed.). John Wiley & Sons.
Wibowo. (2022). Manajemen Kinerja (6th ed.). PT RajaGrafindo Persada.
Mangkunegara, A. A. A. P. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. PT Remaja Rosdakarya.








0 komentar:
Posting Komentar