Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Minggu, 11 Januari 2026

Esai 6_Perubahan Diri dengan Olahraga Naik dan Turun Tangga _Endah Lastriati_23310410067


 

Esai 6_Perubahan Diri dengan Olahraga Naik dan Turun Tangga

Endah Lastriati_23310410067


Olahraga naik dan turun tangga adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. Dengan melakukan olahraga ini secara teratur, kita dapat mengalami perubahan yang signifikan dalam diri kita, baik secara fisik maupun mental.

Saya telah melakukan olahraga naik dan turun tangga selama beberapa minggu dan mengalami perubahan yang luar biasa. Saya mulai dengan naik dan turun tangga selama 10 minggu selama 1 jam, dan secara bertahap meningkatkan durasi dan intensitasnya. Meskipun dalam pelaksanaanya saya sering terkendala dengan kesibukan saya sebagai seorang pendamping anak berkebutuhan khusus yang saya lakukan diakhir pekan, berbarengan dengan jadwal kuliah dan tugas kuliah yang semakin menumpuk. Terkadang saya bolong untuk melakukannya, saya menggantinya dengan berjalan diarea tempat mengajar.

Dalam minggu yang ke-4, saya mengalami kemunduran dalam melakukan olahraga, hingga tiba saatnya saya mengunjungi dokter spesialis obstetri dan ginekologi ( SpOG ). Karena kami merencanakan untuk program kehamilan ke-2, sehingga melakukan cek kesehatan menyeluruh, hingga ditemukannya dalam USG sebuah penyakit PCOS ( Sindrom Polikistik Ovarium ) yang mana kelebihan hormon ini bisa mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong-kantong berisi cairan atau kista. Kondisi ini akhirnya menyebabkan sel-sel telur tidak bisa berkembang dengan sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur.

Sehingga Dokter menyarankan cara untuk mengatasi PCOS yang pertama adalah dengan rutin berolahraga. Dalam hal ini, olahraga bermanfaat untuk mengendalikan kadar gula darah, kolesterol, dan hormon insulin dalam tubuh. Selain itu, olahraga juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan suasana hati, dan menjaga pola tidur.

Dengan olahraga naik dan turun tangga, saya mengalami perubahan yang signifikan dalam diri saya. Saya merasa lebih energik dan bugar, serta memiliki stamina yang lebih baik. Saya juga mengalami penurunan berat badan dan peningkatan massa otot.

Selain itu, olahraga naik dan turun tangga juga membantu saya meningkatkan kesehatan mental saya. Saya merasa lebih percaya diri dan memiliki kemampuan untuk menghadapi stres dan tekanan. Saya juga mengalami peningkatan kualitas tidur dan merasa lebih rileks.

Olahraga naik dan turun tangga juga memiliki beberapa kelebihan, seperti:

- Meningkatkan kekuatan otot kaki dan paha

- Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh

- Meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru

- Meningkatkan stamina dan energi

- Membantu menurunkan berat badan

Namun, olahraga naik dan turun tangga juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:

- Dapat menyebabkan cedera jika tidak dilakukan dengan benar

- Dapat menyebabkan kelelahan jika dilakukan terlalu lama

- Memerlukan ruang yang cukup untuk melakukan olahraga

Tips untuk melakukan olahraga naik dan turun tangga:

- Mulai dengan durasi yang singkat dan secara bertahap meningkatkan intensitasnya

- Pastikan Anda memiliki ruang yang cukup untuk melakukan olahraga

- Lakukan olahraga dengan benar untuk menghindari cedera

- Jangan lupa untuk melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah olahraga

- Minum banyak air untuk menjaga hidrasi tubuh.

Berikut Grafik Olahraga Naik – Turun Tangga selama 10 minggu :

Dalam kesimpulan, olahraga naik dan turun tangga adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. Dengan melakukan olahraga ini secara teratur, kita dapat mengalami perubahan yang signifikan dalam diri kita, baik secara fisik maupun mental. Saya sangat merekomendasikan olahraga naik dan turun tangga kepada siapa saja yang ingin meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuhnya. terutama untuk menghambat perkembangan penyakit PCOS ( Sindrom Polikistik Ovarium ).

