Nama : Khummaeranissa Almaqvira
NIM : 25310410002
Prodi : Psikologi
Semester : 2
Kelas : A Reguler
Mata Kuliah : Psikologi
Industri & Organisasi
Tugas : Ujian Akhir Semester 2
Dosen Pengampu : DR. Arundati Shinta M.A
Tanggal Pembuatan : 27 july 2026
kasus : no 4 Analisis
Pemilik kos tempat Anda sering tidak sabar bila Anda
terlambat membayar uang bulanan.
Permasalahan keterlambatan pembayaran uang
sewa rumah kos merupakan fenomena klasik yang sering memicu konflik finansial
maupun interpersonal antara pemilik kost dan penyewa (mahasiswa). Interaksi
finansial dalam skala mikro ini kerap kali dianggap sederhana, namun jika
ditinjau lebih dalam, fenomena ini melibatkan kompleksitas manajemen arus kas
(cash flow), ketidakpastian sumber pendapatan, serta efektivitas komunikasi
interpersonal. Untuk memahami dan mengurai permasalahan ini secara
komprehensif, pendekatan kerangka analitis lima tingkat (Five Tiers of
Analytics)—yang mencakup analisis deskriptif, diagnostik, prediktif,
preskriptif, dan pre-emptif—dapat diterapkan guna menghasilkan solusi yang
berkelanjutan dan berimbang bagi kedua belah pihak.
1. Descriptive Analytics (What happened?)
Dalam kasus ini terdapat
pola ketidaksadaran/tekanan dari pemilik kost (misalnya teguran keras, pesan
pengingat berulang atupun ketegangan interpersonal) setiap kali terjadi
keterlambatan pembayaran uang sewa bulanan. Terjadinya ketidaksesuaian antara
tanggal jatuh tempo pembayaran yang ditetapkan pemilik kost dengan tanggal
relasi pembayaran oleh penyewa.
2. Diagnostic Analytics (Why did it happen?)
Sisi pemilik kost : pemilik kost bergantung pada
uang sewa bulanan untuk menjaga arus kas (cash flow) operasional (bayar Listrik,air,peralatan,ataupun
kebutuhan pribadi). Saat keterlambatan uang penyewa menciptakan kekhawatiran akan
terjadinya potensi ketidakmampuan bayar (default risk) semua kebutuhan.
Sisi penyewa: penyewa belum adanya kesempatan
tertulis mengenai batas toleransi (grace period), atau keterlambatan transfer
dana dari orang tua/beasiswa dan serta minimnya komunikasi proaktif dari
penyewa sebelum pada tanggal jatuh tempo tiba.
3.
Predictive
Analytics (What will happen?)
Kerusakan hubungan antara keduanya, tingkat friksi
dan stres antara pemilik kost dan penyewa akan semakin meningkat menciptakan
lingkungan tempat tinggal yang tidak kondusif bagi mahasiswa. Dan pemilik kost
berpontensi untuk menerapkan denda keras/penalti ataupun mengehentikan
fasilitas seperti (mematikan Listrik/Wi-fi) hingga opsi pengusiran penyewa yang
sudah menggangu fokus akademis penyewa.
4.
Prescriptive
Analytics (What should I do?)
Ada bebrapa solusi untuk permasalahan ini yaitu,
penyewa bisa melakukan mmengkomunikasikan potensi alasan keterlambatan bayar
kepada pemilik kost jauh sebelum jatuh tempo tiba (tidak saat melewati tanggat)
agar pemilik kost bisa mengatur pengelolaan keuangannya. Ataupun membuat
penyusunan kesepakatan ulang (Agreement/MOU) dengan pemilik kost menggenai
tanggal dan batas toleransi keterlambatan pembayaran uang kost, misalnya :
maximal 3 hari kerja) dan lakukan kepastian tanggal pembayaran pengganti.
5.
Pre-emptive
Analytics (What more can I do?)
Agar tidak terjadi terus menerus kedepan penyewa
harus menyisihkan dana/uang Cadangan khusus minimal 1 bulan biaya kost, kedepannya
untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi permasalahan serupa jika mengalami
keterlambatan penyewa untuk pengiriman dana utama. Bisa juga menggunakan atau
mengatur fitur transfer otomatis pada aplikasi per-bankan ( H-2 sblum tanggal
jatuh tempo) unutk mengeliminasi factor kelalaian penyewa. Ada juga mengusulkan
penggunaan kartu control atau aplikasi pencatatan pembayaran digital yang sudah
di sepakati kedua belah pihak agar riwayat transaksi bisa tercatat secara transparan.
Daftar Pustaka
Gartner. (2020). Gartner Analytics Ascendancy Model: From Descriptive to
Pre-emptive Analytics. Gartner Research.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational Behavior (18th
ed.). Pearson Education.
Sharda, R., Delen, D., & Turban, E. (2020). Analytics, Data Science,
& Artificial Intelligence: Systems for Decision Support (11th ed.).
Pearson.






0 komentar:
Posting Komentar