Nama : Muhamad Ridho Rasyidin
NIM : 25310410005
Prodi : Psikologi
Semester : 2
Mata kuliah : Psikologi Industri & Organisasi
Tugas Esai 1 : Review video
Dosen Pengampu : Dr Arundati Shinta
Tanggal Publikasi : Selasa 21 April 2026
Waktu Publikasi : 12.45 (WIB)
ESAI 1 REVIEW VIDEO
Judul Video :”BOCIL LEBIH PILIH MAINAN DARIPADA.. 😱”
Like : 584 ribu
View : 30.724.052
Tahun : Januari 2026
Channel : Iben M.A.
Ada sebuah video berjudul : "BOCIL LEBIH PILIH MAINAN DARIPADA...😱" dari seorang konten kreator bernama Iben M.A. yang mendapatkan 584 ribu like dan komen sebanyak 4,2 ribu.
Dalam tayangan tersebut ada seorang anak kecil dihadapkan pada dua pilihan untuk memilih antara sebuah mainan yang menarik secara visual atau sejumlah uang yang nilainya secara objektif jauh lebih tinggi bagi orang dewasa. Sesuai dugaan sang anak dengan polosnya memilih mainan tersebut.
Video ini dikemas untuk hiburan penonton. Namun di akhir video ada seorang anak yang memilih untuk mendapatkan uang sebesar 5 juta dan berbicara bahwa “Uang aja bang 5 Juta buat mama di rumah”. Sebenarnya ada hal yang lumayan janggal dan disayangkan pada video ini dikarenakan anak kecil yang notabene nya masih di fase perkembangan menurut psikologi tapi dia bisa memilih uang dan memikirkan ekonomi yang terjadi pada keluarganya.
Namun disinilah juga letak permasalahannya. Video tersebut hanya mengeksploitasi keluguan anak untuk tujuan hiburan semata tanpa memberikan konteks edukasi yang memadai. Seharusnya video itu juga membahas tentang alasan psikologis di balik keputusan sang anak dan bukan hanya untuk menjadikannya bahan tontonan lucu-lucuan. Alasannya adalah penonton awam mungkin akan menganggap anak tersebut kurang cerdas atau membuat keputusan yang salah dan merugikan dirinya sendiri.
Padahal dari sudut pandang psikologi keputusan anak tersebut sangat wajar dan valid sesuai dengan tahap perkembangannya. Jika kita membedah fenomena ini menggunakan Teori Perkembangan Kognitif dari Jean Piaget, dimana anak-anak terutama yang berada pada tahap pra-operasional (usia 2-7 tahun) itu belum sepenuhnya memahami konsep pemikiran abstrak. Dimana uang kertas pada dasarnya adalah sebuah konsep simbolik dan abstrak. Lembaran uang itu tidak memiliki nilai intrinsik bagi anak kecil yang belum memahami fungsi pertukaran ekonomi. Sebaliknya mainan memberikan stimulus visual yang baik untuk bermain dan belajar anak. Selain itu hal ini juga berkaitan erat dengan konsep Nilai Subjektif dimana bagi seorang anak utilitas atau kegunaan sebuah mainan saat itu juga jauh melampaui janji nilai masa depan dari selembar uang.
Kritik :
Sayangnya video ini gagal menyoroti bias kognitif orang dewasa yang seringkali memaksakan standar pemikiran logis mereka kepada seorang anak-anak yang struktur kognitifnya memang belum berkembang untuk memproses hal tersebut dan menganggap bahwa anak tersebut di kacamata orang dewasa sangat bodoh dan ga masuk akal karena tidak memilih uang yang seharusnya nominalnya lebih besar dari sekedar mainan, dan disinilah fungsi psikologi sebagai alat atau cara untuk memahami hal tersebut padahal yang dilakukan anak sudah semestinya sesuai dengan proses perkembangan seorang anak.
Alangkah baiknya jika konten ini akan jauh lebih berkualitas jika disisipi dengan penjelasan psikologis yang mendasar. Karena seorang kreator di era digital seharusnya tidak hanya fokus mengejar views dari kepolosan anak-anak tetapi juga memberikan pemahaman yang benar kepada audiens.
Daftar Pustaka
Iben M.A. (2026). BOCIL LEBIH PILIH MAINAN DARIPADA.. 😱.
YouTube.







0 komentar:
Posting Komentar