Sabtu, 10 Januari 2026

UAS Psikologi Lingkungan

 Nama : Khansa Humaira 

NIM : 24310410034

Kelas : A

Mata Kuliah : Psikologi Industri dan Organisasi

Dosen Pengampu : Dr.,Dra. Arundati Shinta, M.A




Akhir tahun 2025 Indonesia (terutama Aceh dan  Sumatera) terkena musibah banjir dan longsor.  Musibah banjir dan tanah longsor ini berkaitan  dengan permasalahan lingkungan seperti  sungai  yang tersumbat akibat banyak sampah  yang menumpuk.

Di zaman sekarang ini sampah menjadi masalah  yang cukup serius, bukan hanya di Indonesia  melainkan di negara negara lain juga demikian.

Sampah yang banyak ini berasal dari   masyarakat yang mengkonsumsi produk secara  besar besar an dan kurang akan pentingnya  kesadaran dalam pengelolaan sampah secara  bijak.


Pengertian sampah menurut Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah. Pasal 1 ayat (1) : Sampah adalah sisa sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat. Menurut world health organization (WHO) definisi sampah adalah sesuatu yang tidak di gunakan dan tidak dipakai, atau sesuatu yang dibuang dari kegiatan manusia.



Ketika ada masyarakat yang berada di dalam situasi pengungsian dan dihadapkan dengan kondisi sampah yang menumpuk biasanya melakukan beberapa kebiasaan atau perilaku seperti : Mengeluh, karena posisinya mereka sedang tinggal di tempat pengungsian dan ditambah dihadapkan dengan kondisi sampah yang menumpuk sehingga mereka hanya bisa mengeluh karena bau yang tidak sedap dari tumpukan sampah tersebut.


Namun persepsi orang beda beda, tidak semua persepsi masyarakat tersebut seperti yang di atas.

Apa itu persepsi lingkungan hidup ? Persepsi terhadap lingkungan hidup adalah cara bagaimana individu memahami dan menerima stimulus lingkungan yang dihadapinya.


Nah bagan persepsi dari Paul A. Bell dan kawan kawan ini bisa menjelaskan tentang bagaimana perilaku seseorang berbeda beda sesuai dengan lingkungan nya.


Berikut gambar bagan nya :  






Bagan diatas menunjukkan terbagi menjadi 2, ada yang objek fisik dan individu.Berikut penjelasan singkat tentang objek fisik dan individu di dalam bagan persepsi dari Paul A. Bell :

☞ Objek fisik ☞ Persepsi ☞ Dalam batas optimal ☞ homeostasis 

(Artinya : persepsi orang tersebut masih dalam batas yang optimal sehingga fisik nya menjadi seimbang karna dia mempersepsikan nya masih dalam batas yang optimal.

☞ Individu ☞ Persepsi ⁠☞ Di luar batas optimal ⁠☞ Stress ☞ Coping 

☞ Adaptasi (adjustment) ☞ Efek lanjutan

☞ Stress berkelanjutan ☞ Efek lanjutan 

(Artinya : Jika persepsi individu terhadap sesuatu tertentu sudah mencapai di luar batas optimal maka bisa menimbulkan stress. Dan jika sudah di tahap stres maka perlu di lakukan nya coping. 

Coping disini terdapat 2 macam: 

1. dengan cara beradaptasi, (individu beradaptasi dengan apa yang terjadi pada lingkungan sekitar nya.) dan jika individu udah mulai beradaptasi dengan lingkungannya maka ia akan lebih nyaman untuk tinggal di lingkungan tersebut. 

2. Stress berkelanjutan, jika individu tidak ingin untuk beradaptasi pada lingkungan di sekitar nya maka kemungkinan besar ia akan mengalami stres yang berkelanjutan. maka efek lanjutan nya akan sama saja seperti sebelumnya atau mungkin lebih buruk dari sebelumnya.


Solusi agar tidak ada sampah yang menumpuk di sekitar tempat pengungsian adalah memiliki tempat pembuangan sampah yang tidak terlalu dekat dengan tempat pengungsian, agar masyarakat yang tinggal di sana dapat beraktivitas tanpa terganggu oleh bau dari tumpukan sampah tersebut.


Kesimpulan : Kesimpulan nya adalah Setiap orang memiliki persepsi yang berbeda beda. Persepsi yaitu tergantung dengan cara kita melihat dan merasakan sesuatu.








 

0 komentar:

Posting Komentar