Daftar Pustaka ;

https://olahraganesia.id/lari-naik-turun-tangga/. By dandy putraPosted on June 26, 2024.

https://www-fertilityfamily-co-uk.translate.goog/blog/exercise-for-pcos-what-are-the-best-and-worst-exercises-for-pcos/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=rq. Diterbitkan 10 November 2022 ,Diperbarui 16 Februari 2025 ,Ditulis oleh Terry Sullivan

Esai 4_Perilaku Inovatif Membuat Kostum Elok dari Plastik Bekas

 

ENDAH LASTRIATI_23310410067

ESAI 4_PERILAKU INOVATIF

KOSTUM ELOK NAN RUPAWAN DARI PLASTIK

Menurut definisi World Health Organization (WHO) sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak diapakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (Chandra, 2006).

Sedangkan sampah anorganik merupakan limbah padat yang sulit terurai oleh alam. Sampah anorganik yang tertimbun di tanah dapat menyebabkan pencemaran tanah karena sampah anorganik tergolong zat yang sulit terurai dan sampah itu akan tertimbun dalam tanah dalam waktu lama, ini menyebabkan rusaknya lapisan tanah. Pengelolaan sampah menggunakan konsep 3R (reuse, reduce dan recycle) selain memiliki manfaat secara ekonomi juga bermanfaat terhadap lingkungan dengan mengurangi timbulan sampah yang terbuang.

Plastik HDPE (High-Density Polyethylene) adalah salah satu jenis plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan plastik HDPE yang berlebihan telah menyebabkan masalah lingkungan yang serius. Salah satu cara untuk mengurangi dampak lingkungan adalah dengan memanfaatkan plastik HDPE bekas menjadi produk yang berguna, seperti kostum anak menari.

Kostum anak menari adalah salah satu contoh produk yang dapat dibuat dari plastik HDPE bekas. Dengan kreativitas dan keterampilan, plastik HDPE bekas dapat diubah menjadi kostum yang unik dan menarik. Proses pembuatan kostum anak menari dari plastik HDPE bekas melibatkan beberapa tahap, seperti pengumpulan plastik HDPE bekas, pembersihan, pemotongan, dan penjahitan.

Pemanfaatan plastik HDPE bekas untuk kostum anak menari memiliki beberapa keuntungan. Pertama, dapat mengurangi jumlah plastik HDPE bekas yang dibuang ke lingkungan. Kedua, dapat menghemat biaya produksi kostum anak menari, karena plastik HDPE bekas dapat diperoleh dengan harga yang murah. Ketiga, dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan anak-anak dalam membuat kostum yang unik dan menarik.

Selain itu, pemanfaatan plastik HDPE bekas untuk kostum  elok nan rupawan , yang digunakan anak menari juga dapat meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dengan membuat kostum dari plastik HDPE bekas, anak-anak dapat belajar tentang pentingnya mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang plastik.

Dalam kesimpulan, pemanfaatan plastik HDPE bekas untuk kostum anak menari adalah salah satu contoh cara untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kreativitas anak-anak. Dengan memanfaatkan plastik HDPE bekas, kita dapat membuat produk yang berguna dan menarik, serta meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Daftar Pustaka ;

Jurnal Spasial Volume 5 No, 2 ,2018 ISSN : 2442-3262; ANALISIS KETERSEDIAN PRASARANA PERSAMPAHAN DI PULAU KUMO DAN PULAU KAKARA DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA; Joflius Dobiki, Mahasiswa S1 Program Studi Perencanaan Wilayah & Kota Universitas Sam Ratulangi Manado.

 

UTS_Psikologi Inovasi_Semester 5

 

ESAI

UJIAN TENGAH SEMESTER 5

PSIKOLOGI INOVASI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

 

ENDAH LASTRIATI _ NIM 23310410067

FAKULTAS PSIKOLOGI SJ

 

DOSEN PENGAMPU

Dr.,Dra. ARUNDATI SHINTA., M.A.

