Nama Mahasiswa : Putri Kahi Timba
NIM : 25310410006
Prodi : Psikologi
Semester : 2
Kelas : A Reguler
Mata Kuliah : Psikologi Industri & Organisasi
Nama Tugas: Esai Ke-9 (Ujian Akhir: Pelatihan Komunitas)
Dosen Pengampu : Arundati Shinta
Bulan & Tahun Publikasi : 26 Juli 2026
Pelatihan Komunitas Pengembangan Diri dan Peningkatan Kepercayaan Diri Remaja pada Komunitas Pemuda -Pemudi GLI Diaspor
Pada kesempatan ini, saya mengadakan pelatihan pengembangan diri secara langsung di tengah komunitas, yakni pada Komunitas Pemuda Pemudi GLI Diaspora sebagaimana dokumentasi kegiatan yang telah saya laksanakan. Laporan ini disusun sebagai pemenuhan tugas Esai ke-9.Pengembangan potensi diri dan kemampuan komunikasi merupakan aspek krusial dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan adaptif. Melalui kegiatan pengabdian di Komunitas Pemuda Pemudi GLI Diaspora, pelatihan ini dirancang secara humanis dan partisipatif. Berdasarkan dokumentasi lapangan, kegiatan dikemas dalam suasana duduk melingkar di atas karpet dengan dukungan lembar kerja (worksheet) serta elemen musik akustik sebagai pencair suasana. Posisi saya sebagai fasilitator yang berdiri langsung di tengah peserta bertujuan untuk meruntuhkan batas hierarki, menciptakan ruang belajar bersama yang setara, serta menumbuhkan rasa percaya diri peserta secara organik .
Tinjauan dari Perspektif Psikologi Industri, Organisasi, dan SDM (PIO/HRD)
Dalam ranah Psikologi Industri dan Organisasi, peningkatan kapasitas dan keterampilan individu merupakan inti dari pengembangan sumber daya manusia (Human Resource Development / HRD). Meskipun skala kegiatan ini berada di tingkat komunitas akar rumput, esensinya sejalan dengan program pelatihan di lingkungan profesional. Proses ini melibatkan identifikasi kebutuhan dasar berupa peningkatan keterampilan lunak (soft skills) dan keberanian berbicara di depan publik bagi para pemuda.
Komunikasi Organisasi dan Arus Informasi Asertif
Kelancaran arus informasi dan komunikasi merupakan pilar utama dalam efektivitas sebuah kelompok atau organisasi untuk menghindari kesalahpahaman (miscommunication). Melalui simulasi dan lembar panduan latihan interaktif di Komunitas GLI Diaspora, anggota dilatih untuk menyampaikan gagasan secara asertif—yaitu lugas, jelas, dan terbuka tanpa mengabaikan sudut pandang orang lain. Keterampilan ini sangat identik dengan dinamika komunikasi internal antar bagian dalam struktur organisasi kerja.
Manajemen Kecemasan dan Dinamika Kelompok (Psychological Safety)
Berbicara di depan umum kerap memicu kecemasan sosial atau kecemasan performa (performance anxiety). Dalam kacamata psikologi kerja, penciptaan lingkungan yang suportif sangat esensial untuk membangun psychological safety (rasa aman secara psikologis). Suasana kelompok yang akrab, santai, dan penuh dukungan sebaya (peer support) terbukti efektif menjadi mekanisme koping untuk menurunkan tingkat stres peserta, sehingga mereka merasa aman untuk mencoba, berlatih, dan bertumbuh bersama .
Kepemimpinan Partisipatif dan Self-Efficacy
Pendekatan fasilitasi yang saya terapkan bukanlah model instruksional yang kaku, melainkan bentuk participative leadership—di mana saya sebagai fasilitator memosisikan diri sebagai teman belajar bersama. Interaksi ini secara langsung mendongkrak self-efficacy (keyakinan diri) para pemuda. Ketika seorang anggota berhasil mengatasi rasa gugupnya dan berbicara di hadapan kelompok, ia sedang melatih fondasi kepemimpinan transformasional dalam dirinya .
Pelatihan pengembangan diri di Komunitas Pemuda Pemudi GLI Diaspora membuktikan bahwa teori-teori Psikologi Industri, Organisasi, dan SDM sangat aplikatif di tingkat akar rumput. Dengan membekali pemuda keterampilan komunikasi, manajemen kecemasan, dan ruang belajar yang suportif, kegiatan ini berhasil mencetak generasi muda yang lebih percaya diri, tangguh, dan siap menghadapi tantangan dunia profesional di masa depan








0 komentar:
Posting Komentar