Minggu, 26 Juli 2026

JAWABAN UJIAN AKHIR SEMESTER_ PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI_PUTRI KAHI TIMBA_ 25310410006

 

Nama Mahasiswa            : Putri Kahi Timba

NIM                                  : 25310410006

Prodi                                : Psikologi

Semester                         : 2

Kelas                                : A Reguler

Mata Kuliah                      : Psikologi Industri & Organisasi

Nama Tugas                    :(Ujian Akhir semester)

Dosen Pengampu            : Arundati Shinta

Bulan & Tahun Publikasi  : 27 Juli 2026


JAWABAN ULANGAN AKHIR SEMESTER

Analisis Organisasi Menggunakan Pendekatan From Hindsight to Insight to Foresight



Sebagai calon sarjana psikologi yang kelak akan menduduki jabatan sebagai manajer bidang personalia (Human Resource Development), kita perlu menguasai kemampuan analisis persoalan ketenagakerjaan secara mendalam dengan membedah situasi nyata di sekitar kita. Mari kita bedah persoalan nomor satu mengenai SDM penjaga kos yang pemalas menggunakan tahapan analitika dari hindsight menuju foresight sesuai bagan soal.

Descriptive (Information)What happened? What is the current condition? Which issues have I found?Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, kondisi fisik kos-kosan menunjukkan tingkat kebersihan yang sangat buruk dan memprihatinkan. Sampah menumpuk meluber di area fasilitas umum dapur, lantai lorong tertutup lapisan debu serta berlumpur dan tidak disapu selama tiga hari berturut-turut, serta sarang laba-laba dibiarkan menumpuk di sudut ruangan. Penjaga kos sebagai sumber daya manusia yang digaji secara penuh untuk merawat kebersihan justru mengabaikan tugas utamanya dan lebih memilih menghabiskan waktu berjam-jam untuk tidur serta bermain game online di pos penjagaan saat jam kerja.

Diagnostic (Insights) Why did it happen? Why has the problem increased? Mengapa masalah penurunan kinerja ini bisa terjadi? Dari sudut pandang Psikologi Industri dan Organisasi, fenomena kemalasan ini berakar dari rendahnya motivasi intrinsik pekerja serta ketiadaan struktur manajemen personalia yang jelas dari pihak pemilik kos. Pemilik kos menyerahkan seluruh tanggung jawab pemeliharaan tanpa memberikan pelatihan kerja (training), pengawasan langsung (supervision), ataupun parameter penilaian kinerja yang jelas. Akibatnya, penjaga kos merasa bebas dari segala bentuk akuntabilitas, kehilangan gairah kerja, dan tidak memiliki standar acuan operasional dalam menyelesaikan tanggung jawab harian mereka.

Predictive (Insights) What will happen? Who will be affected if I don't act? Who will leave if I contact them? jika perilaku kerja yang buruk, apatis, dan kemalasan ini dibiarkan terus-menerus tanpa adanya intervensi manajerial yang tepat, dampak jangka panjangnya akan sangat merugikan kelangsungan organisasi kos-kosan. Para mahasiswa penghuni kos akan mengalami ketidaknyamanan psikologis yang berat, penurunan produktivitas belajar akibat kondisi lingkungan tempat tinggal yang kotor dan tidak sehat, memunculkan protes massal secara berkala, hingga akhirnya memutuskan pindah kos secara serentak di akhir bulan. Hal ini tentu berujung pada kerugian finansial yang parah dan rusaknya citra serta reputasi kos di mata calon penyewa baru.

Prescriptive (Decision) What will happen? Which worker should I target to maintain? What if...? Sebagai langkah penanganan cepat yang harus diambil untuk menyelamatkan situasi, pemilik kos selaku pengambil keputusan tertinggi harus bertindak tegas layaknya seorang manajer HRD profesional. Langkah strategis yang harus segera ditempuh meliputi memberikan teguran persuasif yang membangun melalui sesi coaching and counseling personal, menetapkan lembar kerja harian terukur berupa Standard Operating Procedure (SOP) tertulis, serta memberlakukan kebijakan sistem penghargaan (reward) bagi yang rajin dan sanksi (punishment) yang adil untuk memicu kembali gairah kerja pegawai.

Pre-emptive (Action) What more can I do? What can I offer before the problem escalates? Value add? Sebagai langkah pencegahan jangka panjang agar persoalan serupa tidak terulang di kemudian hari, pemilik kos perlu memperbaiki sistem manajemen SDM sejak tahap awal rekrutmen. Calon penjaga kos selanjutnya wajib melalui proses seleksi yang lebih ketat, termasuk tes sikap kerja psikologis dasar. Selain itu, diadakannya sesi evaluasi dan briefing rutin setiap minggu akan menjaga komunikasi dua arah yang sehat antara pemilik dan pekerja, sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis, transparan, dan berorientasi pada kepuasan penghuni.



Daftar Pustaka

As'ad, M. (2003). Psikologi Industri: Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Liberty.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational Behavior (17th ed.). New York: Pearson.

Shinta, A. (2026). Modul Kuliah Psikologi Industri & Organisasi. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 (UP45).





0 komentar:

Posting Komentar