Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Klinik Karir

Jumat, 02 Januari 2026

Esai 7 Psikologi Lingkungan belajar di TPS 3R Randu Alas

 Esai ke 7 Melakukan kunjungan di TPS 3R Randu

 Psikologi Lingkungan

 Nama :Chitra Amanda Kasim 

 Nim: 2431041003

 Kelas Reguler (A)

Dosen Pengampu : Dr., Dra. Arundati Shinta M. A.


 
Pada Sabtu, 18 Oktober 2025,Kami  mahasiswa Psikologi kelas reguler dan kelas karyawan Universitas Proklamasi 45 melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Randu Alas yang berada di Kalurahan Sardonoharjo. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pemahaman mengenai pengelolaan sampah serta melihat secara langsung proses yang selama ini jarang diperhatikan oleh masyarakat.
Proses pengolahan sampah di TPST Randu Alas dimulai dari pengambilan sampah warga menggunakan kendaraan motor roda tiga yang memiliki bak di bagian belakang. Pengambilan sampah dilakukan secara rutin dua kali dalam seminggu agar sampah tidak menumpuk terlalu lama. Setelah sampai di TPST, sampah kemudian dipilah menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah anorganik disortir kembali, dibersihkan, lalu dicacah menggunakan mesin sebelum masuk ke tahap daur ulang.
Namun, tidak semua sampah dapat diolah dengan mudah. Masih terdapat beberapa jenis sampah yang terpaksa dibakar karena keterbatasan teknologi. Pak Tujino menjelaskan bahwa pembakaran ini dilakukan sebagai pilihan terakhir karena belum adanya solusi lain yang lebih efektif. Asap hasil pembakaran memang masih menjadi masalah yang belum sepenuhnya teratasi. Meski demikian, pihak TPST memiliki rencana untuk memanfaatkan abu sisa pembakaran sebagai bahan baku batako agar tetap memiliki nilai guna.
Sementara itu, sampah organik dikelola dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Sampah organik diolah menjadi kompos, pupuk cair, dan biogas. Untuk mempercepat proses penguraian, pengelola menggunakan Mikroorganisme Lokal atau MOL. Selain itu, terdapat pembuatan eco lindi dari sisa kulit buah yang berfungsi untuk mengurangi bau sampah. Faktor cuaca juga memengaruhi pengolahan sampah, terutama saat musim hujan yang dapat mempercepat timbulnya bau apabila sampah tidak tertutup dengan baik. Di balik seluruh proses pengolahan tersebut, para petugas pengelola sampah memiliki peran yang sangat penting. Meskipun sering dipandang sebelah mata, mereka berada di garis depan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah berbagai masalah kesehatan. Banyak petugas yang tetap menjalani pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab karena merasa apa yang mereka lakukan memiliki manfaat besar bagi masyarakat.Bapak Sujono selaku pengelola TPST menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran masyarakat. Pemilahan sampah seharusnya sudah dimulai dari rumah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dan kertas dapat didaur ulang atau dijual kembali sehingga memiliki nilai ekonomi.Keberadaan TPST Randu Alas menjadi solusi nyata dalam menangani permasalahan sampah berbasis masyarakat. TPST ini tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi warga sekitar. Kunjungan ini memberikan pemahaman bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama

kesimpulan yang saya ambil .Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama, dan TPST Randu Alas menunjukkan bahwa dengan kesadaran masyarakat, kebersihan lingkungan dan peluang ekonomi bisa dirai




ESAI KE 6 BERKUNJUNG KE RUMAH IBU SHINTA



Esai 6 —  melakukan kunjungan dan belajar ke rumah Dosen ibu Dr. Arundati Shinta

 Psikologi Lingkungan

 Nama :Chitra Amanda Kasim 

 Nim: 2431041003

 Kelas Reguler (A)

Dosen Pengampu : Dr., Dra. Arundati Shinta M. A.


 
 
 

Hari selasa tanggal 4,november 2025 kami mahasiswa progam studi psikologi universitas proklamasi 45 melakukan kunjungan ke rumah ibu sinta, dan  kami diwajibkan untuk  membawa cangkang telur yang akan dikelola menjadi bahan pupuk organik dan ada tahapan-tahapan cara pembuatan kompos yang diajarkan oleh ibu shinta diantaranya belajar  membuat kompos,  membuat eco enzym, membuat sabun cair ramah lingkungan, dan  membuat gantungan kunci bisa dijadikan sovenir untuk dijual.Kami diberikan tugas masing-masing atau kelompok dan tugas yang  saya dapatkan di  bagian membuat gantungan kunci, dan memasang tali paperbag  tatacaranya seperti siapkan 2 jenis tali yaitu tali makrame dan tali nilon tebal, siapkan juga manik- manik yang mau di gunakan isi manik-maniknya dengan selang seling beda warna dan beda jenis manik  harus isi 5 biji manik-manik  sebelum di isi harus mengukur talinyayang pas agar tidak terlalu pendek atau panjang  setelah itu ikat dan di lilit agar terlihat rapi. Membuat ini pun butuh kesabaran yang tinggi yaa harus konsisten agar tidak salah mengukur kepanjagan talinya selain itu harus membuat tali paperbag juga harus fokus panjang talinya agar sama rata dan bukan hanya itu ajah ada juga pembuatan kompas diantaranya: Mengumpulkan daun kering dalam jumlah yang banyak  masukan ke dalam wadah yang besar dan cingcang atau sobek- sobek daunnya menjadi ukuran yang kecil agara mempercepat penguraian lalu campurkan Molase EM4, air dan POC ke dalam ember dan tuangkan campuran ke dalam wadah, aduk hingga merata, kemudian masukkan ke dalam kendi yang  telah terdapat kompos di dalamnya kemudian kompos diaduk terus sampai  kompos sudah siap digunakan dan tambahkan arang, abu gosok, dan kulit telur saat panen.Setelah aku dan teman-teman menyelesaikan tugas kami masing-masing ada beberapa temanku yang mengumpulkan semua semua bahan dan barang yang kami buat masing - masing di isi dalam paperbang dengan jumlah 16 orang masing medaptkannya setelah di bagikan dan di bawah pulang saya menggunakan sabun yang di buat sama teman-teman saya ternyata berhasil saya menggunkan dengan mencuci piring dan ngepel kamar kos saya, saya juga menggunakan untuk memcuci baju, untuk gantungan saya mengatung di tas saya dan kompas saya masi belum menggunakanya . banyak sekali pelajaran yang saya ambil ketika belajar di rumah ibu sinta benar- benar sampah di manfaatin degan baik dan ternyata sangat sebermanfaat itu untuk kehidupan jadi bukan hanya di buang dan di tumpuk menjadi bau dan menyebabkan limba. bukan hanya itu ajah saya juga belajar kerja sama dengan teman-teman gimana saya mengontrol emosi saya dan kita apa yang saya tidak pahami saya dengan berani menanyakan ke pada teman -teman saya untuk mengajari saya, saya juga menjari teman - teman saya yang belum bisa dengan sabar. Pokonya seru bekunjung ke rumah ibu shinta banyak pelajaran yang saya ambil.