 06 November 2025

 

 

KEUNIKAN MENANGANI KENAKALAN REMAJA

VERSI BAPAK KDM_GUBERNUR JAWA BARAT

PENDAHULUAN

Remaja atau generasi muda merupakan penerus bangsa yang menjadi pewaris kehidupan untuk menciptakan kedamaian dan ketentraman umat manusia di muka bumi ini. Jika generasi ini mati, mau tidak mau bangsa ini juga akan mati. Oleh karena itu, kita harus mampu melahirkan generasi-generasi yang berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan bangsa. Namun, banyak juga anak-anak dan orang dewasa yang terkena dampak masalah ini. Perkembangan pribadi dan sosial akan bergantung pada bagaimana mereka memperoleh pengetahuan atau pengalaman. Remaja adalah individu yang baru memasuki masa dewasa dan sedang mempelajari mana yang benar dan apa yang salah, mengenal lawan jenis, terlibat dalam dunia sosial, menerima jati diri Allah Subhanahu wa Ta'ala. telah diberikan kepadanya dan mampu mengembangkan seluruh potensi vital yang ada pada diri individu.

Masa remaja merupakan masa transisi, dimana usianya berkisar antara 13 sampai 16 tahun atau yang biasa disebut dengan usia belasan yang tidak menyenangkan, dimana terjadi juga perubahan pada dirinya baik secara fisik, psikis, maupun secara sosial (Hurlock, 1973). Menurut Papalia dan Olds (2001), masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun. Pada masa transisi tersebut kemungkinan dapat menimbulkan masa krisis, yang ditandai dengan kecenderungan munculnya perilaku menyimpang. Pada kondisi tertentu perilaku  menyimpang tersebut akan menjadi perilaku yang mengganggu (Ekowarni, 1993). Kenakalan remaja adalah perilaku agresif dan respon maladaptif lainnya yang terjadi ketika remaja tidak dapat beradaptasi terhadap stimulus yang dihadapi. Hal ini terjadi karena remaja tidak dapat menyesuaikan diri terhadap emosi yang mereka rasakan. Melihat kondisi tersebut apabila didukung oleh lingkungan yang kurang kondusif dan sifat keperibadian yang kurang baik akan menjadi pemicu timbulnya berbagai penyimpangan perilaku dan perbuatan-perbuatan negatif yang melanggar aturan dan norma yang ada di masyarakat yang biasa.

 

PEMBAHASAN

Penting untuk dipahami bahwa setiap tahap perkembangan memiliki serangkaian tugas tersendiri yang harus diselesaikan untuk mencapai keadaan kesehatan, baik fisik maupun psikologis. Masa remaja adalah puncak pembentukan kepribadian, suatu periode ketika seorang individu mencapai stabilitas relatif. Perubahan yang terjadi ini dapat mempengaruhi ciri-ciri yang ditunjukkan individu dalam usia dewasa. Pendidikan sangat penting peranannya dalam membentuk sikap dan kepribadian peserta didik. Sebagai seorang guru, sangatlah penting untuk memahami perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan siswa, khususnya pada tahun pertama dan kedua mereka bersekolah. Karena perubahan sikap dan perilaku, guru dapat memberikan dukungan dan sumber daya yang sesuai untuk pertumbuhan siswa. Sebagai seorang guru, memahami pengajaran agama, melakukan refleksi terhadap perkembangan agama di sekolah dasar dan menengah, tumbuhnya agama, dan berkembangnya nilai-nilai fisik, intelektual, emosional, sosial, moral, dan agama semuanya berkontribusi terhadap efektifitas Pendidikan, agama, Perkembangan melaksanakan Pendidikan.

Beliau seorang figur Gubernur yang bisa ‘memaksa’ orang-orang / rakyat Jawa Barat untuk berubah menjadi lebih baik, khususnya para remaja. Pada kasus yang sangat viral di media sosial adalah cara penanganan KDM untuk anak-anak yang ‘unik’ (nakal, suka merokok, berkelahi, membolos, dan kenakalan lainnya). Cara penanganannya adalah dengan ‘memaksa’ anak-anak itu untuk masuk barak militer selama beberapa bulan. Berbeda dengan dugaan orang-orang, ternyata orangtua dari anak-anak ’unik’ tersebut justru sangat setuju dengan cara-cara KDM. Bentuk persetujuan itu dituangkan dalam bentuk surat persetujuan yang bermeterai. Bila orangtua tidak bersedia menandatangani surat bermeterai tersebut, maka anaknya yang ’unik’ tersebut tidak akan dimasukkan dalam barak militer. Di dalam barak, para remaja itu dilatih untuk berdisiplin, berdoa, berolah raga, tepat waktu dalam beristirahat, belajar, dan berbagai kebiasaan baik lainnya. Setelah ’lulus’ dari barak militer, ternyata perilaku remaja tersebut telah berubah menjadi lebih baik serta bisa merencanakan masa depannya.

Kang Dedi Mulyadi dalam menangani para remaja yang 'unik' dapat dijelaskan melalui skema persepsi dari Paul A. Bell dan kawan-kawan (dalam Patimah et al., 2024; Sarwono, 1995) sebagai berikut:

-          Stimulan / Rangsangan ; Dalam masa pemerintahannya KDM menerima informasi tentang perilaku remaja yang unik, seperti perilaku yang tidak biasa, minat yang tidak umum, atau gaya hidup yang berbeda.  yaitu peserta didik yang memiliki perilaku khusus, yang sering terlibat tawuran, main game, merokok, mabuk, balapan motor, menggunakan knalpot brong dan perilaku tidak terpuji lainnya, akan dilakukan pembinaan khusus, atas dasar persetujuan orangtua dan tanpa paksaan. Meski banyak menghadapi pro dan kontra beliau tetap mereleasisasikan kebijakan untuk membawa ke Barak Militer.

-          Seleksi : KDM memilih informasi yang relevan tentang remaja tersebut, seperti latar belakang keluarga, pengalaman hidup, dan kebutuhan-kebutuhan mereka. Juga menseleksi dari perilaku anak yang sudah mengarah pada tindakan-tindakan kriminal dan orang tuanya tidak punya kesanggupan untuk mendidik. Artinya bahwa yang diserahkan itu adalah siswa yang oleh orang tuanya di rumahnya sudah tidak mau lagi, tidak mampu lagi untuk mendidik.

-          Organisasi : KDM mengatur informasi tersebut menjadi pola yang bermakna, seperti mengidentifikasi pola perilaku, kebutuhan, dan tujuan remaja.

-          Interpretasi: Kang Dedi Mulyadi memberikan makna pada informasi tersebut, seperti memahami bahwa perilaku remaja tersebut mungkin merupakan cara untuk mencari perhatian, mengekspresikan diri, atau mencari identitas.

-          Respon ( Tanggapan ) : Kang Dedi Mulyadi merespon dengan cara yang tepat, seperti memberikan dukungan, memberikan saran, atau mengembangkan strategi untuk membantu remaja tersebut.

KESIMPULAN

Dalam menangani para remaja yang unik, Kang Dedi Mulyadi menggunakan pendekatan yang holistik, yaitu:

- Empati : memahami perasaan dan kebutuhan remaja

- Kesabaran : memberikan waktu dan kesempatan bagi remaja untuk berkembang

- Kreatif : mengembangkan strategi yang sesuai dengan kebutuhan remaja

- Kolaboratif : bekerja sama dengan orang tua, guru, dan pihak lain untuk membantu remaja

Dengan demikian, Kang Dedi Mulyadi dapat membantu para remaja yang unik untuk mengembangkan diri, meningkatkan kepercayaan diri, dan mencapai tujuan mereka.

Daftar Pustaka

Patimah, A.S., Shinta, A. & Al-Adib, A. (2024). Persepsi terhadap lingkungan. Jurnal Psikologi. 20(1), Maret, 23-29. https://ejournal.up45.ac.id/index.php/psikologi/article/view/1807

Sarwono, S. W. (1995). Psikologi lingkungan. Jakarta: Grasindo & Program Pascasarjana Prodi Psikologi UI

Baca artikel detikjabar, "Daftar 'Kenakalan' Siswa Jabar yang Masuk Barak Militer: Game-Tawuran" selengkapnya https://www.detik.com/jabar/berita/d-7898750/daftar-kenakalan-siswa-jabar-yang-masuk-barak-militer-game-tawuran.

TERIMAKASIH

https://www.blogger.com/blog/post/edit/2933115290347892205/7356500557819540260

https://www.blogger.com/blog/post/edit/2933115290347892205/7356500557819540260